Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Mengejar Rachel


__ADS_3

Rachel menyipitkan mata tak habis pikir, "Lo gila Rel, sumpah!."


Rachel lelah bicara dengan Farel, mengambil kunci dari resepsionis hendak menuju lift. Tiba-tiba....


"Eh... FAREL!."


Rachel terkejut saat tiba-tiba Farel menggendongnya seperti menggendong karung di pundak kiri nya.


"Farel turunin gue!."


"Kita balik ke Apartement, dan kalau lo mau coba ****. Coba sama gue. Gue suka gaya 69 btw."


Rachel membulatkan matanya, "FAREL GUE BERCANDA." Farel memberontak dan memukul-mukul punggung Farel. Rachel tidak mungkin melakukan **** di luar nikah. Itu dia hanya bercanda, tapi kenapa Farel menanggapinya serius?.


"PAMAN SAM TOLONG AKU!."


Dypta yang baru sampai apartemen langsung menghampiri mereka.


"Apain sih lo ngga lucu!." Dypta merebut paksa Rachel dari gendongan Farel dan menariknya ke belakang.


Rachel yang berada di belakang tubuh Dypta menatap Farel yang sekarang terlihat begitu marah. Sorot matanya tajam, rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal. Rachel bingung kenapa Farel semarah itu.


"Minggir ini bukan urusan lo!."


"Bukan urusan gue?." Dypta berdecih. "Urusan Rachel jadi urusan gue juga!. Harusnya gue yang ngomong gitu sama lo. Lo siapanya Rachel sampai segitunya mengatur hidup nya!, sadar diri. Lo itu cuman temen. Nggak usah sok ngatur!."


Farel menarik tangan kanan Rachel dan menarik ke arahnya. Begitu juga dengan Dyta menarik tangan kiri Rachel.


Dan dari kejauhan Luna membawa paperbag berisi makanan untuk Dypta menghentikan langkahnya. Hati nya sakit sekali melihat Dypta begitu membela Rachel. Lalu pandangannya menurun melihat tangan Rachel di genggam Farel dan Dypta.


"Lepasin tangan Lo!." Farel menajamkan mata.


"Lo yang lepasin." Dypta tak mau kalah dan balik menatap Farel tajam.


Sekarang dua pemuda itu saling beradu tatap. Sementara Rachel berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman mereka. Dirinya benar-benar malu, itulah yang di rasakan Rachel saat beberapa orang yang masuk Apartement melirik mereka.

__ADS_1


"Lepasin gue!. stop kalian yang kekanak-kanakan kayak gini!."


Rachel menoleh menatap bergantian tubuh pemuda berbadan tinggi ini.


"Lo ngga denger, Rachel nyuruh lepasin cengkraman lengan lo." ucap Farel.


"Gue?. kalimat itu buat lo. Lo yang harus lepasin cengkraman tangan lo!." Dypta tak terima.


"Kalian berdua!, Lo Farel dan Lo juga Dypta. Lepasin cengkraman tangan kalian dari pergelangan tangan gue!." Rachel sampai melotot pada mereka, tapi mereka masin belum ada tanda-tanda melepaskan tangan Rachel.


"Eh eh eh itu Rachel kenapa kalian tarik-tarik?." Ucap Luna sambil berjalan ke arah mereka.


Mereka bertiga bersamaan menoleh dan kepada Luna, dan saat itu juga Farel melepaskan genggaman tangannya dari tangan Rachel.


Rachel terdiam dengan sorot mata tertuju pada pergelangan tangannya. Ada sedikit harapan Farel akan menggenggam tangannya meskipun di depan Luna. Tapi lagi dan untuk kesekian kalinya Rachel tersakiti oleh harapannya sendiri.


Benar apa yabg di katakan Farel, mengubah dari sahabat menjadi Cinta hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


"Kalian gak usah rebutin baby Achel, karena pasti aku yang akan menang. Iyah kan Chel?. Kalau aku, Farel dan Dypta rebutin kamu, siapa yang pasti kamu pilih?. Pasti aku kan?." Luna berpose lucu membuat Rachel tersenyum.


Rachel tertawa, "Pasti dong."


Lalu Luna melingkarkan tangan di lengan Rachel dan bergelonjotan manja di lengan sahabatnya itu.


"Kamu kok bisa ada di sini?, di Apartementnya Dypta." tanya Luna setelah melepas rangkulan Rachel.


"Oh iyah gue belum ngumumin di grup kalau mulai hari ini gue pindah ke apartement Dypta, Apart lantai sembilan di depan Apartement Dypta. Maaf yah baru bilang sekarang, rencananya nanti malam gue mau bilang di grup."


Luna terdiam dengan perasaan cemburu yang menyiksa, padahal Luna sudah mengincar unit Apart itu sejak lama. Luna juga sudah berbicara dengan pemilik gedung agar memberikan apartement kepadanya setelah penyewaan sebelumnya.


Tapi karena Luna akhir-akhir sibuk dengan series barunya, Luna lupa mengkonfirmasi lagi dengan pengelola gedung.


Luna jadi curiga kalau perempuan yang Dypta suka adalah Rachel?.


Luna pernah bertanya tentang perasaannya kepada Rachel. Tapi Dypta menjawab hanya sebatas teman saja.

__ADS_1


"Tapi tidak jadi!." ucap Farel selanjutnya. "Gue gak setuju lo pindah ke apartement Dypta."


"Setuju gak setuju, gue gak butuh pendapat Lo. Gue akan tetap pindah ke sini."


"Oke, stop jangan berantem lagi. Kalian gak capek apa berantem terus!." heran Luna. "Ya udah Farel, kalau kamu sedih Rachel pindah. Gue aja pindah ke sana."


"Beneran?." tanya Farel dengan wajah berbinar.


"Iya." Jawab Luna sambil melirik ke arah Dypta untuk melihat ekspresinya. tapi Dypta terlalu biasa saja. Ah, wajah Dypta memang datar, padahal Luna berharap Dyta cemburu atau melarang nya pindah.


Luna mengalihkan pandangan nya ke arah Rachel, " Rachel gue boleh pindah ke apartement lo?, nanti gue bayar sewa ke kamu."


"Boleh." Jawab Farel sambil merangkul tangan di pundak Luna, membuat Rachel yang baru saja hendak menjawab pertanyaan Luna menjadi bungkam.


Meskipun Rachel sendiri yang menyarankan Farel agar menyuruh Luna pindah ke apartement itu. Tapi merelakannya tidak semudah itu. Masih ada keinginan untuk kembali ke sana.


Tapi mau sampai kapan dia berharap pada sesuatu yang mustahil ia dapatkan.


Lebih baik Rachel berhenti sekarang, sebelum cintanya semakin dalam pada Farel. Tapi sayangnya cinta memang sudah sedalam itu. Sehingga untuk melupakannya pun membutuhkan waktu yang lama."


"Rachel sendiri yang bilang ke gue minta lo pindah ke apartement itu. Kalau lo udah pindah kita bakalan bebas melakukan Apa-pun yang kita inginkan." ucap Farel dengan mempertegas kata apapun sambil melirik ke arah Rachel.


"Farel, apaan sih. Gue nggak kok, enggak gitu. Jangan mikir aneh-aneh deh." Jelas Luna sambil menatap Rachel dan Dypta bergantian. Lebih tepatnya Luna menjelaskannya kepada Dypta, Luna takut Dypta berpikir yang tidak-tidak. Mana mungkin Luna melakukan itu dengan Farel. Luna tidak menyukai Farel. Luna hanya ingin melakukan **** dengan laki-laki yang ia cintai yaitu Dypta.


"Ya udah yuk, Rachel jadi pindah kan? Ayo aku bantuin."


Rachel menganguk.


"Dypta, lo mau bantuin pindahan Rachel, Ayo." Luna menarik tangan Dypta dan mengajakna masuk ke dalam lift bersamaan dengan Paman Sam dan dua orang yang membawa barang-barang Rachel.


"Rachel, Ayo!." Ajak Dypta.


Rachel mwnganguk dan berjalan mengikuti Dypta, Luna dan Paman Sam.


Farel menghela nafas berat dan mengikuti Rachel dari belakang. Sampai detik ini Farel belum rela pindah ke apartement Dypta. Farel akan terus membujuk Rachel agar pindah ke apartement lama.

__ADS_1


Tapi anehnya, harusnya Farel bahagia Rachel pindah. Otomatis Luna bisa pindah ke Apartement itu. Tapi entah kenapa Farel begitu sedih. Rasanya Farel tidak rela berjauhan dengan Rachel.


...*** MOHON LIKE DAN KOMMENT NYA YAH ***...


__ADS_2