
"Iya mereka jadian." Jawab Rachel sambil melempar senyum pada lima temannya yang berkumpul di meja nya.
Setelah mendengar jawaban itu seketika wajah mereka sedih, diam-diam ada beberapa teman-temannya yang menyimpan rasa pada Farel.
"Yang cocok aja sih, yang satu cantik dan yang satu ganteng, Pembasket dan penyanyi pula."
"Iyah juga sih."
Rachel hanya menganguk-anguk mendengar curhatan mereka yang patah hati karena mereka tidak bisa mendapatkan Farel lagi , kurang lebih sama dengan yang Rachel rasakan saat ini. Atau bahkan luka Rachel lebih dalam sebab cinta nya jauh lebih besar dan jauh lebih dalam.
"Rachel lo ngga sedih Farel jadian sama Luna? bukannya lo suka sama Farel."
Rachel tertawa, "Suka? nggak lah, gue sama Farel cuman temenan doang."
"Masa sih? tapi kok mata lo kayak sembab gitu? lo habis nangis yah? kasian banget sih kamu, cinta bertepuk sebelah tangan. Gue sih dukung Farel dengan Luna soalnya mereka cocok. Kalau sama lo nggak cocok soalnya lo jelek sih hahaaa." sinis Bella. Teman sekelas Rachel yang selalu iri kepadanya.
Sejak semester 1 sampai sekarang, Bella seolah mencari celah untuk mengejekknya dan menjelek-jelekkannya.
"Bel, apaan sih lo gaji banget. Katakan kali mata lo bilang Rachel jelek." sinis seorang cowok.
"Tahu tuh, sebelum ngomong mending ngaca dulu. Muka kayak pantat panci sok ngapain spek bidadari kayak Rachel jelek, cih." tambah Wulan temen deket Rachel.
Dan pada akhirnya semuanya membela Rachel. Bela yang kesal dan malu memutuskan untuk keluar kelas dan tidak mengikuti kelas hari ini. Tapi sebelum keluar kelas, Bella melempar tatapan penuh permusuhan pada Rachel.
Bella tidak menyukai Rachel sejak masih kuliah. Rachel sangat cerdas dan menjadi kesanyangan dosen-dosen. Banyak juga teman-teman sejurusan yang menyukainya. Gara-gara Rachel, Bella merasa aura nya ketutupan.
Tak lama setelah Bella keluar dari ruangan dosen datang dan perkuliahan pun segera di mulai.
"Rachel, semangat." Wulan teman dekat Rachel menyemangatinya.
Rachel tersenyum dan menganguk. Lali menarik nafas dan mengeluarkan perlahan untuk mengembalikan konsentrasi. Masalah cinta tidak boleh mengganggu kuliah.
***
Jam empat sore, Rachel selesai kelas, karena membawa tidak membawa mobil atau motor, Rachel memutuskan untuk naik gocar saja.
__ADS_1
"Gila, Rachel lo cerdas banget. Pertanyaan Prof Rendy tadi jebakan dan lo bisa jawab dengan benar." Wulan melingkarkan tangan di lengan Rachel dan seperti biasa selalu memuji apapun yang Rachel lakukan. Rachel juga sering melakukan itu, memberi dukungan pada Wulan.
"Kebetulan gue pernah baca, jadi gue tahu. Makannya banyakun baca, bukan banyakin stalking Oppa-Oppa."
Wulan tertawa, "Stalking Oppa-Oppa bisa nambah semangat gue tau. Liat wajah mereka tuh, mata jadi seger. Kalau lo sih ngga perlu stalking lo punya temen cowok geng Farel itu yang ganteng nya ngga manusiawi itu."
Rachel hanya bisa tersenyum mendengar itu. Sejak SMA sampai kuliah ini banyak yang ingin masuk dalam circle pertemanan mereka, tapi mereka berenam Farel, Bastian, Rendy, Dypta dan juga Luna sudah nyaman dengan pertemanan mereka dan tidak ingin menambah anggota lagi.
Pernah ada beberapa yang nekat bergabung dan ikut kemana pun mereka pergi, pada akhirnya menjauh karena di abaikan.
"Akhirnyq yang di tunggu-tunggu ke luar juga."
Begitu tepat keluar kelas, Rachel langsung di sambut oleh suara Bastian, yang ternyata tidak sendiri ada Dylan dan Rendy.
"Kenapa kalian ke sini?." heran Rachel.
"Mau jemput Yayang Rachel." Rendy menarik lengan Rachel ke arahnya dan melingkarkan tangan di pundaknya. "Gue kangen sama lo, Yayang."
Wulan merasa kikuk berdiri dekat dengan tiga cowok tampan, Wulan heran Rachel bisa dekat dengan mereka tanpa melibatkan perasaan.
"Rachel gue pergi dulu yah, mau ke ruang Uks. Bye bye."
Rachel menghembuskan nafas kasar.
"Lo sih." Rachel menyikut perut Rendy dengan gemas.
"Gue ngapain?, temen lo si Wulan aja yang terlalu pemalu."
"Ya kalian bertiga ngapain juga kompak ke sini?."
"Gabut aja, pengen main sama lo. Yuk ah kelamaan. Kita makan-makan dulu sebelum pulang." ucap Bastian.
Bastian merangkul pundak Rachel dan menariknya paksa untuk berjalan. Dypta berjalan ke sisi kanan Rachel, sementara Rendy menarik-narik gemas rambut Rachel yang di kucir.
"Iih Rendy." Rachel melotot.
__ADS_1
Rendy tertawa, "Lucu yah rambut lo kayak buntut kuda."
Dan terjadi lagi Rachel menjadi pusat perhatian karena kedatangan ketiga teman nya ini. Biasanya malah ada Farel dan sejurusannya tambah heboh. Banyak dari teman-teman cewek sejurusannya yang sengaja mendekati Rachel agar di kenalkan kepada salah satu teman cowoknya. Tapi mereka mundur perlahan karena cowok-cowok ini sangat cuek.
"Oh yah kalian sudah tahu kalau hari ini Farel jadian sama Luna? kalian sudah memberi ucapan selamat kepada mereka?." tanya Rachel.
Mereka yang tadinya berbicara seketika diam. Tentu saja mereka tahu karena itu mereka ada di sini.
Mereka datang untuk menghibur Rachel, agar tidak sedih. Mereka ingin menunjukkan meskipun Rachel tidak memiliki Farel, dia masih memiliki mereka bertiga yang akan selalu ada untuknya.
"RACHEL."
Mendengar teriakan itu, Rachel dan yang lainnya menoleh ke belakang.
Beberapa cewek-cewek yang masih berada di koridor kampus juga menoleh ke arah Farel. Mereka menggigit bibir bawah terpesona dengan penampilan Farel yang menurut mereka terlihat maskulin. Kaos putih pendek dibalut dengan kemeja merah kotak-kotak yang tidak di kancingkan ditambah kalung yang bergelantung di leher nya di kombinasikan dengan celana jeans dan sepatu air jordan putih, membuat penampilan Farel sangat kekinian. Rambut yang acak-acakan juga menambah kadar ketampanannya.
Farel berlari mendekat.
Nafas nya terengah begitu sampai di depan Rachel. Setelah menemani Luna, Farel langsung ke kampus. Farel sempat frustasi saat melihat ruang kelas Rachel sudah kosong. Tapi untunglah dia menemukan Rachel di sini.
"Gue cari lo ke kelas tapi lo nggak ada, Syukurlah lo masih di sini. Ayu pulang bareng." Farel menggenggam tangan Rachel.
"Hadeh, dateng-dateng main pegang aja." Bastian menghempaskan tangan Farel dari pergelangan tangan Rachel.
"Gue mau nganter Rachel pulang."
"Rachel bisa pulang sendiri. Tapi sekarang Rachel akan pulang bareng kita-kita." ucap Bastian yang dibalas anggukan oleh Rendy dan Dypta.
"Gue mau bicara yang penting sama Rachel. Jadi untuk kali ini Rachel pulang sama gue."
"Penting apa sih? paling lo mau bilang, meskipun lo udah pacaran sama Luna. Lo akan selalu mengutamakan Rachel dan meminta Rachel selalu ada di sisi lo. Iyah kan? Gitu kan?." Bastian berdecih. "Lo belajar jadi playboy dari siapa sih? perasaan kita ngga ada yang mainin perasaan cewek kayak lo."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...