
Hujan mulai turun malam itu saat Mathanadeva sedang menikmati temaram sinar bulan dengan ditemani secangkir teh.. meskipun tidak terlalu lebat tapi mampu membuat pengunjung - pengunjung yang hanya menumpang makan dan minum di restoran harus menunda kepulangan mereka.
Beberapa saat setelah turunnya hujan terdengar pula puluhan langkah kaki yang berjalan cepat menuju restoran Kechandeep..
"BRUAAAAK.. "
Pintu restoran di tendang dari arah luar membuat pintu itu terlepas dari engselnya.
"Siapa yang telah berani membuat masalah dengan kelompok teratai merah..?? " teriak pria itu dengan mata menyala dan melihat ke seluruh penjuru ruangan itu.
"Kakak.. itu mereka.. " ujar salah seorang anggota teratai merah yang tadi membawa pulang rekannya yang terbunuh.
Saat puluhan orang itu berjalan mendekati meja yang ditempati oleh Chen Khu dan Mathanadeva.. pengunjung restoran yang menangkap sinyal bahaya sesegera mungkin meninggalkan restoran tersebut, sedangkan Chen Khu dan Mathanadeva memasang sikap santai seolah - olah tidak ada kejadian apa - apa.
" Hei...kalian berdua...!! berani - beraninya kalian membunuh anggota teratai merah.. " hardik pria itu sambil menancapkan pedangnya ke atas meja tapi Chen Khu dan Mathanadeva tidak bergerak sedikitpun.
"Lalu mau kalian apa..? " ucap Mathanadeva pelan lalu menggeser sedikit kursinya hingga kali ini dia sudah berhadapan dengan anggota teratai mereh yang semuanya sudah menghunuskan pedang.
"Darah.. dibalas dengan darah..!! " ucap pria itu lalu menarik pedangnya yang tertancap di meja berniat menyerang Mathanadeva yang memang terlihat menyandang pedang dipingganya.. pria itu berpikir jika Mathanadevalah orang yang membunuh salah seorang anggota mereka.
Nafas pria itu serasa tertahan saat pedang yang ditariknya seolah tertahan dan saat melihat ke arah pedangnya, pria itu sangat terkejut sebab tangan Chen Khu menahan pedang yang berusaha ditariknya dan saat pria itu berusaha menarik sekuat tenaga.. Chen Khu melepaskannya secara tiba - tiba membuat pria itu terjungkal ke belakang dan beruntung.. ada rakannya yang berhasil menahannya.
"Kur*ng aj*r..!!" umpat pria itu. tapi belum sempat dia bereaksi kembali..ujung pedang Chen Khu sudah menempel di lehernya membuat pria itu semakin tercengang menahan keterkejutannya sedangkan rekannya yang lain segera mengelilingi Chen Khu sedangkan sebagian lainnya mengelilingi Mathanadeva.. semua anggota teratai merah yang ada dalam ruangan itu berusaha menahan diri, sebab salah sedikit saja.. leher pria yang berhadapan dengan Chen Khu akan terlepas dari tubuhnya.
__ADS_1
Chen Khu bergerak kedepan.. mendorong pria itu keluar dari restoran dengan ujung pedangnya.. sedangkan rekannya yang lain mengikuti dengan posisi tetap mengelilingi Chen Khu. Chen Khu berusaha agar pertarungan mereka tidak menimbulkan kerusakan peda penginapan yang mereka tempati
Semua anggota teratai merah yang ada di ruangan restoran itu bergerak keluar mengikuti Chen Khu dan Mathanadeva yang kini dalam posisi saling memunggungi.
Air hujan yang sudah membasahi tanah malam itu seakan bersiap untuk menjadi saksi pertarungan dua orang yang akan melawan lima puluh orang anggota teratai merah yang terkenal kejam.
Chen Khu menarik sedikit pedangnya menjauhi leher pria yang kini menjadi lawannya seolah memberi peluang pada pria itu untuk menyerangnya lebih dulu..
Dan benar saja.. saat leher pria itu agak jauh dari pedang Chen Khu.. pria itu mulai mengayunkan pedangnya untuk menyerang.. dan pertarunganpun dimulai...
Meskipun kelompok teratai merah unggul dalam jumlah, tapi serangan mereka tidak terorganisir dengan baik, membuat Mathanadeva yang semula bersikap sangat waspada dengan menempelkan punggungya pada punggung Chen Khu berubah pikiran.
Jika sebelumnya Mathandeva berpikir anggota teratai merah yang sebagian besar kemampuannya jauh dari pendekar level menengah itu akan menyerang menggunakan formasi serangan sehingga dia merasa perlu untuk saling menjaga bagian belakang, tapi setelah melihat serangan yang dilancarkan oleh anggota teratai merah tersebut, Mathanadeva memilih untuk memisahkan diri dari Chen Khu.. yang diikuti oleh separuh anggota teratai merah yang masih tetap dalam posisi mengelilinginya.
Lain halnya dengan Mathanadeva yang sudah berhasil membuat beberapa orang lawannya menemui ajal dengan meninggalkan sayatan besar dan dalam pada tubuh mereka..genangan air hujan yang sudah sedikit mereda kini telah berubah menjadi merah.
Sisa anggota teratai merah yang mengelilingi Mathanadeva kini mulai menjaga jarak sebab, kematian beberapa rekan mereka tanpa mampu memberikan sedikit luka pada lawan mereka membuat mereka lebih berhati - hati.
Chen Khu.. yang semula hanya berusaha mengimbangi kemampuan lawan - lawannya terlihat mulai bosan dan mulai menambah kecepatannya..
"Apa hanya seperti ini kemampuan kalian..hah..?! " ujar Chen Khu sambil memutar pedangnya menangkis beberapa pedang yang mengarah padanya secara bersamaan dan setelah mengelap air hujan pada wajahnya dengan ujung jubahnya.. Chen Khu terlihat menancapkan pedangnya di tanah.
Sesaat kemudian.. setiap gerakan serta ayunan pedang Chen Khu seolah momok yang menakutkan bagi anggota kelompok teratai merah yang mengelilinginya..setiap ayunan pedangnya mampu memberikan luka pada lawan - lawan yang berada dalam jangkauannya.. bahkan pedang yang semula bergerak menangkis serangan yang datang.. berbalik menyerang dengan cepat dan menyisakan luka pada lawannya serta meninggalkan perih akibat terkena air hujan...semua anggota teratai merah terlihat meringis kesakitan sebab setiap orang dari mereka sudah mendapatkan luka yang hampir sama di tubuh mereka masing - masing.
__ADS_1
Chen Khu terlihat menarik nafas sejenak saat lawan - lawannya membuat jarak.. dan sesaat kemudian.. sebuah pergerakan yang membuat puluhan pasang mata yang mengintip dari balik jendela dan sela - sela pintu terbelak.
Chen Khu menghentakkan kaki kirinya di tanah sebagai tumpuan lalu mengayunkan pedangnya memutar dan menyilang.. kecepatan Chen Khu bahkan membuat genangan air hujan seolah ikut berputar mengikuti gerakannya dan disaat yang bersamaan hampir semua lawannya ikut roboh tanpa menyadari apa yang telah menimpa mereka.. minimnya pencahayaan serta gerakan Chen Khu yang sangat gesit serta ayunan pedang yang sangat lincah dan fasih membuat lawan - lawannya seolah tidak berkutik.
Mathanadeva yang sempat menoleh ke arah Chen Khu saat merasakan adanya pusaran air yang mengelilingi Chen Khu pun dibuat terpana saat melihat kecepatan yang diperagakan oleh pemuda yang kini menjadi sahabatnya itu..bahkan jika mengerahkan seluruh kemampuannya pun, Mathanadeva belum bisa menyamai kecepatan Chen Khu.
Tujuh orang anggota teratai merah yang tersisa, dua orang yang menjadi lawan Chen Khu serta lima orang yang menjadi lawan Mathanadeva langsung melarikan dikegelapan malam ketika menyaksikan rekan - rekan mereka meregang nyawa.
Sepuluh orang petugas pemerintah yang baru tiba ditempat kejadian dibuat menelan ludah saat menyaksikan puluhan jasad terbaring di tanah yang becek oleh air yang bercampur darah..apalagi kedua orang yang kini sedang berdiri di bawah hujan itu adalah orang yang mengantarkan seorang perampok dalam kondisi terikat siang tadi.
Kesepuluh petugas itu memeriksa mayat - mayat yang tergelat dan alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui jika puluhan mayat itu adalah mayat anggota teratai merah.
"Terima kasih tuan.. kelompok teratai merah ini sudah sangat meresahkan.. kami kesulitan untuk membasmi mereka karena mereka selalu berpindah tempat setelah berbuat kriminal.. " ujar seorang pria berbadan tinggi besar dengan kumis dan janggut yang hampir menutupi wajahnya.
"Sama - sama tuan.. tapi kami mohon maaf ..kami harus beristirahan karena besok harus segera melanjutkan perjalanan.. " ujar Mathanadeva lalu mengajak Chen Khu kembali ke penginapan.
-----@@@@-----
**Mohon maaf semalam tidak update.. dikarenakan proses reviewnya masih belum selesai sampai saya menyelesaikan Chapter ini.. mungkin server noveltoon/mangatoon sedang ada masalah..
semoga saja malam ini keempat Chapter yang saya tulis ini bisa rilis..
selanjutnya.. mohon dukungannya yaah.. jangan lupa like dan vote nya**..
__ADS_1