
"Rel, Udah dong tangan lo belum sembuh sepenuhnya nggak usah maksain main basket terus. Nanti malah cedera." peringatan Dypta pada Farel yang sedang mendriblel, berlari loncat dan melemparkan bola ke dalam ring. Begitu terus sampai kaosnya basah oleh keringat.
Dypta sampai capek memperingatkan Farel, tapi Farel tetap keras kepala dan memposir tubuhnya untuk bermain basket. Sementara Rendy dan Bastian juga ikut melarang Farel. Meskipun kadang menyebalkan, Farel tetap sahabat mereka.
Tadinya mereka berempat bertanding, tapi karena lelah dan tangannya juga sudah capek memegang bola, Dypta, Rendy dan Bastian duduk di pinggir lapangan basket di bawah pohon.
Sekarang mereka ada di halaman depan Villa milik keluarga Dypta. Daripada nganggur Dypta menjadikan Villa ini sebagai markas kumpul mereka Dari SMP sampai sekarang.
Dulu sebelum kuliah mereka sering bertanding basket dibagi 3 orang karena dulu persahabatan mereka masih lengkap : Rachel, Luna, Farel, Bastian, Rendy dan Dypta. Tapi sekarang persahabatan tidak seutuh dulu mereka juga sudah jarang kumpul.
"Kenapa sih lo galau gara-gara ditinggal Luna syuting di luar kota?."
Farel tak menjawab dan lanjut mendrible bola.
"Atau lo galau gara-gara sepupu gue jadian sama Brandon?." tanya Bastian diikuti kekehannya.
Gerakan tangan Farel yang ingin melempar bola ke dalam ring tertahan sejenak, lalu melempar lagi.
"Sebenernya yang lo cintai itu Luna atau Rachel sih? kalau lo memang cinta sama Rachel ya kejar! kalau lo nggak suka Luna putusin! gue rasa Luna fine-fine aja lo putusin, kayaknya dia juga nggak terlalu suka sama lo." ucap Dypta.
Farel menoleh pada Dypta, "Apa maksud lo Luna nggak terlalu suka sama gue?."
"Luna nembak gue dan gue memberi dia waktu 30 hari. Perjanjian jika Luna bisa membuat gue jatuh cinta dalam waktu 30 hari gue mau jadi pacarnya. Tapi di pertengahan bulan tiba-tiba Luna membatalkan perjanjian itu dan bilang suka sama lo. Sehari setelah itu kalian jadian. Gue mikirnya aneh aja tiba-tiba perasaan bisa berubah dalam satu hari."
Farel terkejut begitu juga dengan Rendy dan Bastian yang tampak terkejut.
"Kapan Luna nembak lo?." Tanya Farel.
__ADS_1
"Sekitar akhir bulan Februari."
Saat itu juga tangan Farel terkepal, "Akhir Februari juga gue nembak Luna dan Luna memberi gue waktu 30 hari untuk memikirkan jawabannya. Serius loh Luna nembak lu akhir Februari juga?."
"Iya."
Farel mengusap rambutnya dengan kasar.
"Kenapa lo baru bilang sekarang? Kenapa lo nggak bilang aku sejak awal waktu gue baru jadian sama Luna?."
"Mana tahu lo nembak Luna barengan Luna nembak gue. Terus lo juga kelihatan happy banget jadian sama Luna. Sebagai teman gue ikut senang loh senang. Tapi semakin ke sini lo kelihatan tersiksa dilema perasaan lo di antara Luna atau Rachel. Jadi gue mencoba membantu lo dengan fakta yang gue omongin tadi. Ya Gue nggak tahu sih lo bakal percaya atau enggak, gue juga nggak punya bukti real-nya. Tapi lo tau lah gak ada gunanya gue juga bohongin loh."
Farel memejamkan mata sejenak, terlihat sangat sangat kecewa.
"Luna makin ke sini makin berubah ya," gumam Rendy.
"Bukan berubah, tapi emang sejak dulu. Dan baru kelihatan asli nya." Sahut Bastian seraya terkekeh. "Sampai sekarang gue masih kesal gara-gara di rumah Farel waktu itu, entah sadar atau tidak sadar, tapi gue yakin dia sadar 100%. Dia mencoba meninggi dengan merendahkan Rachel. Mana kelihatan nggak merasa bersalah lagi. Sampai sekarang Luna belum minta maaf sama Rachel."
"Luna baik, dia juga care sama kita. Tapi dia nggak bisa melihat orang lain lebih bersinar dari dia. Cih! menjijikan juga yah kalau di pikir-pikir!." lanjut Rendy.
"Gimana Rel? Tuh lo liat Luna kayak apa? masih mau menganggap Luna sebagai Mama lo. Gue nggak ngerti dari sisi mana lo menganggap Luna seperti Tante Sarah. Jelas-jelas beda jauh, gue nggak rela calon mertua kesanyangan gue di samakan dengan Luna."
Dypta juga menatap Farel yang sekarang masih berdiri di lapangan, wajahnya terlihat gelisah dan muram.
"Gini deh Rel, setiap manusia itu pasti punya kelebihan atau kekurangan. Contohnya Luna baik dan care sama orang terdekatnya tapi dia manipulatif, play victim, dan gak suka di kalahkan terutama sama sesama perempuan, kata orang cinta kan saling melengkapi. Mungkin lo sama Luna bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing." ucap Dypta.
"Gue sama Luna sudah putus seminggu yang lalu, tapi Luna menolak putus dan tiba-tiba menghilang. Gue nggak bisa hubungin dia sampai sekarang."
__ADS_1
"Kasihan loh Rel, cuman di jadiin cadangan. Makannya lo jangan suka jadiin sepupu gue cadangan, dapet balasan kan lo! karena udah nyakitin gadis baik gue." ucap Bastian.
Farel tidak mengatakan apapun, meraih jaket yang terletak di samping Dypta yang ada kunci mobil dan melaju meninggalkan vila Dypta.
"Yah pergi padahal gue belum selesai meroasting Farel hahahaa." Bastian tertawa.
"Kalau gue ada di posisi Farel udah kena mental sih." Rendy terkekeh. "Dia selalu di salahin gara-gara selalu menyakiti Rachel padahal dia nggak tahu Rachel suka sama dia. Wajarkan dia selalu memprioritaskan Luna karena status Luna pacar Farel. Rachel juga terlalu baik dan terlalu peduli sama Farel sampai menyakiti diri nya sendiri. Luna yang caper selalu mencari perhatian Farel. Dah lah repot cinta segitiga ini. Dah nih kalau Dypta ikut kejar Rachel dah ribet nih."
"Perasaan lo suka sama Rachel, tapi lo kenapa nggak berusaha kejar Rachel?." tanya Bastian.
Dypta menghela nafas panjang.
"Gue merasa lebih baik hubungan gue sama Rachel atau Luna hanya sebatas teman aja. Lebih nyaman dan nggak ribet. Gue nggak suka dengan hal-hal ribet. Dari pada pacaran mending tidur."
Bastian dan Rendy tertawa, diantara mereka bertempat Dypta yang paling kalem, nggak suka repot dan suka tidur. Tapi anehnya dia memilih jurusan arsitek yang jelas membuatnya sering bergadang.
***
"Halo Rel, kenapa lo tiba-tiba unfollow ig aku? Tian, Dypta dan Rendy juga. Aku udah hubungi mereka. Aku telepon, chat, Dm mereka tapi nggak ada satu pun yang bales. Kenapa? kenapa kalian tiba-tiba kompak musuhin aku gini?."
"Gimana? enak saat lo ada keperluan tapi orang-orang yang lo butuh kan nggak bisa di hubungi."
"Kamu mau balas dendam gara-gara aku nggak mau kamu putusin. Terus kamu komporin Tian, Dypta dan Rendy buat unfollow aku? jahat banget kamu tau nggak, Rel!."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...