Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Paart 183


__ADS_3

"Ren, kita mau kemana?." tanya Rachel begitu moge milik Rendy berhenti di lampu lalu lintas. Tadi pagi saat Rendy menyebutnya Rendy tidak mengatakan mereka akan pergi ke mana.


"Ke mana saja yang penting sama yayang."


"Dih," Rachel memukul punggung Rendy yang dibalut jaket Rendy terkekeh sambil memperhatikan wajah cantik Rachel dari spion.


"Yayang."


"Hm,"


"Kamu cantik banget pagi ini."


"Gombal banget!."


"Serius tahu kamu masih jomblo kan Nikah Yuk!."


"Rendy, mending lo diam aja deh daripada gue pecahin helm lo pakai kekuatan penuh."


Rendy tertawa, "Galak banget jadi makin sayang."


Rachel memutuskan untuk tidak menanggapi Rendy lagi, dan menoleh ke samping, mengendarkan pandangan ke sekeliling, namun, tiba-tiba kaca mobil di sampingnya terbuka, otomatis, gerakan refleks Rachel meratap ke arah kaca mobil itu.


"Eh, kamu..."


"RACHEL."


Rendy yang tadinya mengawasi perubahan lampu lalu lintas, menoleh ke samping, memperhatikan sumber teriakan yang memanggil nama Rachel, dan begitu menyadari siapa pemilik suara itu, seketika Rendy membulatkan mata.


"Brandon?." lirik Rachel ragu-ragu, karena foto yang dia lihat dengan wajah asli laki-laki yang bernama Brandon ini, cukup berbeda, mungkin karena foto yang Rachel memiliki Brandon masih berusia 20 tahun, sedangkan Sekarang usianya sudah 25 tahun, jelas memiliki banyak perubahan.


Tapi dari garis wajah, bentuk mata Rachel yakin laki-laki di sampingnya ini adalah Brandon apalagi tadi dia memanggilnya Rachel tadi.


"Rachel Ya Tuhan akhirnya aku menemukan kamu."


Brandon turun dari mobil saking kagetnya dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat tangannya sampai gemetaran saat membuka pintu mobil.


Sejak tadi Brandon sudah memperhatikan perempuan yang duduk di boncengan motor sampingnya namun Brandon ragu-ragu. Apakah itu Rachel atau tidak sampai akhirnya perempuan itu menoleh ke arahnya ternyata benar perempuan itu adalah perempuan yang dia cari selama 5 tahun ini.


"Rachel, Rachel ku."


"Brandon," lirih Rachel.

__ADS_1


Brandon baru saja mendekati Rachel tapi tiba-tiba Rendy sudah melajukan moge cukup kencang Rachel kaget reflek mencengkram kaos Rendy. Untung saja dia tidak terjengkal ke belakang karena Rachel terlalu fokus pada Brandon sampai tidak menyadari lampu lalu lintas sudah berubah hijau otomatis Rendy melajukan motornya.


"RACHEL, TUNGGU RACHEL."


Reflek Brandon mengejar motor Rachel. Brandon tidak bisa memikirkan apapun selain kakinya berlari begitu saja. Padahal seharusnya dia masuk ke dalam mobil dan mengejar motor Rendy.


Tin.


Brandon tersentak hampir tertabrak pengendara lain karena tidak hati-hati menyeberang. Mobilnya yang masih terparkir di tengah-tengah jalan juga mendapat banyak klakson dari mobil-mobil di belakang mobilnya.


"Sial," Brandon mengunpat, lalu masuk ke dalam mobil bergegas melajukan mobil mengikuti arah motor Rendy tadi.


Sepertinya Rendy memang sengaja menghindar seolah sengaja menjauhkan Rachel darinya.


Rendy tahu keberadaan Rachel, apa selama ini Farel juga tahu di sela-sela fokus menyetir Brandon bertanya-tanya dan menebak jawaban sendiri.


"Kenapa dia tidak memberitahuku sial! Farel memang tidak bisa dipercaya."


Kesalahan terbesar Brandon adalah mempercayai musuhnya sendiri sudah jelas sejak awal dia dan Farel bersaing mendapatkan cinta Rachel tapi Brandon percaya begitu saja saat Farel mengatakan mau berbagi informasi tentang keberadaan kenyataannya omong kosong Farel menyembunyikan Rachel untuk dirinya sendiri.


"Sial."


Brandon memacu mobil lebih cepat menelusuri jalan yang tadinya dilewati motor Rendy namun di sepanjang jalan ada beberapa belokan Brandon tidak tahu. Apakah Rendy tetap lurus atau belok dia sudah kehilangan jejak sekarang Brandon hanya mengikuti kata hati dan terus menelusuri jalanan.


"Ren,"


"Iya kenapa, Yayang?."


"Bisa pelanin motornya nggak, aku mau bicara."


Karena sepertinya mobil Brandon tak terlihat lagi, Rendy pun memelankan laju motor. Saat melihat Brandon tadi, refleks Rendy mempercepat laju motornya. Tentu, Rendy tidak ingin Rachel bertemu Brandon. Setidaknya sebelum ingatan Rachel kembali.


Tapi karena sekarang Brandon sudah melihat Rachel. Rendy yakin Brandon akan terus mencari Rachel apalagi sekarang Rachel tinggal di rumahnya yang dulu Brandon sudah pasti akan mendatangi rumah Rachel. Ah sial harusnya tadi Rendy menyuruh Rachel memakai masker saja.


"Kenapa? Yang? Mau bicara apa?."


"Tadi beneran Brandon kan?."


"Iya, tadi memang Brandon. Kenapa? kamu mau ketemu sama dia?."


"Euhm, mungkin kita bertiga bisa mengobrol sambil minum di kafe.

__ADS_1


"Yah Yayang gimana sih nanti Brandon jadi orang ketiga dong diantara kita. Enggak mau ah aku maunya berdua aja sama yayang."


Rachel menepuk gemas punggung Rendy.


"Kenapa kamu seolah menghindari Brandon. Ini bukan cuma perasaanku saja tapi aku yakin kamu memang sengaja menjauh tadi saja kamu buru-buru menarik gas motor berulang kali melirik ke arah spion seolah memastikan Brandon ada di belakang kita atau tidak. Memangnya Brandon pernah melakukan kesalahan apa selama ini. Kalian seolah memusuhinya?."


"Nggak ada masalah sih. Kami semua baik."


"Jujur saja, Rendy. Farel bilang Brandon mantan pacarku. Sejauh apa hubungan ku dengan Brandon dulu? Apa Brandon baik padaku? Atau Brandon justru jahat? Aku penasaran."


"Iya dulu kalian pacaran. Tapi cuman sebentar. Kalian gak punya banyak kenangan jadi nggak penting juga kalau kalian bertemu.


Di tengah-tengah obrolan mereka tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka. Rendy buru-buru mengerem. Sedetik saja telat mengerem motornya pasti menabrak mobil itu. Rendy mengumpat kesal mengutuk siapapun pemilik mobil itu.


Masalahnya sekarang dia sedang membonceng Rachel, kalau tadi benar-benar terjadi kecelakaan Rendy akan membalas orang itu sampai separah luka Rachel.


"Rendy kamu nggak apa-apa?." tanya Rachel sambil turun dari motor.


"Nggak papa kamu."


"Aku juga gak papa."


Rendy turun dari motor. Baru saja ingin mendatangi orang itu, tapi orang itu turun lebih dulu keluar dari mobil dan menghampiri mereka. Ternyata....pemilik mobil itu adalah Brandon. Rendy mengumpat untuk yang kedua kalinya.


"Rachel."


Brandon berdiri tepat di depan Rachel, "Ya Tuhan, kamu benar-benar Rachel? Rachelku sudah pulang."


Brandon memeluk Rachel.


"Eh," Rachel refleks mendorongnya. Rendy langsung bereaksi dan mendorong Brandon lebih jauh lagi dari Rachel.


"Maaf," Brandon mengusap tengkuknya. Karena terlalu senang bertemu Rachel, Brandon tidak bisa mengendalikan diri dan langsung memeluk Rachel begitu saja. Dalam batin Brandon merutuk diri nya sendiri. Bagaimana jika Rachel jengkel dan ilfiil karena tingkahnya tadi.


"Ck, gimana sih lo. Main peluk-peluk anak gadis orang," sinis Rendy.


"Maaf, gue terlalu bahagia bertemu Rachel, sampai nggak bisa mengendalikan diri," ucap Brandon dengan jujur, "Rachel, ku senang sekali kamu pulang. Kapan kamu kembali ke kembali?."


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2