
Senja sudah menjelang.. dan sebentar lagi malam akan datang.. tapi pertempuran hari ke dua belum menunjukkan tanda - tanda akan berhenti.
Derap langkah kaki kuda yang berjalan sangat cepat terdengar dari kejauhan dan seperti sebentar lagi akan mencapai benteng..
"Jendraaal...!! prajurit bantuan dari kota terdekar sudah sampai " teriak salah seorang pemanah dari ketinggian.
Teriakannya tersebut terdengar keseluruh penjuru benteng dan mampu menaikkan moral prajurit Ming yang sebelumnya telah menurun. Jendral Chou yang sudah mendapatkan beberapa luka pada tubuhnya juga merasakan hal yang sama.
Kedatangan lima walikota berkemampuan tinggi yang ikut serta membawa masing - masing sepuluh ribu prajuritnya membuatnya bisa sedikit bernafas lega.. meskipun masih ada pasukan Kekaisaran Qing yang masih disimpan oleh Kaisar Yong Zheng tapi setidaknya.. lima puluh ribu prajurit bisa sedikit menyeimbangkan jumlah pasukan.
Pasukan yang baru sampai langsung ikut dalam medan pertempuran dan benar saja.. kedatangan mereka yang dipimpin langsung oleh walikota masing - masing menambah daya dobrak prajurit Ming.
Perlahan tapi pasti.. prajurit - prajurit Ming mampu terus mendesak prajurit - prajurit Kekaisaran Qing yang semula berada didalam benteng kembali keluar dimana terdapat empat orang yang saling berhadap - hadapan.
Tiga orang pengawal pribadi Kaisar Yong Zheng menghadapi Chen Khu yang tenaganya sudah banyak berkurang karena telah melalui pertarungan yang panjang.
Mundurnya pasukan Kekaisaran Ming memberi peluang pada Chen Khu untuk sejenak menghindari pertarungan dengan ketiganya.. Chen Khu membalikkan badannya dan menyerang prajurit - prajurit Kekaisaran Qing dari arah belakang. Meskipun terus diikuti oleh tiga orang pendekar tingkat tinggi tapi gerakannya yang cepat untuk membunuh prajurit - prajurit Qing bisa terus dilakukannya.. musuh - musuh yang ada dalam jangkauannya.
" Bagaimana Jendral.. kita harus segera memerintahakan parjurit yang tersisa untuk ikut menyerang " ucap Kaisar Yong Zheng.
" Situasinya berbeda yang mulia.. jika sebelumnya kita bisa berperang malam hari karena kita bisa menebak posisi mereka dengan mudah.. berbeda dengan kali ini.. " jawab Jendral Tian Li.
"Lalu kita harus bagaimana Jendral..? "
__ADS_1
"Kita harus bertahan yang mulia.. sampai Kekaisaran Ming menarik pasukannya karena hari sudah gelap "
Hari sudah gelap.. para prajurit sudah cukup kesulitan untuk menentukan siapa lawan siapa kawan..karena malam itu bulan tidak menampakkan dirinya.. lalu terompet tanda menarik pasukan terdengar dari dalam benteng..dan segera prajurit - prajurit Ming menarik diri kembali kedalam benteng, lalu disusul oleh bunyi terompet dari Kekaisaran Qing yang juga menarik pasukannya.
Jendral Chou langsung memerintahkan pasukannya untuk menyusun kembali batu - batu yang berserakan pada dua sisi benteng yang dijebol oleh pelontar milik lawan, sedangkan Jendral Tian Li memerintahkan pasukannya untuk beristirahat.
Tinggal empat orang yang masih tetap berdiri di arena pertempuran.. ketiganya masih saling menunggu..
"Bagaimana..? apakah kita akan terus melanjutkan..? " ujar Chen Khu yang memiliki kejaman mata lebih baik dari pendekar manapun.. hal itu karena Chen Khu telah mengkonsumsi banyak sumber daya sejak berusia tujuh tahun, hanya saja.. saat ini tenaga dalam yang dimilikinya tinggal tiga puluh persen saja.
Ketiga pendekar itu saling melihat satu sama lain.. ketiganya merasa dilema.. jika mereka terus melanjutkan pertarungan maka mereka juga akan kesulitan sebab kurangnya cahaya.. meskipun mereka bisa mengetahui posisi lawan dengan cara merasakan kekuatan yang dimilikinya.. tapi tetap saja tidak akan sebaik jika mereka melihat dengan mata.. dan jika mereka menunda pertarungan maka sama saja mereka memberi peluang pada Chen Khu untuk memulihkan tenaga dalamnya.. sedangkan mereka mengetahui.. jika melawan Chen Khu yang memulihkan sebagian besar kemampuannya bisa saja mereka yang mengalami kekalahan.
" Kalian terlalu banyak pertimbangan.. jadi sebaiknya kita lanjutkan saja.." ujar Chen Khu lalu maju menyerang..
Dengan pergerakan yang cepat.. Chen Khu terus menyerang ketiga pendekar itu bergantian, meskipun mereka bisa menangkis setiap serangan yang Chen Khu berikan.. tapi mereka selalu kesulitan tiap kali serangan datang..
Prajurit - prajurit dari dua kekiasaran yang sudah ditarik mudur.. dan menyaksikan pertarungan dari jauh.. hanya bisa melihat percikan - percikan api yang timbul akibat pedang - pedang yang mereka gunakan saling beradu... tapi Chen Khu melakukan sesuatu yang diluar dugaan ketiga pendekar yang menjadi lawannya.
Chen Khu melompat ke udara lalu membuat gerakan memutar mengitari ketiga lawannya dengan sangat cepat dan dilakukannya berkali - kali.. lalu dengan seketika dia menyembunyikan aura kemampuan yang dimilikinya termasuk gelombang tenaga dalamnya... sehingga ketiga pendekar itu kali ini ibarat orang buta yang tidak bisa melihat dan merasakan posisi lawannya...
Ketiga pendekar itu saling memunggungi.. mencoba menebak sumber serangan yang akan datang..
"PEDANG HALILINTAR TINGKAT DUA..!! "
__ADS_1
Terdengar suara agak jauh dari ketiganya..lalu sebuah kilatan cahaya yang sangat terang berbentuk pedang sangat besar mengahantam ketiganya...
BLAAARR...!!
seluruh pasukan yang menyaksikan pertarungan dari jauh bisa melihat kalau ketiga pendekar yang berhadapan dengan Chen Khu terlempar cukup jauh karena terkena hantaman energi yang sangat besar..
Ketiga pendekar itu terlempar dengan posisi yang terpisah - pisah.. meskipun mereka sempat menghindari serangan jarak jauh yang dilakukan oleh Chen Khu tapi gelombang energi dahsyat itu tetap mengenai mereka.. meskipun tidak terkena telak.. tetap saja.. hantaman itu membuat mereka terlempar beberap puluh meter dan memberikan luka dalam bagi ketiganya..
Darah segar keluar dari mulut ketiganya.. dan dalam posisi berlutut sebelah kaki.. dalam keadaan seperti itu saling mencoba mengetahui posisi rekannya dengan mendeteksi aura kekuatan yang dimiliki masing - masing.. tapi baru saja mereka saling mengetahui posisi masing - masing.. serang lanjutan sudah mereka rasakan kembali datangnya..
Chen Khu yang datang dengan cepat dalam gelapnya malam bagaikan hantu yang menakutkan bagi ketiga pendekar itu.. semampunya mereka menangkis setiap serangan yang datang tapi luka dalam yang mereka alami memberikan pengaruh tersendiri pada ketahanan fisik mereka.
Ketiga pendekar itu kembali saling memunggungi dan memutuskan untuk mengahidari pertarungan malam itu... ketiganya segera melompat sangat jauh kembali ke pasukan Kekaisaran Qing yang ikut menyaksikan pertarungan mereka.
Kaisar Yong Zheng dan Jendral Tian Li masih seperti tidak percaya dengan kondisi ketiga pendekar itu.. tubuh mereka dipenuhi luka.. dan mereka terus saja terbatuk sambil mengeluarkan darah.
"Kalian bertiga... bagaimana kondisi kalian.. " tanya Jendral Tian Li cemas..
"Kami baik - baik saja Jendral.. hanya luka dalam kami yang cukup parah akibat terkena serangan tadi.. " jawab salah seorang dari mereka.
" Kami butuh waktu untuk memulihkan diri " ujar salah seorang lagi.
Jendral Tian Li lalu memeberikan pil bagi ketiganya.. dan ketiga pendekar itu lalu duduk bersila berusaha memulihkan luka serta tenaga dalam mereka.
__ADS_1