Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 194


__ADS_3

Rachel tidak tega melihat Kevin yang merengek minta di gendong tapi tidak di hiraukan oleh Brandon.


"Tante, Papa marah yah sama Kevin?." tanya Kevin pada Rachel.


Brandon tidak menduga dengan kedatangan Kevin, namun ia juga terkejut dengan respon Rachel, Brandon kira Rachel akan marah-marah, kesal dan pergi. Tapi Rachel terlihat begitu tenang bahkan memperlihatkan rasa suka nya terhadap Kevin.


Suatu saat nanti Brandon juga akan memperkenalkan keduanya tapi tidak untuk saat ini.


Brandon tersadar lalu berjongkok dan menghadap dengan tubuh kecil Kevin lalu mengusap rambutnya lembut, "Papa tidak marah sama Kevin. Ayo Papa gendong, tadi katanya minta gendong."


Kevin tersenyum dan mengangguk senang.


Lalu Rachel dan Brandon berjalan bersisian dengan Kevin yang ada di gendongan Brandon.


Brandon tidak tahu apa isi kepala Rachel tentang nya, mendadak buntu dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Namun celotehan Kevin membuat Brandon dan Rachel tertawa dan menghilangkan rasa canggung antara keduanya.


***


"Kevin menangis dan merengek ingin bertemu dengan papa nya. Jadi aku membawa nya ke sini. Aku tidak tahu kalau ada Rachel, kalau aku tahu mungkin aku akan membujuk Kevin untuk tidak datang ke sini." ucap Luna mampu di dengar oleh Rachel.


"Kamu memang perempuan pembawa sial." teriak Amora lalu hendak melayangkan tangan nya ke arah Luna.


"OMA JANGAN PUKUL MAMA!." teriak Kevin dalam gendongan Brandon.


Kevin meminta Brandon untuk menurunkannya lalu berlari menghampiri mama nya.


Amora dan Ardito pucat pasi melihat kedatangan Rachel.


"Mama Kevin minta maaf gara-gara Kevin ingin bertemu Papa, Mama jadi di marahin sama Oma hikss hiksss." Luna tersenyum lalu menggeleng.


"Oma tidak marahin Mama kok, Sayang. Oma cuman bercanda." jawab Luna.


Amora dan Ardito datang menghampiri Rachel.


"Ra-Rachel ini tidak seperti yang kamu kira." ucap Amora.

__ADS_1


Hanya dengan melihat saja Rachel bisa membaca, jika Brandon sudah menikah dengan Luna dan memiliki anak bernama Kevin.


Brandon berbalik badan dan berhadapan dengan Rachel lalu memegang lengannya. "Ra-Rachel."


"Apa yang kau lakukan br*ngs*k!." tiba-tiba Farel datang menghampiri Brandon dan memukul nya hingga pegangan tangan Brandon dan Rachel terlepas.


"Farel!." teriak Rachel terkejut. Amora dan Ardito terkejut. Luna juga lalu menutup mata Kevin agar tidak melihat Papa nya yang di pukul oleh Farel.


"Hel, Laki-laki ini sudah menikah dan memiliki anak tapi dia berani sekali mendekati kamu dan mengatakan hubungan kalian belum berakhir!." ucap Farel menatap manik mata cantik Rachel.


"Iyah, aku tahu." jawab Rachel.


"Rachel." lirih Brandon sembari memegang sudut bibir nya yang berdarah karena pukulan Farel.


"Pernikahan ini hanya terpaksa. Aku terpaksa menikah dengan Luna karena tanggung jawabku sudah menghamilinya 5 tahun dan itu gara-gara jebakan kakak senior ku waktu itu. Kamu harus percaya di hati ini hanya ada kamu, kita bisa melanjutkan hubungan kita dan aku akan menceraikan Luna. Aku, kamu dan Kevin akan menjadi keluarga yang bahagia."


Farel berusaha menahan emosi nya mendengar kalimat dari Brandon, tapi ia mempercayakan keputusan Rachel, Farel yakin Rachel tidak akan mengambil keputusan yang salah, setelah melihat apa yang terjadi di mata nya.


Sedangkan Rachel hanya mendengar kalimat yang di katakan Brandon saja ia sudah merasakan sakit hati apalagi Luna yang menjalani pernikahan bersama Brandon. Rachel bisa menebak selama pernikahan mereka, Luna pasti sering di abaikan oleh Brandon.


Luna mendongak menatap wajah Rachel. Rachel sejak dulu memang baik, baik sekali. Luna tersenyum dan di balas senyuman oleh Rachel.


"Aku harap kamu bisa menerima Luna di hidup kamu, Brandon. Kalau begitu aku pamit Brandon semuanya. Mungkin lain kali kita bisa berjumpa kembali." pamit Rachel dan mengajak Farel untuk pulang. Farel menggenggam lengan Rachel dan Brandon melihat nya, ia menatap sendu kepergian Rachel bersama dengan Farel.


Sepeninggal Rachel dan Farel. Amora dan Ardito menatap tajam Luna.


"Ini semua gara-gara kamu Luna! kami jadi kehilangan menantu idaman kami." teriak Amora memarahi Luna kembali.


"Apa yang Oma katakan? kenapa Oma marahin Mama lagi?." tanya Kevin lalu berbalik menghadap mama nya. "Mah kita pulang aja dari sini, Kevin tidak suka Oma dan Opa marahin Mama."


"Iya, Sayang!." jawab Luna.


"Mas, Ma, Pa. Aku dan Kevin pamit pulang."


Brandon mengangguk, sedangkan Amora dan Ardito mendengus kesal tanpa menoleh ke arah Luna dan Kevin.

__ADS_1


***


"Aku tahu, kamu tidak akan mengambil keputusan yang salah. Walaupun kamu hilang ingatan tapi hati kamu sebaik dulu sebelum kamu hilang ingatan." ucap Farel sembari menyetir.


"Aku kasihan pada Luna, pasti Brandon selalu mengabaikan nya. Aku mungkin tidak akan kuat jika berada di posisi nya." ucap sendu Rachel.


"Kamu tidak akan mengalami itu, kamu akan menjadi ratuku." ucap Farel tersenyum dan menoleh sekilas ke arah Farel. Begitupun Rachel juga tersenyum.


"Aku berharap Brandon, Luna dan Kevin bahagia." harap Rachel.


"Aku harap juga begitu."


"Aku ingin kita bisa sahabatan lagi dengan Luna dan juga Brandon ke depannya. Terlepas bagaimana masa lalu kita, aku ingin aku dan Luna baikan dan menjadi sahabat lagi." ucap Rachel lagi menatap lurus ke depan.


"Iyah,"


Di perempatan jalan tiba-tiba ada sebuah mobil terguling dari arah kanan. Farel terkejut dan menginjakkan rem mendadak. Kepala Rachel terkatuk dashboard mobil hingga membuat kepala Rachel berdarah lalu pingsan.


"Rachel kamu tidak apa-apa?." tanya Farel khawatir.


Farel merutuki kebodohannya kenapa dia tidak menyuruh Rachel untuk memakai sabuk pengaman. Dan akhirnya membuat Rachel terluka.


"Rachel, Sayang kamu tidak apa-apa?." ucap Farel berkali-kali mengusap lembut pipi Rachel namun tidak di respon. Farel panik kemudian memutar balik laju kendaraan nya menuju ke arah rumah sakit. Farel harus segera membawa Farel ke rumah sakit saat ini juga.


Sesampainya di rumah sakit, Rachel langsung di tangani oleh petugas medis di sana. Berkali-kali Farel mondar-mandir di depan ruang UGD. Dia takut Rachel kenapa-napa, ia tidak sanggup kehilangan Rachel kembali.


Deringan ponsel menyadarkan Farel, lalu ia melihat ada nama Ayah di layar panggilan handphone nya.


"Halo Ayah?."


"Rel, kamu di mana?. Hendrawan kecelakaan." ucap Anthony di sebrang sana.


"APA?." teriak Farel terkejut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2