Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 107


__ADS_3

Rachel langsung merapatkan bibir, terdiam seribu bahasa, berhenti memberontak dan memutus kontak mata dengan Farel lalu mengalihkan pandangan ke depan.


"Good." Farel mengusap rambut Rachel pelan, menutup pintu mobil, lalu menatap sekilas teman-temannya yang sedang memasukkan laki-laki itu ke mobil Bastian.


Farel mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil. Lalu tanpa menunggu waktu lama langsung meninggalkan parkiran kampus.


"Orang itu, nggak akan di apa-apain jan?."


"Nggak akan. Paling patah tulang dikit."


"Farel."


Farel tak menjawab, wajahnya masih dingin dan auranya terasa berkali-kali lipat lebih menyeramkan dari saat di parkiran tadi. Rachel sampai segan mengajaknya bicara. Farel memang bisa semenakutkan ini saat sedang marah.


Farel mengambil ponsel di dashboard mobil mengaktifkan kembali dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain sibuk menyetir.


Farel ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tujuannya langsung pada grup chat gengnya. Khusus mereka berempat tanpa Rachel dan Luna. Dulu mereka juga memiliki grup berenam, tapi sekarang sudah dihapus, tepatnya setelah Luna membuat onar di rumah pada waktu itu.


Di grup ini banyak screenshot IGS Luna. Farel pun membaca satu persatu screenshot-an itu.


Saat Farel sibuk melihat grup chatnya, Rachel mendapat telepon dari Brandon. Mata elang Farel sontak melirik ke arah Rachel dan ponselnya.


"Halo Brandon."


"Aku baru dengar berita dari teman-teman soal status di GS Luna. Ini pasti berimbas besar buat kamu? Kamu baik-baik aja kan?. Sekarang kamu di mana?.


"Aku baik-baik aja. Ini aku lagi perjalanan pulang, udah selesai kelas. Kamu nggak usah khawatir. Kamu ada persiapan pertandingan untuk masuk Timnas Basket kan? kamu fokus latihan aja."


"Beneran kamu ngga papa?."


"Iya, aku ga papa."


"Ya udah kalau ada apa-apa bilang sama aku."


"Iya, semangat latihannya, semoga kamu terpilih menjadi anggota timnas Basket."


"Hm, love you."


Rachel meremas tali slingbag nya.


"Boleh nggak kamu bilang 'I love you too' kata orang cinta akan tumbuh karena terbiasa. Mungkin jika kamu sering mengatakan 'Aku mencintai kamu', kamu akan lebih cepat mencintaiku. Semakin cepat juga kamu melupakan Farel."

__ADS_1


Rachel memperkuat remasannya pada tali slingbag lalu melirik pada Farel yang sedang sibuk menyetir. Rachel bisa melihat ekspresi Farel semakin menyeramkan, bahkan rahangnya terlihat keras.


"Sayang, please. Kata I love you dari kamu pasti memberiku semangat berkali-kali lipat untuk latihan hari ini."


Rachel menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan perlahan lalu mengatakan, "Love you too, Brandon."


Saat itu juga Farel langsung menoleh pada Rachel. Rachel juga bisa melihat dari ekor mata Farel menatap padanya. Namun Rachel tak berani menatap balik. Ah entahlah, entah kenapa sekarang dia jadi takut pada Farel padahal biasanya blak-blakan.


"Ya Tuhan, aku bahagia sekali mendengarnya. Love you, love you so much. Rachelku."


Rachel tersenyum samar mendengar suara riang Brandon. Kalimat yang Rachel Ucapkan dengan berat hati itu ternyata seberharga itu untuk Brandon. Tidak dipungkiri Rachel merasa bersalah sekarang.


Merasa bersalah pada Brandon karena sampai sekarang Rachel belum bisa mencintainya. Dan juga merasa bersalah pada dirinya sendiri karena terus membohongi dan memaksa diri sendiri untuk mencintai laki-laki lain.


Namun semua sudah terjadi, Rachel sudah berjanji pada Brandon untuk melupakan Farel dan akan mulai mencintai Brandon. Rachel akan berusaha menepati janjinya.


"Udah dulu ya, Sayang aku harus latihan lagi


Iya semangat!."


Rachel mengakhiri panggilan.


Farel mencengkeram setir mobil semakin kuat, tidak mengatakan apapun dan terus melajukan mobil.


...----------------...


[Luna : Maaf, Rachel, tapi aku ngga punya cara lain selain ini. Aku harap kamu mengerti dan tetap diam. Tolong jangan bicara apa-apa dengan media.


Kamu sangat baik, kamu juga pasti mengerti keadaan ku sekarang. Tolong, jangan membantah apapun yang aku tulis di Ig-ku.


Aku juga berterima kasih kamu tidak mengunfollow aku seperti keempat teman kita. Dan tolong tetap follow aku, Rachel. Aku sangat membutuhkan bantuan kamu sekarang. Aku sedang di ambang kehancuran. Hanya kamu yang bisa menyelamatkan ku.


Sekali lagi, jangan mengatakan apa-apa. Saat ada orang yang bertanya apakah Ig-s ku benar, tolong kamu bilang iya.


Aku mohon, selamatkan karir ku, Rachel. Aku sudah membangun karir ini sejak kecil, aku nggak mau gara-gara masalah ini karirku jadi hancur. Jangan lupa kalau kita saudara kandung, kita harus saling melindungi satu sama lain.]


...----------------...


"Rachel bales DM Aku."


Luna menggigit bibir bawah sambil mondar-mandir di ruang tamu apartement.

__ADS_1


Terhitung sudah satu jam Luna mengirim DM, tapi belum ada tanda-tanda balasan dari Rachel. Semoga saja Rachel segera membuka Instagram karena terakhir aktif kemarin .


Ah Rachel memang jarang menggunakan Instagram. Satu-satunya cara bisa berkomunikasi dengan Rachel hanya dengan DM ini. Iya Rachel sudah memblokir kontaknya.


Luna tidak mengerti kenapa Rachel tidak meng unfollow sejak kejadian di rumah Farel waktu itu, Rachel hanya memblokir nomornya saja.


"Rachel Please balas!."


Sambil mondar-mandir dan mengecek DM, Luna juga memantau berita online, akun-akun gosip di IG dan berita di TV.


Setelah dia membuat Story itu ada berbagai macam reaksi. Netizen yang awalnya menghujat gara-gara Geng Farel yang unfollow-nya, perlahan mulai bersimpati. Banyak juga yang penasaran cerita selanjutnya dan menginginkan dia live IG langsung. Manajernya juga mendukung apa yang Luna lakukan untuk membersihkan namanya.


Selain itu ada beberapa fans fanatiknya yang mulai menyerang IG Rachel. Tapi haters tetap membencinya.


"Semoga Rachel tetap diam seperti ini."


Sekitar satu setengah jam berlalu, sejauh ini masih aman. Rachel juga belum ada tanda-tanda akan membalas DM-nya.


Namun tiba-tiba...


"Eh," Luna terkejut saat instagramnya logout sendiri.


"Loh ini kenapa? kok bisa gini sih?."


Luna log in lagi namun email dan kata sandi salah. Luna mulai panik tapi tetap tenang. Kalu ini Luna memasukkan username IG dan sandi yang biasanya tapi tetap gagal juga.


Luna login ke second account nya. Akun ini biasanya dia gunakan untuk stalking artis-artis lain. Agar saat tanpa sengaja mengklik follow atau love, tidak ada kehebohan di antara para fans.


Luna mencari akun instagramnya dan mengklik profilnya. Luna membulatkan mata saat ada tanda merah di profilnya yang artinya ada update terbaru.


"Apa-apaan jangan-jangan IGSku di bajak? Siapa? siapa yang membajak IGS Ku?."


Dengan tangan gemetar Luna melihat IG story di akun nya sendiri, yang ternyata...


"Ya Tuhan."


Jantung Luna seakan berhenti berdetak saat melihat IG story miliknya menampilkan vidio papa dan mama nya yang sedang bercumbu. Luna mengenal sofa ruang tamu rumah lamanya. Di vidio itu juga ada tanggal vidio CCTV pada umumnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2