
"Bagaimana kesiapan pasukan kalian..? " kaisar agung yang sedang duduk bersimpuh didepan sebuah patung bertanya pada keenam tetua sekte pembunuh iblis yang sudah sejak tadi berada di belakang namun tidak seorangpun yang berani untuk membuka suara.
"Butuh beberapa hari lagi agar semua pendekar berkumpul di perkemahan seperti rencana anda.."
"Kami mengarahkan mereka agar bergerak sedikit demi sedikit menuju ke perkemahan agar tidak menarik perhatian prajurit kekaisaran Han seperti yang anda perintahkan.. " Liang Hoi yang duduk paling depan menjawab pertanyaan kaisar agung.
"Hmm.. baiklah..!! segera kembali ketempat kalian masing - masing dan beri tanda jika seluruh pasukan kita sudah berkumpul dan siap untuk menyerang.. " ucap kaisar agung sambil membalikkan badan.
"Baik kaisar agung..!! kami mohon diri.. " ucap keenam tetua sekte pembunuh iblis serempak dan segera meninggalkan kaisar agung sendiri yang kembali membalikkan badan menghadap patung berwarna hijau dengan empat kepala dan kesemuanya menjulurkan lidah.
"akhirnya setelah beberapa ratus tahun dan aku selalu gagal mendapatkannya.. Kali ini akan kupastikan.. pusaka itu akan menjadi milikku..dan dunia persilatan akan ada dalam genggamanku.. "gumam kaisar agung dalam hati.
***
Setelah jendral Guan membagikan tugas pada tiap - tiap komandan pasukan.. pertemuan hari itu akhirnya dibubarkan dan hanya Lin Dan yang belum mendapatkan tugas dari jendral Guan tapi saat akan ikut keluar dari ruangan bersama komandan lain.. jendral Guan Yu mencegahnya.
"Kolonel Lin.. anda tetap ditempat.. ada hal lain yang kaisar ingin sampaikan padamu.. " ucap Jendral Guan.
Keringat dingin mulai membasahi pakaian yang dikenakan oleh Lin Dan yang merasa bersalah akibat keterlambatannya mengikuti pertemuan pagi itu..
Jika bukan karena membantu rombongan pedangan yang salah satu keretanya terperosok kedalam jurang.. mungkin dia akan tiba lebih awal di istana dan tidak akan terlambat mengikuti pertemuan.
Kedisiplinan yang selalu diterapkan oleh kaisar Xiao Yan dan Jendral Guan Yu memang sesuatu hal yang sudah mendarah daging dalam pasukan elanh biru dan hukuman berat bahkan pemecatan menanti mereka jika tiap - tiap anggota pasukan elang biru lalai akan hal itu.
"Anda kenapa kolonel..? sepertinya anda kurang enak badan..? " ucap Chen Khu pelan sambil menghampiri Lin Dan yang menundukkan kepala.
"Kolonel Lin.. aku minta kamu mendampingi saudara Chen untuk mengawasi ketiga wilayah ini.. " ucap Xiao Yan tiba - tiba dan tidak diduga sebelumnya oleh Lin Dan yang lebih siap untuk mendapatkan hukuman dari sang kaisar.
"Yang mulia.... saya..?! "...
"Iya... Chen Khu belum mengenal ketiga wilayah itu jadi tidak mungkin dia mengawasi wilayah tanpa mengetahui kondisinya.. "
"Lagi pula kamu berasal dari kota ini kan..? " ucap Xiao Yan sambil menunjuk kota Xulong pada peta yang masuk dalam wilayah pengawasan Chen Khu dan berada di tengah dari dua wilayah lainnya.
__ADS_1
"Benar yang mulia.. " jawab Lin Dan dan seketika wajahnya bersinar kembali.
Selain tidak mendapatkan hukuman dari sang kaisar.. dia juga berkesempatan untuk kembali menjenguk kedua orang tuanya di kota Xulong yang sudah ditinggalkannya selama belasan tahun demi bergabung dengan pasukan elit kekaisaran Han.
"Perintahkan pasukanmu untuk lebih dulu berangkat ke sana..bagi mereka menjadi tiga kelompok untuk mengawasi keadaan di sana..!! "
"Dan ingat.. jika keadaan menjadi genting dan tidak terkendali..persiapkan pasukanmu untuk mundur dan bertahan di titik ini..!! " ucap Xiao Yan melanjutkan dengan jari telunjuk menunjuk sebuah kawasan hutan tepat diluar ketiga wilayah itu.
"Tugas kamu adalah mengulur waktu sampai.. pasukan Andhara dan Gurjara datang dan setelah itu kamu harus pastikan mereka tidak salah arah menuju ke sini..! dan sisanya biar saudara Chen yang mengurusnya" tegas Xiao Yan.
"Jendral Guan..!! " ucap Xiao Yan seraya melihat pada Guan Yu seolah memberi perintah.. dan setelah menganggukkan kepala.. Guan Yu lalu berjalan ke sebuah ruangan khusus penyimpanan pusaka yang juga ada dalam ruang pertemuan tersebut.
Jendral Guan yang sudah mendapatkan pemberitahuan sebelumnya lalu mengambil sebuah pedang dan memberikannya pada kaisar Xiao Yan.
"Pedang Dewa Angin..!! " ujar Xiao Yan sambil mencabut pedang tersebut dari sarungnya.
angin sepoi - sepoi langsung berhembus saat pedang berwarna kecoklatan dengan aura berwana ungu meninggalkan sarungnya namun Xiao Yan dengan cepat menyarungkan pedang itu kembali.
" Kamu adalah salah satu orang terbaik kami..!!! Bawa pedang ini bersamamu.. !!dan pastikan kamu kembali dengan selamat untuk mengembalikan sendiri pedang ini padaku..!! " ucap Xiao Yan lantang sambil menyerahkan pedang dewa angin pada Lin Dan dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menepuk pundak kolonel itu.
"Sekarang segera... perintahkan pasukanmu untuk berangkat lebih dulu..!!" ucap Xiao Yan pelan.
"Baik yang mulia.. " balas Lin Dan seraya berdiri lalu menyandang pedang dengan gagang berwarna ungu pemberian sang kaisar dipunggungnya dan berjalan tegak meninggalkan ruang pertemuan itu, senyum lebar juga menghiasi bibirnya..mendapatkan kepercayaan yang begitu besar dari kaisar untuk menggunakan salah satu pedang pusaka milik kekaisaran Han.
***
"Saudara Chen..apa kamu yakin surat kita akan sampai tepat waktu..? " ucap Xiao Yan saat Lin Dan sudah tidak terlihat lagi.
" Long Feng sudah berangkat sejak semalam saat aku meminta untuk mengurusnya.. dan singa gurun lebih mengenal jalur - jalur perdagangan ke benua daratan selatan.."
Chen Khu kemudian menceritakan saat dirinya menemui ketua sekte singa gurun semalam. Long Feng sebenarnya baru saja mendapatkan tawaran jasa pengawalan menuju ke kekaisaran Tang.. namun karena permintaan Chen Khu.. akhirnya Long Feng sendiri yang akan mengantarkan surat ke Andhara karena seluruh anggotanya harus tetap melaksanakan kesepakatan yang baru saja mereka buat.
"Lagi pula.. Long Feng hanya perlu sampai di Andhara untuk bertemu Yaseka...." balas Chen Khu mantap.
__ADS_1
"Semoga saja semuanya belum terlambat..!! maafkan aku saudara Guan yang tidak mengikuti saranmu sejak awal.. " ucap Xiao Yan pasrah.
"Saya mohon diri yang mulia.. Lin Dan yang sangat bersemangat itu mungkin sudah menungguku.. " ucap Chen Khu berniat meninggalkan ruangan itu sambil memberi hormat.
"Tunggu saudara Chen.. " ujar Xiao Yan lalu melemparkan sekantong uang pada Chen Khu.
"Gunakan uang itu sebanyak - banyaknya.. jangan sampai ada saudara seperguruan kami mati karena kelaparan dalam perjalanan.. " Xiao Yan menambahkan sambil terbahak - bahak.
"Terima kasih yang mulia.. " jawab Chen Khu tersenyum pahit.
"Saya mohon diri..!! " lanjutnya lalu keluar meninggalkan ruang pertemuan itu.
"Aku akan memberikannya pada Lin Dan.. guman Chen Khu dalam hati sebelum menyimpan kantong tersebut dalam giok semesta.
***
"Kolonel Lin...!!! " teriak Chen Khu pada Lin Dan yang tengah mempersiapkan kuda yang akan mereka tunggangi.
Lin Dan yang baru saja membenarkan posisi pelana kuda langsung menoleh mendengar namanya dipanggil.
"Maaf membuatmu menunggu terlalu lama.. " ujar Chen Khu menambahkan.
"Ah..tidak juga tuan Chen.. kebetulan pelana kuda yang akan anda tumpangi sudah agak usang.. makanya aku ganti dengan yang baru.. " jawab Lin Dan dengan senyum yang masih mengembang yang sesekali melirik pedang yang ada dipunggungnya.
Chen Khu hanya tersenyum sambil geleng - geleng kepala melihat tingkah Lin Dan yang tampak kekanak - kanakan. Meskipun usia mereka terpaut tidak terlalu jauh.. tapi Chen Khu merasa jika sikap Lin Dan yang baru saja menerima pedang pusaka dari kaisar Xiao Yan terlalu berlebihan.
"Ini ada hadiah tambahan untukmu dari yang mulia kaisar.. " ujar Chen Khu sambil melemparkan sekantong uang pada Lin Dan.
Mata Lin Dan terbelak saat melihat Chen Khu mengeluarkan kantong tersebut dari ruang hampa.. sampai - sampai dia hampir saja tidak dapat menangkap kantong uang tersebut dengan sempurna.. namun keterkejutan Lin Dan belum selesai sampai disitu.. Saat membuka kantong.. ada ratusan koin emas yang berkilauan didalamnya.
"Beliau berpesan.. kita belum boleh kembali jika belum menghabiskan seluruh uang yang ada dalam kantong itu.. " seloroh Chen Khu sambil melompat ke atas kudanya.
"Apa menghabiskan uang sebanyak ini..??! " gumam Lin Dan tidak percaya.
__ADS_1
"Ayolah.. kita sedang ada misi bukan..??! kita tidak punya waktu seharian untuk memikirkan bagaimana caranya menghabiskan seluruh uang itu.. ujar Chen Khu dan langsung memacu kudanya tanpa menunggu jawaban dari Lin Dan yang masih terpaku.
Lin Dan juga dengan sigap langsung melompat keatas kudanya dan segera menyusul Chen Khu.