
Keringat dingin mulai menetes..pendekar level lima itu bisa merasakan kalau pedang yang baru saja disebutkan namanya itu memang sangat tajam, karena meskipun belum melukai kulitnya, tapi pedang itu seperti sudah mengirisnya.
"Tu.. tuan.. -...." belum selesai dia berkata Chen Khu sudah menempelkan jari telunjuk di bibirnya, meminta pria itu untuk tidak bersuara.
"Aku sudah bilang tadi.. jangan bersuara jika tanpa seijinku.. anggap saja yang barusan itu bonus untukmu.. tapi jika mengulanginya lagi, aku akan menarik pedang ini " ujar Chen Khu mengingatkan.
"Siapa kalian..dan apa tujuan kalian ingin mencegat rombongan kami..??" Chen Khu mulai memberi pertanyaan tapi pedang halilintar tetap menempel pada leher pendekar itu.
"Kami dari sekte Singa Gurun..kami mencari sepasang pendekar yang hampir membunuh salah seorang pimpinan kelompok dari sekte kami " jawab pendekar itu meskipun dengan suara sangat pelan, tapi suaranya masih terdengar bergetar.
"Lalu apa kaitannya dengan rombongan kereta kuda kami..?
"Rekan kami itu mengatakan kalau sepasang pendekar itu bersama dengan rombongan sirkus yang akan ke kota Tainan "
"Ooh.. jadi kalian bertujuan untuk membalas perbuatan sepasang pendekar itu..? "
"Iya tuan..dan ketua sekte kami yang memimpin langsung "
***
Setelah Chen Khu membiarkan pimpinan kelompok yang hampir saja berhasil merampok rombongan sirkus beberapa hari yang lalu.. dengan di bopong oleh anak buahnya segera pergi meninggalkan Chen Khu dan menuju ke tempat kuda - kuda mereka yang tertambat cukup jauh. Lalu dengan segera memacu kuda - kuda mereka kembali ke sekte Singa Gurun.
Sekte Singa Gurun sendiri merupakan sakte aliran hitam yang bermarkas di gurun Ordos.. dan mereka mengembangkan sektenya dengan cara merampok para saudagar yang melewati gurun tersebut atau bahkan sesekali mereka merampok desa - desa terpencil untuk mencari gadis - gadis atau pemuda - pemuda yang bisa dijual untuk dijadikan budak.
Gurun Ordos adalah gurun pasir yang menjadi perbatasan antara kekaisaran Ming dan kekaisaran Qing. Memanasnya hubungan antara Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Ming sebenarnya tidak menyurutkan langkah para saudagar - saudagar untuk tidak memasuki wilayah kedua kekaisaran tersebut, dengan melintasi Gurun Ordos sebagai akses terdekat.
Akan tetapi, karena Singa Gurun sudah berulang kali melakukan perampokan maka para pedagang yang dari kekaisaran Ming dan akan menuju ke kekaisaran Qing atau sebaliknya akhirnya tidak lagi memilih rute Gurun untuk mereka lewati dan lebih memilih rute yang memutar untuk menghidari sekte Singa Gurun yang terkenal sangat sadis dalam menjalankan aksi - aksi mereka.
Sekte Singa Gurun sempat mengalami krisis keuangan saat Gurun Ordos tidak lagi dilewati oleh para pedagang.. akhirnya.. mereka membentuk kelompok - kelompok kecil untuk melakukan perampokan, dan salah satunya adalah kelompok yang pernah berhadapan dengan Chen Khu dan Xie Annchi.
__ADS_1
Ketua sekte Singa Gurun terkejut melihat anak buahnya pulang dengan kondisi terluka serta banyak kehilangan anak buah, untuk itu dia menyusun rencana untuk membalaskan kekalahan yang dialami oleh salah satu kelompok yang dibentuknya.
***
"Hmm... ternyata tujuan kalian adalah untuk mencari kami yaa...??Aku memberi kesempatan hidup padanya untuk menjadi orang baik.. tapi dia malah ingin membalas dendam.. "ujar Chen Khu sambil mengangguk - angguka kepalanya.
"Ja.. jadi.. tua... _"
Pendekar level lima itu belum menyelesaikan ucapannya, tapi Chen Khu sudah menarik pedangnya yang berada di lehernya, dan seketika juga, kepala pendekar itu terpisah dari badannya.
Setelah memberi tahu Xie Annchi dan rombongan untuk lebih menjauh karena mereka yang dijadikan target dan jumlah mereka yang mencapai ratusan orang...Chen Khu kembali pada orang - orang yang berkumpul tadi.
"Kenapa dia lama sekali..?? padahal aku hanya menyuruhnya untuk memeriksa.." ujar pria Ketua sekte Singa Gurun.
"Ijinkan Aku untuk menyusulnya ketua " ujar seorang pria lain sambil memberi hormat.
"Tidak usah mencarinya... dia ada di sini " tiba - tiba seorang pemuda melompat dari dahan pohon dan langsung menuju ketengah pendekar - pendekar dari sekte Singa Gurun sambil membawa sebuah bungkusan terbuat dari kain yang berlumuran darah, lalu melemparkan bungkusan itu ke arah ketua sekte Singa Gurun.
Sedangkan di sisi lain, ketus sekte Singa Gurun merasa terkejut dengan kedatangan pemuda yang sekarang ada di hadapannya sedangkan dia tidak bisa merasakan kedatangannya.
"Ketua.. dialah pemuda yang mengalahkan kami " ujar pendekar yang pernah dikalahkan oleh Chen Khu, sedangkan pendekar - pendekar yang lain masih kebingungan melihat kematian salah seorang pendekar tingkat tinggi yang dimiliki oleh sekte Singa Gurun dan mereka tidak mendengar adanya pertarungan sebelumnya.
"Hahahaha...aku sudah memberimu kesempatan untuk menjadi orang baik.. tapi ternyata kamu malah ingin balas dendam..dan sekarang kamu sudah kehilangan kesempatan itu " ujar Chen Khu.
Anggota sekte Singa Gurun lainnya sudah bersiap untuk menyerang Chen Khu sedangkan pria yang menyandang golok besar di punggungnya yang merupakan ketua sekte mereka masih terdiam seperti sedang kebingungan.
"Anak muda.. kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu karena telah berani membunuh anggota kami....." ujar ketua sekte Singa Gurun lalu menghunuskan goloknya. Meskipun dalam hatinya masih dipenuhi keraguan karena kedatangan Chen Khu yang tidak bisa dirasakannya, lalu dia sendiri tidak bisa mengukur tingkat kemampuan yang dimiliki oleh pemuda yang akan menjadi lawannya, belum lagi kematian anggotanya yang merupakan pendekar level lima dengan begitu mudahnya bahkan tanpa melalui pertarungan, sedangkan pemuda di hadapannya itu terlihat tidak membawa pedang.
"Serang diaaa..!! " ketua sekte Singa Gurun kemudian memberikan aba - aba untuk menyerang Chen Khu secara bersamaan.
__ADS_1
Melihat Ratusan orang bergerak bersamaan untuk menyerangnya, Chen Khu hanya tersenyum lalu dengan tenang mengeluarkan pedangnya dari dalam jubah dan langsung menyambut serangan yang datang.
Dengan lincahnya Chen Khu menangkis serangan lawan lalu dengan cepat berbalik untuk menyerang...dan hanya dalam dua atau tiga tarika nafas..beberapa orang pendekar sekte Singa Gurun yang merupakan pendekar level dua, tiga dan empat.. sudah terbaring tidak bernyawa.
Pendekar yang sebelumnya mendapatkan kesempatan kedua dari Chen Khu mulai menelan ludah melihat Chen Khu dengan mudah mengatasi serangan lawan, bahkan dalam sekali pergerakannya pasti ada yang terbunuh jika masuk dalam jangkauan pedangnya.
Pertarungan sudah berlangsung beberapa lama dan jumlah anggota sekte Singa Gurun sudah berkurang drastis. Pendekar - pendekar level empat ke bawah mulai mengatur jarak dengan Chen Khu agar tidak menjadi korban selanjutnya tapi sesekali menyerang jika melihat ada peluang..
Posisi Chen Khu saat ini seperti tinggal berhadapan dengan enam orang pendekar level lima dan tiga orang pendekar level enam yang juga termasuk ketua sekte Singa Gurun.
Pertukaran serangan yang terjadi sudah menimbulkan banyak luka pada beberapa pendekar level lima dan enam yang dihadapi oleh Chen Khu.. tapi merek belum menemukan celah untuk melukai Chen Khu.
"Jangan diam saja kaliaaan.. cepat serang diaaa..!! " teriak ketua sekte memerintahkan pendekar - pendekar lain yang terlihat hanya seperti menonton jalannya pertandingan.
Sangat terlihat jika serangan yang dilakukan oleh anggota sekte Singa Gurun tidak terkoordinasi dengan baik.. akibatnya.. bukannya mendesak pergerakan lawan tapi mereka malah mengantarkan nyawa.
" Anggotamu cukup banyak.. tapu sayang.. kalian lebih terlihat seperti perampok amatiran daripada anggota sekte beladiri " ujar Chen Khu yang sudah bertukar serangan dengan ketua sekte yang menggunakan Golok berukuran besar.
Buruknya koordinasi serangan, membuat anggota sekte yang lain hanya akan seperti menonton jika Chen Khu melawan salah seorang pendekar yang menggunakan senjata berukuran besar, karena selain harus mewaspadai permainan pedang yang dilakukan Chen Khu, mereka juga harus mewaspadai senjata berukuran besar milik rekan mereka.
"PEDANG PEMBELAH BADAI..!!
Chen Khu mulai mengeluarkan salah satu jurusnya. Kecepatan energi angi yang datang bagaikan pedang - pedang angin yang memiliki ketajaman luar biasa itu tentu saja sangat sulit dihindari oleh pendekar - pendekar level bawah dan akibatnya sangat vatal untuk mereka.
Sudah lebih dari separuh anggota sekte Singa Gurun yang meregang nyawa, sedangkan area pertarungan menjadi terang akibat jurus Pedang Pembelah Badai yang digunakan oleh Chen Khu tidak hanya membunuh lawannya tapi juga menumbangkan pepohonan yang masuk dalam radius serangannya. Hutan Lumut yang semula susah untuk ditembus oleh sinar matahari..kini menjadi terang di bagian yang menjadi lokasi pertarungan.
"BADAI PASIR....!! "
"GOLOK PEMECAH KARANG..!! "
__ADS_1
Ketua sekte Singa Gurun mulai mengeluarkan jurus kombinasi dan tiba - tiba saja angin yang berhembus kencang membawa butiran - butiran pasir dan membentuk seperti sebuah gelombang pasir yang mengganggu penglihatan Chen Khu dan diikuti oleh ayunan golok besar yang sangat cepat yang mengahancurkan apa saja yang berbenturan dengannya.
Anggota sekte Singa Gurun melompat mundur untuk menjauh karena takut terkena efek serangan dari ketua mereka sendiri.. sedangkan Chen Khu tampak kesulitan untuk melihat dalam badai tersebut.