Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
12. Kisah Sang Pangeran


__ADS_3

"Memalukan! Kau tahu dia sama sekali tidak mencintaimu, tapi kenapa kau terus mengejarnya? Apa kau tidak sadar perbedaan antara kalian berdua?" Setelah membawa pergi Wisadewi dari hadapan Erlangga sang pangeran langsung memarahinya.


"Aku tahu, tapi sepertinya aku telah terpikat kepadanya. Apakah Dewata yang agung menciptakan pemisah kepada makhluknya untuk tidak mencintai seseorang yang berbeda?"


"Jangan egois! Pikirkan nanti kalau sudah punya anak, dia takkan diterima di manapun . Di tolak di manapun juga pasti rasanya sangat menyakitkan. Kau pikir akan sangat mudah untukmu menjalani hidup sebagai manusia? "


"Apakah sang Dewata yang Agung tidak punya solusinya? Bukankah dia maha segalanya?"


"Kau pikir dengan meminta kepada Sang Dewata semuanya langsung bisa terselesaikan? Sekarang pilih hukuman mu sendiri! Kesalahanmu hampir membuat aku menyatakan perang kepada manusia. Kali ini benar-benar sangat fatal."

__ADS_1


"Kalau aku tidak bisa memilikinya aku pikir lebih baik aku mati saja."


"Itu bukan hukuman. Aku akan memasukkan mu ke dalam lonceng raksasa. Terkurung lah kamu di sana untuk selamanya."


"Bukankah sudah ku bilang untuk membunuhku?"


"Matikan saja aku! Aku lebih suka mati daripada hidup seperti itu!" dengan berteriak ia berkata. Ia tak mampu melepaskan tangan prajurit yang membawanya secara paksa. Dari belakang sang pangeran itu mengikutinya. Sebenarnya ia merasa iba juga melihatnya, tapi hukuman bukanlah sesuatu yang bisa di permudah. Tidak hanya kepada orang lain, diam-diam dia menghukum dirinya sendiri saat ia sadar akan letak kesalahannya .


Hatinya yang penuh kelembutan itu membuatnya dipercaya untuk menjadi putra mahkota menggantikan raja yang sekarang sedang menghadap pemimpin alam ghaib. Raja berkata sebelum pergi bahwa saat ia kembali ia akan langsung memberikan tahta kepada sang pangeran.

__ADS_1


Walaupun begitu ia tetap keras kepada diri sendiri. Dia adalah tipe yang selalu ingin sempurna dalam segala hal. Walaupun itu adalah sesuatu yang bagus tapi tetap saja itu adalah kelemahannya. Dia kadang cemburu saat ada yang lebih sempurna darinya. Ia juga sebenarnya merasakan gejolak batin yang sangat menyakitkan saat tahu Wisadewi dipeluk oleh seseorang tempo hari.


Ia menyiksa dirinya bahkan hampir membunuhnya. Sebenarnya ia bisa saja melakukannya, tapi ia ingat dengan kedudukannya. Ditambah lagi dia adalah putra tunggal raja . Dia tak boleh melakukan hal semacam itu. Sebagai calon pengganti ia harus memainkan perannya dengan sangat baik.Mengesampingkan perasaan itu sebenarnya adalah hal yang sangat menyakitkan bagi dirinya, tapi ia harus bisa melakukannya.


Bicara mengenai hubungan dengan manusia, sebenarnya ia dulu pernah secara diam-diam berhubungan dengan manusia. Ia sangat mencintai orang itu. Namun setelah ia berpikir sangat panjang, ia meninggalkan orang itu begitu saja . Ia hanya melihatnya dari jauh sambil menangis.


Sejak saat itulah ia memutuskan untuk menjadi pribadi yang sempurna dengan mengabaikan segala perasannya. Ia menikah dengan calon yang dipilih orangtuanya. Menjalani hidup sebagai pewaris, dia juga berusaha membuat bangsanya menjauh dari peradaban manusia demi membuat kejadian yang pernah dialaminya tidak terulang lagi .


Perubahannya waktu itu terjadi agak tiba-tiba, semua yang mengenalnya heran dengan tingkah lakunya saat itu. Tapi tetap saja, kelembutannya masih nampak walaupun tak ditunjukkan. Itu merupakan alasan utama dirinya menjadi pewaris. Jika seandainya tak ada kelembutan dari dirinya yang nampak mungkin saja waktu itu calon pewaris akan jatuh kepada anak Mahapatih begitulah aturan yang berlaku di sana.

__ADS_1


__ADS_2