Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 58


__ADS_3

Farel berdehem. "Sekarang lo tinggal dekat Dypta, jadi lo bisa nyetok makanan atau belanja bulanan bersama Dypta."


Rachel menganguk, "Bisa saja Dypta, Rendy atau Bastian. Bisa sendiri juga. Lo juga bisa nyetok makanan atau bulanan bersama Luna."


"Hm."


Kemudian mereka hening kembali.


"Tapi masih bisa belanja bulanan bareng lo kan? hanya sekedar belanja tidak masalah kan?."


Rachel hanya diam, memilih menyibukkan diri dengan menyeruput kuah mie daripada menjawab pertanyaan Farel.


"Bisa kan Hel?."


"Ngga bisa Farel, minimal bertiga."


Farel menghembuskan nafas kasar, sedih dengan jawaban Rachel sampai terlintai di kepala nya sebuah penyesalan. Penyesalan harus jadian sama Luna sekarang sehingga dia tidak bisa bebas bersama dengan Rachel.


'Apa jika ia putus dengan Luna, agar Rachel mau berdekatan dengan nya kagi?'.


'Ah tidak! tidak mungkin' Farel buru-buru menepis pikiran itu. Bagaimana mungkin ia berpikir ingin putus dengan Luna sedangkan mereka baru saja dua hari jadian.


Rasa kehilangan Farel pada Rachel hanya rasa kehilangan sementara. Selama ini Farel terbiasa melakukan apapun bersama Rachel. Wajar jika Farel merasa kehilangan saat Rachel menjauh.


Farel yakin beberapa hari kedepan jika ia menghabiskan waktu bersama Luna, Farel tidak akan merasa kehilangan Rachel lagi.


'Iya pasti bisa, Farel bisa tanpa Rachel.'

__ADS_1


'Tapi bagaimana kalau tidak bisa,'


'Ah entahlah Farel bingung'.


"Btw lusa gue ada pertandingan lo mau dateng kan?."


"Final pertandingan Basket kemarin?."


"Bukan, final pertandingan Basket kemarin akan di gelar satu minggu lagi."


"Oh terus yang lusa pertandingan apa?."


"Pertandingan antar kampus, antar club Basket. Lo tahu kan selain bergabung dengan club Basket kampus juga bergabung dengan club-club lain."


"Iya.".Farel menoleh dan menatap Rachel dari samping.


"Ntar deh gue pikir-pikir dulu."


Jarak ini terasa semakin nyata dan semakin menyiksa. Rachel benar-benar menjaga jarak. Biasanya saat meminta sesuatu atau minta di temani ke suatu tempat. Rachel pasti menginyakan. Tapi sekarang...


Bolehkah Rachel - nya kembali seperti dulu. Farel ingin seperti dulu.


***


Hari H pertandingan Basket.


Rachel datang ke pertandingan Farel bersama dengan Luna. Tapi Rachel datang untuk Brandon. Sedangkan Luna, karena dia sudah resmi menjadi pacar Farel, Luna akan meluangkan waktu untuk Farel meskipun dia sangat sibuk.

__ADS_1


Sekarang dua gadis itu duduk di bangku penonton sambil menatap ke arah lapangan basket di mana tim Farel dan Brandon sedang mendapat arahan dari pelatih masing-masing.


"Ya ampun pacar ku ganteng banget." Luna menggigit bibir bawah saat Farel menyibak rambut ke belakang. Farel terlihat sangat menawan dan berkarisma dengan balutan seragam Basket itu, "Ganteng kan, Rel?."


Rachel menganguk, "Wajar cowok ganteng, masa cantik."


Luna tertawa, "Bisa saja, Sayang ku." Luna mencubit pipi Rachel dengan gemas, Rachel terkekeh.


"Btw Brandon ngga kalah ganteng kok kayak Farel."


Luna mengalihkan pandangan dari Farel pada Brandon. Di sana bersama tim nya Brandon terlihat sedang memberikan arahan pada timnya. Ah, iya Luna sampai lupa, Brandon adalah kapten basket yang tentunya menjadi pemimpin pada teman-temannya. Calon pacar Rachel keren sekali. Sampai saat ini Luna masih penasaran bagaimana Rachel bisa menarik perhatian Brandon.


"Rachel Sayang, kamu belum cerita kapan kamu kenal sama Brandon? terus kalian sudah sejauh mana?."


"Nanti deh cerita nya sekarang kita fokus aja dukung mereka."


"Oke. Tapi kamu hutang cerita sama aku."


"Iya, Luna." Rachel tersenyum dan mengacak rambut Luna, Luna tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2