Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 148


__ADS_3

"Ck, gue mau nya ke pegunungan Jungfrau, kenapa lo malah ngajak gue ke taman ini. Taman apa ini namanya?." Rendy mengendarkan pandangan begitu menemukan petunjuk nama taman ini, Rendy menatap Farel lagi. "Taman Alphine garden, lo mau beli bunga di sini terus lo bawa ke jakarta?."


"Gue suka di sini, tempat-tempat seperti ini yang Rachel sukai."


Farel membayangkan sekarang dia dan Rachel berada di sini. Mereka bergandengan tangan menelusuri jalan setapak, lalu Farel akan menggoda Rachel sampai gadis itu tertawa dan menonjok lengannya.


Hanya membayangkan momen manis seperti itu sudah membuat Farel tersenyum. Farel selalu menghadirkan bayangan Rachel di kepalanya. Sedikitpun gadis itu tidak pernah pergi dari pikiran dan hatinya. Kemanapun dia berada dan dimanapun kakinya berpijak, Farel selalu bersama Rachel.


"Gue tahu lo sekarang lagu membayangkan lo menggenggam tangan Rachel, memeluk tubuhnya dan menciumnya nya kan?." Goda Rendy pada Farel yang membuatnya malu.


"Hm, gue membayangkan itu."


Rendy menghela nafas panjang. Ini bukan pertama kali Farel senyum-senyum sendiri. Dulu Rendy, Dypta dan Tian sampai mengira Farel sudah gila gara-gara Farel tiba-tiba tersenyum entah saat makan, jalan atau bahkan rapat di kantor.


Rendy sampai pernah membawa Farel ke psikiater. Ternyata, Farel hanya teringat momen manis bersama Rachel sampai dia tak kuasa menahan senyum.


"Sabar Bro, jodoh nggak akan keman." Rendy merangkul pundak Farel lalu mereka berjalan lagi.


"Gue mau lihat IG ah, kasihan penggemar gue. Mereka udah kangen berat mau lihat wajah ganteng gue yang paripurna ini."


Sementara Rendy sibuk Live IG, Farel mengeluarkan ponsel dari saku dan mengambil beberapa foto untuk dia kirim ke Sarah, Anthony dan ketiga adiknya. Dia sudah hampir dua hari di sini, hampir setiap jam Rana dan Rani juga mengirimnya pesan, katanya kangen, menyuruhnya pulang dan chat random.


***


"Papaaaaa!."


"Qila jangan lari-lari."


"Papa kejar aku!."


Edgar tersenyum melihat Aqila seperti anak kecil. Aqila berlari kesana kemari. Tiba-tiba Aqila mendekat dan menonjok lengannya, lalu berlari lagi. Mendekat lagi dan menjulurkan lidah lalu lari lagi.

__ADS_1


Kadang Edgar berpikir mungkin ineer child Aqila merindukan masa kanak-kanak. Aqila kehilangan momen kanak-kanak bersama papa nya. Lalu saat dia menemukan sosok baik seperti Edgar, ia seperti menemukan Ayah impian nya, sisi anak-anak Aqila muncul.


Edgar masih terus belajar menjadi sosok Ayah yang baik untuk Aqila. Edgar bisa menjadi sosok dewasa dan Ayah yang baik untuk Aqila. Tapi saat bersama Ayuma, sikap manja Edgar akan keluar dengan sendirinya. Edgar bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama Ayuma. Edgar tidak takut menunjukkan sisi lemah, rapuh dan sisi gelapnya pada Ayuma.


"Papa..."


Gadis itu melepas syal nya, lalu menari-nari dan membentangkan syal nya di atas kepala.


Edgar mengeluarkan ponsel dan merekam Aqila yang saat ini sedang asyik merentangkan silk syal nya. Nanti Edgar akan mengirimkan vidio itu pada Ayuma.


Aqila terus berlarian ke sana kemari, sambil membentangkan syal namun tiba-tiba genggaman syal nya terlepas dan terbawa oleh semilir angin.


"Eh, syalku."


Aqila mengejar syal nya yang terbang di atas kepala beberapa pengunjung yang lewat di jalan setapak. Syal nya terbuat dari bahan silk yang tipis dan anginnya lumayan kencang.


Lalu seiring dengan berkurangnya hembusan angin, syal itu jatuh menutupi wajah seseorang.


Aqila berdiri di depan seorang laki-laki berbadan tegap dan tinggi.


Farel terkejut saat ingin mengambil kain yang menutupi wajahnya tanpa sengaja tangan nya menyentuh tangan seseorang. Perlahan Farel menurunkan kain itu dengan masih menggenggam tangan orang itu.


Begitu kain itu sudah tidak menutupi wajahnya dan pandangan mata Farel menatap sosok perempuan di depannya... Seketika jantung Farek seolah berhenti berdetak saat melihat perempuan itu adalah....


"AYANG RACHEL," Rendy yang berdiri di belakang Farel berteriak histeris. Matanya mengerjab beberapa kali saat menatap sosok perempuan di depan Farel adalah Rachel, sahabat kecil yang dia cari ke sana kemari.


Rendy langsung menjatuhkan kamera kesayangan nya dan berlari menghampiri Rachel.


"Eh," Aqila terkejut saat tiba-tiba laki-laki yang entah siapa itu memeluknya. Bukan memeluk biasa, tapi juga mengangkat tubuhnya dan memutar-mutar.


Aqila panik, berteriak dan berusaha melepaskan diri. Tapi laki-laki itu justru tertawa kegirangan membuat Aqila semakin takut. Aqila sampai mengira laki-laki ini orang gila yang nyasar di taman.

__ADS_1


"PAPAAAA." Aqila berteriak memanggil Edgar.


Edgar lari tergopoh-gopoh menghampiri putrinya. Baru saja ingin memarahi Rendy tapi tiba-tiba...


Bruk...


Eh.


"WOI REL, LO NGAPA PINGSAN?."


Rendy menurunkan Aqila yang dia ambil dari nama tengah dari Rachel Aqila Tanoepramudya. Lalu Rendy berjongkok di samping Farel. Sementara Edgar langsung mengecek kondisi Rachel, apa ada yang luka atau tidak. Edgar merutuk dirinya sendiri, gara-gara terlalu fokus memutar ulang vidio Aqila dan membiarkan Aqila mengejar syal nya sendirian. Dan membiarkan dia bertemu dengan orang aneh yang ternyata adalah Rendy.


Edgar mengenal dua kunyuk ini, tapi Aqila tidak mengenal mereka. Tentu saja Aqila ketakutan, apalagi Rendy menggendongnya tanpa ijin.


"Rel." Rendy menepuk-nepuk pipi Farel, "Ah elah lo!."


Rendy antara ingin ketawa atau sedih melihat kondisi Farel sekarang. Mungkin saking senang nya bertemu dengan Rachel dia sampai pingsan. Farel pasti tidak menyangka akan bertemu di sini.


Rendy pun masih tak menyangka juga. Bahkan tangannya masih bergetar saat memeluk Rachel tadi. Sambil berusaha mencoba membangunkan Farel, berulang kali Rendy melirik ke arah Rachel yang berada di belakang Edgar. Rachel masih terlihat takut.


"Pa, dia kenapa? apa dia terkena serangan jantung? sebaiknya dia kita bawa ke rumah sakit, Pa." ujar Aqila pada Edgar dengan pandangan tak lepas menatap Farel. Entah mengapa Aqila begitu khawatir, dada nya berdetak gelisah tak menentu.


Laki-laki itu...Aqila pernah bertemu laki-laki itu di Danau Thun. Laki-laki itu juga yang membuat jantungnya berdebar aneh, padahal Aqila menatapnya dari jauh.


Ariana bahkan menggoda Aqila jatuh cinta pada pandangan pertama. Jujur setelah itu, Aqila terus terbanyang-banyang wajah laki-laki yang sedang pingsan ini. Laki-laki yang di panggil Farel tadi.


"Sadar woi, sadar. Jangan bikin panik dong!, nggak lucu kalau lo beneran terkena serangan jantung. Bisa di cintanya gue sama Ayah Anthony kalau gue bawa lo pulang kenapa-napa."


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2