
"Aku sudah menjaga Luna, sekarang giliranku menjaga Rachel dan juga menjaga kamu. Kamu pasti sok dengan semua ini. Tolong Izinkan aku tetap di sini. Bagaimanapun juga sampai detik ini kita belum bercerai. Aku masih suami kamu dan sudah seharusnya aku menemani kamu dan Rahel."
"Saat aku keluar dari rumah kamu saat itu juga hubungan kita berakhir. Benar-benar berakhir. Tidak ada kata suami dan istri. Meskipun kita belum bercerai secara sah di mata hukum tapi bagiku kamu bukan siapa-siapa aku lagi. Dan kamu juga bukan lagi Papa dari Rachel. Dan jangan marah Bukannya itu yang kamu inginkan? Aku hanya penghalang bagi kamu untuk mendapatkan cinta sejati kamu. Sedangkan Rachel hanya kesalahan yang mengikat kamu tetap bersamaku. Begitu kan?."
Benar semua yang Ayuma katakan, lagi-lagi benar. Hendrawan juga masih ingat dia mengatakan kalimat itu dengan kesombongan dan penuh arogan. Tapi kenapa sekarang rasanya perih mendengar langsung dari mulut Ayuma.
"Lebih baik sekarang kamu pergi, Mas."
Hendrawan membuka mulut ingin mengucapkan sesuatu, tapi suaranya tercekat di tenggorokan. Memangnya apa yang bisa dikatakan ya sekarang ? Semuanya sudah jelas, dia yang salah.
Hendrawan melangkah mendekati Ayuma dan berjalan di sampingnya. Saat berada tepat di sampingnya, Hendrawan melirik tapi Ayoma menatap lurus ke depan tanpa mau sedikitpun menoleh ke arahnya.
Hendrawan menatapnya sendu.
Menghembuskan nafas kasar, Hendrawan mempercepat langkahnya pergi.
Ayuma memejamkan mata sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan perlahan. Yang dikatakan Hendrawan tadi benar, Ayuma syok, sampai rasanya begitu lemas. Baru beberapa hari yang lalu ayuma keluar dari rumah sakit, sekarang giliran Rachel yang masuk rumah sakit.
Setelah lepas dari Hendrawan, Ayuma pikir hidupnya dan Rachel lebih tenang. Ternyata jauh lebih tersiksa. Kasus Luna dan Story ig-nya baru saja selesai. Sekarang muncul lagi masalah sampai Rachel kecelakaan lalu besok muncul masalah apa lagi?
Farel masih berdiri di posisinya, hanya menatap Ayuma dari samping. Belum berani menegur sebelum Ayuma berbicara lebih dulu.
"Farel."
"Ya Tante!." jawab Farel dengan cepat seperti anak buah dipanggil komandan.
"Kamu juga pergi."
Farel terhenyak, "Pergi?."
Perlahan Ayuma menolehkan kepala dan menatap Farel.
"Saya yang akan menjaga Rachel, silahkan kamu pergi."
"Tapi kenapa? Tante Saya ingin menemani Rachel di sini."
"Saya bilang pergi tolong!."
Mencelos mendengar nada bicara, Ayuma yang terdengar sesak dan penuh permohonan Farel tidak mengerti kenapa Ayuma mengusirnya sama seperti Ayuma mengusir Hendrawan tadi. Tapi sekarang bukan waktunya mendebat.
__ADS_1
Ayuma terlihat sangat lelah dan wajahnya agak pucat, apalagi kemarin Ayuma baru masuk rumah sakit. Sekarang masih masa pemulihan. Farel khawatir kondisi Ayuma masih makin drop jika memaksa terus mendebat.
"Ya udah tante saya pergi. Tapi nanti saya boleh datang lagi kan Tante?."
Ayuma tak menjawabnya.
Farel hanya bisa menghela nafas berat lalu perlahan menjauh dan meninggalkan Ayuma.
Berat sekali harus meninggalkan Rachel dalam keadaan seperti ini tapi mau bagaimana lagi jika Ayuma mengusir.
Sesampainya di lobby rumah sakit Farel duduk sebentar di bangku tunggu. Menyandarkan kepala ditembak sembari memejamkan mata.
Farel ingin menjernihkan pikiran, namun pikiran nya penuh dengan nama Rachel, Rachel dan Rachel. Perasaannya pun campur aduk. antara ketakutan kegelisahan dan kekhawatiran.
Berulang kali Farel menarik nafas dan mengeluarkan perlahan.
Seandainya aku menuruti nasehat Ayah buat nggak mabuk-mabukan semua ini pasti nggak akan terjadi.
Farel meraup wajahnya dengan kasar tapi sekarang bukan waktunya menyalahkan diri sendiri dia harus mencari tahu apa yang terjadi semalam Farel yakin tuduhan Dilara tidak benar.
Rendy nama itu yang muncul pertama kali dalam kepalanya.
Sebelum pergi Farel menghubungi Sarah dan memberitahu Ayuma di Rumah Sakit mungkin dengan kedatangan Sarah Ayuma lebih tenang.
Tak lupa Farel juga memberitahu masalah ini di grup sobatnya.
Farel : Rachel kecelakaan di Rumah Sakit Pelita sedang dioperasi.
Dypta : OTW
Rendy : OTW ( 2 )
Bastian : KENAPA ? KENAPA LAGI SAMA ADEK GUE?????
Farel : Tadi Tante Dilara ke apartement gue dan nggak nyangka ketemu Rachel di parkiran. Tante Dilara bilang ke Rachel kalau gue perkosa Luna sampai Luna bunuh diri dan kritis. Di tambahnya lagi katanya organ intim nya robek. Rachel langsung pergi, sepertinya ke RS Pelita ingin bertemu Luna, tapi karena Rachel mungkin nggak konsentrasi menyetir jadi nya kecelakaan.
Rendy : Sumpah gue sampai tahan nafas baca chat lo Rel.
Bastian : TANTE DILARA, BENAR-BENAR MINTA DI SEMBELIH.
__ADS_1
Dypta : Jadi bener lo perkosa Luna?.
Farel : Nggak lah, mana mungkin. Tante Dilara bilang semalam Luna ada di Klub yang sama sama gue. Luna mabuk dan Tante Dilara bilang gue memanfaatkan ketidakberdayaan kondisi Luna dan memperkosanya. Semalam lo liat Luna, Ren?.
Rendy : Gue liat, Luna sama dua temannya cewek. Terus kalau nggak salah ada Bella juga.
Dypta : Bella yang kemarin?
Rendy : Iyah, yang lo kasih tato rokok. Kayaknya nih ya baru dugaan. Bisa jadi Bella yang menjebak Luna. Bella merasa gara-gara postingan Luna, dia jadi kena imbas. Lihat kan nasib Bella sekarang gimana?.
Bastian : SI BELLA NGGAK ADA KAPOK-KAPOK NYA. HARUSNYA KEMARIN KITA JADIIN DIA REMPEYEK, BIAR KAPOK. SALAH SENDIRI MALAH NYALAHIN ORANG.
Bastian : Btw, gue khawatir sama Rachel. Tapi gue juga khawatir sama Luna, Itunya benar-benar robek. Sekeras apa sih? terus bunuh dirinya gimana kok sampai kritis.
Dypta : She doesn't deserve itu.
Rendy : Iyah juga sih, kalau di pikir-pikir Luna memang salah, tapi menurut gue dia nggak sejahat itu. Gimana pun juga kita pernah berenam pernah jadi sahabat. Ini beneran keterlaluan kalau benar Bella jebak Luna.
Farel : Woi, woi jangan lupain gue. Gue juga di jebak. Bantuin juga dong.
Bastian : Biarin aja, biar Farel nikah sama Luna. Rachel kan sudah sama Brandon.
Farel : OH GITU YAH, SAMPAI MATI GUE NGGAK AKAN RESTUIN LO SAMA RANA. GUE MAU JODOHIN RANA SAMA TETANGGA GUE!.
Bastian : Wahai Adik ipar ku tersayang, tercinta, tergantung di seluruh alam ghoib. Semalam kamu ke Klub mana? jam berapa? kakak bantuin cari bukti ya, ututttu jangan ngamuk, unch.
Dypta : Kita perlu ketemu langsung. Ribet chat gini.
***
Hendrawan sampai di depan ruang rawat Luna. membuka pintu dan matanya tepat bertemu dengan Dilara.
"Kamu ke sini ingin menemani Luna atau memarahiku gara-gara Rachel kecelakaan? Jika kamu ingin memarahiku, tolong lakukan nanti saja setelah Luna sadar. Aku hanya ingin punya tenaga sekarang. Aku benar-benar lelah. Aku hanya ingin pelaku yang melecehkan putriku segera di temukan. Aku ingin putriku mendapatkan keadilan. Bukan hanya putriku, tapi putri kamu juga, Mas."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...