Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 27


__ADS_3

"Apa yang lucu , Pa?." tanya Rachel.


Mendengar pertanyaan itu, Hendrawan pun mendongak, seketika terkejut melihat putrinya ada di depannya. Hendrawan pun buru-buru memasukkan ponsel nya ke dalam saku celanannya dan tersenyum.


"Bukan apa-apa, kamu sudah memilih?."


"Sudah Pah. Aku beli tiga."


"Cuman tiga?."


"Pengennya sih semua."


"Ya udah borong semua."


"Bercanda Pah."


Mereka pun berjalan menuju ke kasir untuk membayar belanjaan. Kasir memberikan kantong belanjaan berlogo Lv pada Rachel. Rachel pun menenteng kantong belanjaan itu dengan ceria.


"Sekarang kita mau kemana Pah?."


"Sepatu?."


"Okay." ucap Rachel senang.


Rachel pun berjalan di samping Papahnya menuju toko sepatu. Rasanya Rachel ingin melingkarkan tangannya di lengan Papahnya tapi Rachel takut Papahnya jadi bad mood. Rachel tidak ingin kejadian semalam terulang lagi.


"Di sini saja."ucap Hendrawan sambil belok ke salah satu toko sepatu. "Pilih sepatu yang kamu mau!, Papah tunggu di sini."


"Papah nggak mau beli juga?." tanya Rachel.


"Engga."


"Okey Pah."


Rachel pun memilih-milih sepatu.


"Mau pilih yang mana mbak?." Gerakan tangan Rachel yang ingin mengambil salah satu sepatu tertahan mendengar suara itu. Suara yang tak asing. Dan begitu menolehkan kepala benar saja pemilik suara itu...


"Luna?."


"Halo Rachel." Luna langsung memeluk Rachel. "Maaf yah tadi pagi aku nggak ikut ke rumah kamu. Aku sudah tanya ke Farel, Farel bilang kamu lagi sedih dan mereka datang untuk menghibur kamu. Kamu tahu aku hampir salah paham dan mengira kamu melupakan aku karena pergi berlima tanpa mengajakku."


Luna melihat postingan Rendy tentang foto yang di upload Rendy di akun sosial media miliknya. Di sana ada Farel, Bastian, Dypta, Rachel dan Rendy sedang berenang di rumah Rachel. Ada kecemburuan melihat foto itu, namun Dilara menyakinkan Luna untuk berpikir positif.

__ADS_1


Flashback On


Di pagi hari, DM Ig Luna penuh dengan hujatan Netizen julid.


[Dm Ig Luna Rawnie].


[Kasihan banget nggak di ajak. Cup cup kalau butuh stok tisu Dm gue aja. Nanti gue beliin. hahaaa]


[Yah, Luna nggak di ajak, nggak level anak kampungan kayak losi geng sama mereka.]


[Ada yang notes tapi bukan hujan. Ada yang panas tapi bukan api. Hahaaa kasihan sekali di lupain, katanya jadi Queen di geng itu, tapi nggak di ajak berenang].


[Luna , Luna harus nya lo sadar diri Lun!, Tuh liat pangeran-pangeran sudah memilih Queen nya.]


[Rachel sama Dypta cocok banget yah, gue Ship mereka. Lo Luna hus hus hus jauh-jauh sana. Jangan ganggu Dyta sama Rachel ku].


[Buka mata Lun, Tuh lihat Farel peluk bahu Rachel. Farel suka nya sama Rachel bukan sama lo. Nggak usah sok sok an Farel ngejar-ngejar lo. Jijik tahu!.]


[Lun, awalnya gue nge ship Lo sama Rendy, tapi kalau di lihat-lihat Rendy tuh cocok banget sama Rachel. Kek nya tuh aura Rachel mahal banget. Ngga kek lo murah banget, ampe basi, wkwkwkwk.]


[Butuh tali nggak?, siapa tahu lo mau gantung diri. Gue saran sih lo mati aja biar nggak sedih lagi di buang teman-teman lo. Wkwkwkwk...]


"Kenapa jari-jari mereka jahat sekali?."


"Sayang ada apa?."


Dilara meletakkan susu di meja. Lalu duduk di samping putrinya dan menariknya dalam pelukan.


"Kenapa? kenapa tiba-tiba kamu menangis?, karena komentar-komentar jahat lagi?."


"Iyah Ma. Tapi kali ini keterlaluan. Lihat ini Mah!."


Luna melepaskan ponsel nya dan menyodorkan ponselnya pada Dilara. Seketika hati Dilara mencelos setelah membaca satu persatu komentar jahat orang-orang di ig putrinya.


"Kenapa orang-orang begitu jahat padaku?, padahal aku tidak pernah melakukan apapun yang menyakiti orang lain. Apa salah aku mah? kenapa banyak orang-orang yang membenciku?. Apa karena aku berteman dengan geng orang kaya dan Rachel?, Apa anak orang miskin seperti ku tidak boleh bahagia?."


"Bukan begitu, Sayang?."


"Terus kenapa Mah?. Kenapa mereka sering membandingkan aku dengan Rachel? Terus kenapa seolah-olah aku ini menjadi peran antagonis di kehidupan Rachel padahal aku tidak melakukan apapun. Aku selalu menyanyangi Rachel. Aku bahkan menganggap Rachel sebagai kakak kandung sendiri. Tapi kenapa di mata orang-orang aku sangat jahat, Mah."


Dilara pun tidak mengerti kenapa banyak orang-orang yang membenci putrinya. Mungkin karena pekerjaan nya menjadi artis yang menjadi sasaran netizen julid yang tidak punya kerjaan dan iri pada kehidupan putrinya.


"Apa jangan-jangan apa yang mereka katakan benar. Kalau emang aku tidak pantas berteman dengan geng Farel dan Rachel. Apa karena aku bukan anak orang kaya atau karena aku tidak memiliki keluarga lengkap?. Tapi aku selalu berusaha mengimbangi mereka, Ma. Setiap hari berusaha untuk bisa selevel dengan mereka. Tapi kenapa mereka selalu merendahkan?. Sakit banget di banding-bandingkan dengan orang yang aku sayangi, Ma. Sampai kadang-kadang aku merasa insecure dan takut bertemu dengan Rachel karena takut di banding-bandingkan."

__ADS_1


"Sayang dengarkan Mamah!, kamu jangan merasa insecure. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing."


"Iyah Mah. Aku tahu. Tapi aku capek, sampai kadang aku ingin menjauhi Rachel agar orang-orang tidak membenci ku lagi. Lagu pula Aku sadar diri, aku tidak mungkin bisa menjadi Rachel. Kehidupan Rachel begitu sempurna. Dia anak orang kaya, memiliki orang tua lengkap, terutama Papahnya yang sangat menyanyangi Rachel. Dia juga punya sahabat yang sangat memprioritaskan nya. Sedangkan aku?.. aku bahkan nggak punya Papa, Ma."


Dilara tak kuasa menahan tangis, rasanya Dilara ingin sekali jujur bahwa Ayah Rachel juga Ayah kandungnya. Tapi takut keadaan mereka semakin rumit. Namun di sisi lain, Dilara juga merasa kasihan dengan putrinyayang sejak kecil tidak tahu keberadaan Ayahnya padahal Ayahnya tepat ada di depannya.


"Aku sangat menyanyangi Rachel tapi jika terus di banding-bandingkan kadang tanpa sadar aku bersikap sinis dan membenci Rachel."


Dilara melepas pelukan dan menangkup pipi Luna.


"Dengarkan Mamah, mulai sekarang Kamu berhenti membaca komentar-komentar jahat itu dan jangan dengarkan orang-orang yang terus membandingkan kamu dengan Rachel. Kamu tahu sayang, orang yang tidak akan pernah menyakiti kamu di dunia ini adalah Rachel. Rachel menyanyangi kamu dengan begitu tulus, Mamah bisa merasakan itu. Kamu juga menyanyangi Rachel kan?."


"Iyah Mah aku juga menyanyangi Rachel."


"Kalau begitu, ikuti kata hati kamu! jangan dengarkan hasutan netizen untuk membenci Rachel. Mereka hanya ingin memecah belah persahabatan kamu dengan Rachel atau dengan geng Farel. Suatu persahabatan akan hancur karena adanya rasa iri satu sama lain. Selama anggota grup saling mendukung dan menyanyangi satu sama lain, grup itu akan awet sampai kapan pun. Dan soal teman-temanmu yang berada di rumah Rachel mungkin ada urusan mendesak sampai mereka tidak memberitahu kamu. Seringlah berpikir positif agar hidup kita selalu positif sayang."


Luna tersenyum merasa lebih lega saat mendengar ucapan Mamah nya.


"Mau janji sama Mamah?."


"Janji apa Mah?."


"Janji apapun yang terjadi kamu tidak boleh membenci Rachel!. Apapun yang terjadi kami harus selalu baik hati. Jangan mengotori hati dan pikiran kamu dengan dendam, rasa iri dan dengki karena itu hanya akan membawa kamu ke dalam kesengsaraan. Teruslah berbuat baik meskipun orang-orang selalu mencap kamu dengan Antagonis."


Luna tak kuasa menahan tangis lalu memeluk Mamahnya.


"Terima kasih Mah. Kalau tidak ada Mamah, mungkin aku sudah menjadi orang jahat. Karena orang-orang selalu mencap orang jahat."


Dilara selalu menggenggam tangan putrinya agar putrinya tidak terjerumus ke jalan yang salah.


"Luna sayang Mamah."


"Mamah juga sayang Luna."


Dilara mengecup sisi rambutnya putrinya dan mengeratkan pelukannya. Didikan orang tua sangat penting bagi anak, dan Dilara akan terus mendidik Luna agar menjadi gadis baik.


Flasback Off


"Ngga Luna, kami nggak mungkin melupakan kamu.".


Luna melepaskan pelukan dan tersenyum, "Iyah Aku tahu terus gimana? kamu nggak sedih lagi? Sebenarnya kamu sedih kenapa? Aku tanya Farel, Farel bilang masalah biasanya tapi kali ini lebih parah. Aku bingung masalah biasa ini masalah apa?."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2