
Rendy membawa kabur Rachel. Karena Rendy terus berlari kencang, mau tidak mau Rachel juga ikut berlari agar tidak jatuh bahaya tidak tahu apa hubungannya dengan Rendy di masa lalu tapi laki-laki ini pasti tipe orang yang heboh, mood booster, jail dan tengil.
Sekarang mereka sudah sampai di mobil Edgar.
"Sini!." Tidak mau kehilangan kesempatan lagi Farel menarik Rachel masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
"Om sama saya saja duduk di depan." Rendy meringis sambil menatap Edgar yang tampak kesal.
Edgar menghembuskan napas besar tidak punya pilihan lain dan akhirnya duduk di depan bersama Rendy lalu melajukan mobil menuju ke rumah sambil sesekali melirik ke belakang dari spion.
Sejak tadi Farel menggenggam tangan Rachel dan terus menatapnya Rachel berusaha melepas genggaman tapi Farel sama sekali tidak mau melepaskannya. Malu ditatap intens begitu Rachel memalingkan wajah dan menatap keluar jendela.
"Woi. Jangan ditatap begitu dong anak gadis Om Edgar, jadi ketakutan tuh!." gemas Rendy pada sahabatnya.
Rachel sampai duduk di pojokan mepet pintu sementara Farel duduk di tengah-tengah kursi. Rendy rasanya mau ngakak tapi kasihan juga melihat Farel, hatinya pasti sakit dan kecewa sekali. Setelah 5 tahun menunggu gadis impiannya tidak mengenalinya.
"Aku takut dia pergi lagi." lirih Farel masih menatap lekat Rachel. Mendengar nada suara Farel yang sendu membuat Rachel menoleh ke arahnya.
Tepat saat Rachel menoleh mata mereka saling bertemu lagi jantung Rachel berdebar kencang. Sejujurnya alasan Rachel memalingkan wajah karena dia tidak sanggup bertatapan terlalu lama dengan Farel. Rachel tidak mengerti kenapa dia terus-terusan merasa deg-degan.
'Apa benar dulu dia calon istri Farel?.'
***
Sekian menit perjalanan akhirnya mobil Edgar akhirnya tiba di rumah. Dengan tak sabaran Rendy turun dari mobil. Tak lama Rachel dan Farel juga turun dari mobil, buru-buru Farel berdiri di samping Rachel dan menggenggam tangannya lagi.
"Oh jadi selama ini Om menyembunyikan Yayang dan Tante Ayuma di sini?." ucap Rendy begitu Edgar turun dari mobil.
"Waktu itu saya juga menerima surat dari Om, Dypta, Farel sama Bastian juga dapat. Kalau nggak salah isinya, Om akan melindungi Yayang dan tante Ayuma, mereka ada di bawah tanggung jawab Om. Eh ternyata eh ternyata ada udang di balik bakwan. Om membawa kabur Tante Ayuma karena ingin menikahinya. Wow Om saya suka cara Anda." Rendy mengerlingkan mata pada Edgar.
Edgar ingin menyangkal tapi percuma saja si muda ini tidak akan percaya padanya, sejujurnya Edgar sama sekali tidak punya niat ingin menikahi Ayuma, Edgar benar-benar tulus menolong Ayuma saat Ayuma meminta bantuannya untuk membawa mereka pergi menjauh sejauh mungkin.
Tapi siapa yang menyangka seiring berjalannya waktu Edgar justru merasa nyaman dan jatuh cinta. Edgar mulai memberanikan diri mendekati Ayuma. Saat itu Ayuma masih belum bisa move on dari masa lalu. Ayuma masih takut dan ragu menikah lagi. Setelah sekian lama menunggu akhirnya Ayuma bersedia menikah dengannya. Sekarang mereka sudah memiliki Baby Rafa yang berusia satu setengah tahun.
"Bisa tolong lepasin,"
Obrolan Edgar dan Rendy menjeda mengalihkan pandangan Rachel yang berusaha melepaskan genggaman Farel dari tangan kanannya.
__ADS_1
"Tanganku keringetan."
Farel melepas genggaman tangannya membuat Rachel lega tapi hanya sesaat, tiba-tiba Farel pindah ke kiri dan menggenggam tangan kirinya.
"Tangan kiri kamu nggak keringetan kan?." tanya Farel dengan ekspresi serius.
Duh pengen nonjok mukanya tapi kok melas dan nelangsa begitu , Rachel gemas.
"Kakakaaa..." suara kecil dan imut itu mengalihkan pandangan semua orang.
Di sana Rafa kecil ada dalam gendongan Ayuma, mereka muncul dari samping rumah setelah selesai menanam beberapa bunga. Di baju Rafa masih terdapat sisa-sisa tanah begitu juga di baju Ayuma.
"Halo Tante Ayuma, Apa kabar? Sudah lama tidak jumpa. Aduh makin cantik aja nggak salah Om Edgar membawa kabur tante sampai ke Swiss buat dinikahi. Dede ucul ini benihnya Om Edgar yah. Mantap kali Anda, Om!." Rendy melirik ke arah Edgar mendadak menyesal sudah menggodanya saat mendapati tatapan membunuh Edgar.
"Hehe canda, Om. Udah jangan marah-marah gitu, tangan Om pasti gatal banget pengen nonjok saya, ya. Sekali lagi saya minta maaf, Om. Itu leher Om uratnya nonjol aja udah kayak bakso urat mukanya dilenturin lagi dong, Om. Jangan tegang-tegang gitu!."
Segala candaan sudah Rendy keluarkan tapi bukannya mereda, Edgar justru terlihat semakin marah. Rendy akhirnya pindah ke posisi samping Farel mencari perlindungan.
Ayuma tersenyum, "Suami tante memang seperti itu ekspresinya agak galak. Tapi sekarang galaknya plus-plus karena mulut kamu ngelantur sekali Rendy, kamu benar-benar tidak berubah masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Rendy yang ceplas-ceplos, jahil gak ketulungan pas banget nih barengan sama Farel berdua ini partner in criaem mnya banget kan?."
Rendy meringis sementara Farel hanya diam dengan pandangan tertuju pada Ayuma. Farel pun masih menggenggam erat tangan Rachel.
Ayuma mengalihkan pandangan pada Farel lalu pandangan yang turun pada tangan putrinya yang digenggam erat.
Farel berdehem melepas genggaman tangannya pada Rachel dan mendekati Ayuma.
"Tante Ayuma," Farel mengulurkan tangan, meraih tangan Ayuma dan mencium punggung tangannya. "Lama tidak bertemu Bagaimana kabar tante?."
"Kabar saya baik. Bagaimana kabar kamu Farel?."
"Saya juga baik tante."
"Baik." ucap Rafa.
Farel mengalihkan pandangan pada Rafa mengusap pipinya.
"Hai Aku Farel, kakak kamu."
__ADS_1
"Rel, kakak," Rafa menirukan sepotong-potong ucapan Farel Edgar mendekati pada ayuma dan mengusap pinggangnya sembari melempar senyum samar Kemudian mengulurkan tangan pada Rafa Rafa langsung pindah ingin digendong Papanya dengan manja bocah kecil itu menyandarkan kepala di bahu Papanya
"Om mau gendong juga dong!." Rendy mendekat pada Edgar.
"Awas kamu jauh-jauh dari saya." Edgar menatap tajam Rendy.
"Masih aja marah. Saya kan udah minta maaf Om."
Edgar masuk ke dalam rumah sambil mencuri ciuman di pipi putranya, Rendy mengekor di belakang Edgar sambil mencubit Pipi Rafa, yang sontak mendapatkan pelototan dari Edgar.
"Anak Om ganteng ya kayak saya."
"Mana ada kayak kamu, saya Papanya jelas mirip saya."
Rendy terkekeh ternyata menyenangkan mengganggu orang dingin.
Sekarang di halaman depan itu hanya ada Farel, Rachel dan Ayuma. Rachel mendekat pada Ayuma tersenyum dan mengusap rambut putrinya.
"Kaget ya ketemu dia?." Tanya Ayuma membuat Rachel tersenyum malu dan kikuk "Diapain aja tadi?." Ayuma menatap putrinya lalu mengalihkan pandangan pada Farel yang juga tersenyum canggung gugup.
"Dipeluk sama digenggam erat marahin dia mah, anak gadis Mama dipegang sembarangan," ucap Rachel yang dibalas kekehan Ayuma sementara Farel mengusap belakang kepalanya menyalurkan rasa gugup yang semakin menjadi-jadi.
"Maaf Tante, saya terlalu bahagia bertemu dengan Putri Tante. Saya tidak bermaksud kurang ajar." Farel mengangkat pandangan melirik pada Rachel mendadak jadi malu-malu padahal seberapa menit yang lalu dia begitu beringas
"Dia Farel Sahabat Kecil kamu, yang cowok jahil tadi namanya Rendy juga sahabat kamu."
"Tapi khusus saya saya sahabat spesial Rachel, tante." Farel buru-buru mengkoreksi.
Rachel jadi semakin penasaran bagaimana kisah masa lalunya hubungannya seperti apa yang dia dan Farel jalin sampai tiap bersitatap dengan Farel jantungnya berdebar kencang.
"Mah Aku ingin tahu lebih banyak tentang masa laluku!."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...