
Dengan lembut dan penuh kasih sayang Sarah mengusap punggung Rachel. Entah apa yang terjadi, tapi tangis sampai sesegukan seperti ini pasti ada kejadian yang menyakitkan.
Sarah teringat, waktu itu dia juga pernah menangis seperti ini saat untuk memutuskan untuk bercerai saking tidak kuatnya dengan sikap Anthony tapi masih sangat mencintainya. Saat itu Sarah dilema berat, cintanya masih begitu besar, tapi rasanya sudah tidak sanggup. Kira-kira 3 kali gugatan masuk ke pengadilan, tapi siapa yang menyangka takdir justru menyatukan mereka sampai sekarang.
"Ini minum dulu." Sarah mengulurkan air mineral kepada Rachel.
Tiga kali temukan, lalu Rachel menutup botol air mineral itu dan menyerahkan pada Sarah.
"Maaf Tante tiba-tiba aku menangis dan membuat Tante khawatir. Tante di rumah sakit ada apa? Apa Tante ada keperluan penting tapi gara-gara aku Tante membatalkannya."
"Tidak, Tante tidak ada keperluan penting. Kamu lebih penting Sekarang cerita sama Tante. Ada apa? Kenapa kamu menangis?."
Sarah mengusa9 pipi Rachel dan menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah nya ke belakang telinga.
Menceritakan kesedihan hatinya sekarang pasti membuat perasaannya lebih lega, tapi tidak mungkin Rachel menceritakan tentang Farel pada Ibunya sendiri.
"Ya udah kalau ngga mau cerita ga papa. Tante juga tidak akan memaksa. Kadang ada beberapa hal yang memang sulit untuk di ceritakan kepada orang lain."
Selalu, Sarah selalu pengertian seperti biasanya. Begitu lembut, penyanyang, penuh kasih. Diam-diam Rachel menjadikan Sarah idola figur kehidupan.
"Iya. Tante, terima kasih atas pengertian Tante."
Rachel menarik nafas dan mengeluarkan perlahan untuk menenangkan pikiran lalu menarik sudut bibir ke atas membentuk senyuman manis. Meskipun belum menceritakan apapun, berada dalam pelukan Sarah tadi membuat perasaan Rachel lebih lega.
"Setelah ini kamu mau kemana? ke kampus?."
"Iya, Tante. Tante bisa menurunkan di sini aku bisa naik Taksi ke kampus."
"Ngga dong Sayang. Masa Tabte menurunkan putri Tante di pinggir jalan. Tante mana tega, nanti kalau anak Tante di culik pemuda nakal gimana? mana cantik banget gini." Sarah mencapit pipi Rachel dan menekan-nekan dengan gemas.
Rachel tersenyum samar mendengar candaan Sarah.
"Oh yah, Tante. Aku ingin bicara sesuatu."
__ADS_1
"Bicara apa?."
"Tante masih ingat, Tante pernah memintaku berjanji untuk pmenemani Farel setidaknya sampai Farel lulus kuliah. Saat itu aku mengiyakan dan merasa sanggup melakukannya. Tapi seperti nya Farel tidak membutuhkan ku lagi. Sekarang sudah ada Luna. Mereka baru saja jadian tadi. Mulai sekarang sampai seterusnya Luna akan selalu ada di sisi Farel."
Oh ternyata itu alasannya, Sarah menganguk-angu. Sekarang dia mengerti kenapa saat keluar rumah sakit tadi Rachel menangis, Mungkin saja Rachel melihat Farel menyatakan cinta pada Luna.
Sarah sudah menyuruh Farel menyelami perasaannya lebih dalam dan ternyata hatinya memilih Luna.Ya sudah sebagai Ibu Sarah hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan putranya. Semoga juga Farel benar-benar mencintai Luna dan tidak ada penyesalan di kemudian hari
Dan untuk Rachel....
Sarah benar-benar merasa bersalah. Dengan janji itu Sarah berharap Farel lebih dekat dengan Rachel dan menyadari perasaannya, tapi ternyata janji itu justru menyakiti Rachel. Setiap hari, Rachel harus menahan sakit melihat Farel dekat dengan Luna. Menahan cemburu dan menahan sakit diam-diam. Pasti sangat menyiksa.
"Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, Rachel. Maaf waktu itu Tante meminta kamu berjanji. Janji yang pasti sangat menyakitkan untuk kamu. Mulai sekarang anggap saja kamu tidak pernah berjanji pada Tante."
"Iya Tante. Tapi meskipun aku tidak dekat lagi dengan Farel. Bolehkah sesekali aku main ke rumah Tante dan bertemu dengan Rana, Rani dan Reza?."
"Boleh, tentu boleh. Pintu rumah Tante selalu terbuka untuk kamu."
"Terima kasih Tante."
Sarah meraih lengan Rachel dan menyadarkan kepala ke pundaknya. Sejak kecil, Sarah bisa melihat perhatian Rachel pada Farel. Masih terekam jelas dalam ingatannya, seusai drama snow White, Rachel kecil menitipkan hadiah padanya untuk dia sampaikan pada Farel.
Sarah pikir saat itu ketertarikan Rachel pada Farel hanya sebatas rasa iseng. Tapi ternyata selama Sarah mengamati mereka, perasaan Rachel tidak berubah sedikitpun. Dan sorot mata nya berbinar, dari senyumannya yang mengembang ceria, dari wajahnya berseri-seri, ketika berada di dekat Farel, cukup menunjukkan betapa dalam nya perasaan Rachel pada Farel.
Tapi sayang Farel tidak menyadari itu Farel terlalu sibuk mencari sosok dirinya dalam perempuan lain.
Sarah sudah mencoba mengingatkan Farel untuk menyelami perasaannya lebih dalam, tapi entah apa yang dipikirkan oleh nya sampai memutuskan untuk memilih Luna.
Karena sejujurnya jika boleh memilih, Sarah ingin Rachel menjadi menantunya daripada Luna.
***
Sesampainya di kampus dan setelah mengucapkan terima kasih pada Sarah. Rachel langsung ke kamar mandi mencuci wajah sebelum masuk ke kelas. Gara-gara menangis tadi mata Rachel agak sembab. Setelah memastikan wajahnya tampak lebih segar Rachel langsung ke ruang kelas.
__ADS_1
"Nah itu Rachel, Rachel bener yah gosip yang beredar kalau Farel jadian sama Luna?."
"Rachel kasih info dong?. Gue kepo banget nih."
"Rachel serius?. Gue kira Farel suka sama lo soalnya lo deket banget sih sama dia. Patah hati gue, bukan gue sedih gara-gara Farel jadian sama Luna. Tapi gue kasihan sama lo. Lo pasti merasa di PHP in sama dia."
"Baguslah kalau Farel jadian sama Luna. Gue bisa puas pdkt sama lo."
"Rachel jadian sama gue aja lah."
"Enak aja, gue udah nungguin Rachel dari awal masuk kuliah woy."
Rachel yang baru saja tiba di kelas bingung mendapat rentetan pertanyaan dari cewek-cewek dan pernyataan cinta dari cowok-cowok. Dan dari yang membuat Rachel bingung dari mana mereka tahu Farel dan Luna jadian, padahal baru beberapa baru beberapa menit yang lalu mereka resmi berpacaran.
"Lo tau dari mana Farwl sama Luna pacaran?." tanya Rachel pada salah satu temannya.
"Gimana sih Rel, lo kan temennya masa ngga tau. Di IG Luna, dia posting foto. Coba deh liat sendiri."
Rachel duduk di kursi, meletakkan tas di meja lalu merogoh ponselnya. Menyalakan data dan langsung mengklik aplikasi instagram. Mencari profil Luna dan melihat postingan terakhir Luna.
Dan untuk kedua kalinya, Rachel patah hati melihat Luna memamerkan cincin berlian di jari manis nya ke arah kamera dengan posisi memeluk tubuh Farel. Meskipun Farel membelakangi kamera tapi dari tak dan bahu lebar nya, Rachel tahu itu Farel.
Dengan caption: Teman masa kecil, teman masa sekarang dan teman seumur hidup. Love you, My Hero.
Tak lupa Luna juga men-tag ig Farel.
"Gimana mereka beneran jadian?."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...