
"Kamu masih tanya ada apa ? Puas kamu sudah menghancurkanku? Tadi aku cek di rumah lama DiLara di bawah meja ruang tamu, ternyata ada kamera tersembunyi. Kamu yang selama ini meletakkan kamera itu kan? Selama ini diam-diam kamu mau mataiku dan Dilara kan?."
"Atau jangan-jangan kamu yang membajak IG Luna dan menyebarkan video itu? Oh satu lagi, jangan-jangan sebelum kamu pergi, kamu memasang kamera tersembunyi di setiap sudut rumahku dan memantau pergerakanku dan Dilara, kan? licik sekali kamu Ayuma."
Ayuma terkekeh, "Kamu, Dilara dan Luna, Memangnya kalian siapa? Kalian pejabat penting negara? Orang terkaya di dunia? Atau artis International sampai aku stalking kalian. Eh sorry. Kalian bertiga tidak sepenting itu. Astaga ternyata kamu humoris juga ya, bisa membuat lelucon sekonyol itu."
"Jangan tertawa kamu Ayuma. Sudahlah tidak perlu ngeles, Saya tahu kamu yang menyebarkan video itu. Gara-gara kamu, saham perusahaan saya menurun dan nyaris bangkrut. Saya akan menuntut kamu atas pencemaran nama baik."
"Silakan! Saya tidak takut. Saya juga akan menuntut balik kamu atas pencemaran nama baik saya, karena menuduh saya sembarangan menyebarkan video itu sedangkan saya tidak melakukan apa-apa."
"Sudahlah Ayuma, apa sih susahnya mengaku. Kamu masih cinta kan sama saya?. Kamu nggak rela saya menikah dengan Dilara, karena itu kamu mematai-matai saya?."
"Cinta? aku? Nggak salah kamu, Mas?." Ayuma tertawa.
"Mencintai kamu adalah hak terbodoh yang pernah aku lakukan. Dan aku nggak mau jadi orang bodoh untuk yang kedua kali dengan masih mengharapkan kamu yang jelas-jelas sudah menampakkan ku demi perempuan lain. Aku sudah mengubur nama kamu."
"Bohong, aku tau kamu masih mencintaiku."
"Terserah. Terserah kamu mau bilang apa. Lagi pula ya, Mas. Saya baru keluar dari rumah sakit. Kondisi saya belum sepenuhnya pulih. Saya tidak punya waktu mengurus kamu dan keluarga kecil baru kamu itu."
Hening beberapa saat,
Ayuma sampai mengecek ponsel yang ia tempelkan di telinga, apa Hendrawan sudah mengakhiri panggilan atau belum ternyata masih terhubung.
"Halo."
Ayuma mendengar helaan nafas panjang dari Hendrawan.
"Gimana keadaan kamu? Kamu sembuh? Dokter bilang Kamu sakit apa?."
Ayuma mengerutkan alis dalam, "Kenapa tiba-tiba Hendrawan menanyakan kabarnya di tengah perdebatan sengit ini. Nada suara Hendrawan juga tidak semanggebu-gebu tadi, terdengar lebih lembut.
"Ayuma, kamu baik-baik saja kan?."
Ayuma berdehem, "Tentu saja aku baik-baik saja. Kalau aku nggak baik sekarang aku pasti masih terbaring di rumah sakit."
"Terus Dokter bilang Kamu sakit apa ?."
"Kepo banget sih."
"Tinggal jawab aja. Apa susahnya!."
Ayuma berdecih, "Dokter bilang aku kelelahan."
"Memangnya kamu melakukan apa sama Samuel sampai kamu kelelahan?."
Ayuma ternganga, "Kenapa kamu tiba-tiba membawa nama Samuel?."
"Karena kalian pacaran. Setelah keluar dari rumah ku. Kamu pasti menghabiskan waktu paling banyak dengan Samuel kan ? Pacaran terus sih makanya jadi sakit gini."
__ADS_1
"Apa sih, Mas? nggak jelas banget kamu. Siapa juga yang pacaran sama Samuel. Aku capek gara-gara ngurus dokumen yang kamu bakar itu."
"Ya kalau gitu nggak usah diurus."
"Kalau nggak diurus kapan cerainya?."
"Ya nggak usah cerai."
Sesaat Ayuma membeku mendengar kalimat itu. Dan sepertinya Hendrawan juga sama terkejutnya dengan kalimatnya sendiri. Sampai-sampai keheningan menyelimuti mereka sekitar 5 menit.
Dan Ayuma segera mengakhiri panggilan.
"Astaga Mas Hendrawan aneh banget sih, aku blok aja deh!."
Ayuma memblok lagi nomor baru Hendrawan itu Ayuma udah bertekad untuk move on. Sering bertemu atau berkomunikasi hanya akan membuatnya sulit move on.
***
Jam 11.00 malam, setelah makan malam bersama mamahnya dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, Rachel rebahan di kasur kamar.
Akhirnya bisa rebahan juga.
Rachel menghembuskan nafas panjang sembari menatap langit-langit kamarnya. Hari ini sangat melelahkan. Dalam satu waktu terjadi banyak hal.
Untuk pertama kali, seumur hidup Rachel merasakan pembully separah itu. Bukan hanya sekedar hinaan, cemoohan, atau fitnah, tapi sudah pada luka fisik.
Setelah kejadian ini banyak yang memberi dukungan. Bella dan teman-temannya juga sudah meminta maaf. Tidak ada alasan bagi Rachel untuk tidak memaafkan mereka. Mereka juga sudah mendapatkan balasan yang setimpal. Bella dan teman-temannya di DO dari kampus.
Semua berkat teman-temannya. Rachel sangat bersyukur memiliki mereka.
Namun Luna belum minta maaf padanya.
"Luna."
Entah bagaimana keadaannya sekarang. Tapi sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
Dulu saat ada masalah kita selalu menguatkan satu sama lain, tapi sekarang kita justru menyerang satu sama lain.
Rachel memang tidak melakukan apapun, tapi teman-temannya yang bergerak untuk membungkam Luna sekaligus menghancurkan DiLara dan Hendrawan dalam waktu bersamaan. Tapi tetap saja itu serangan untuk Luna.
Tring....
Suara notifikasi chat wa membuyarkan lamunan Rachel.
Rachel ponsel di sampingnya. Ternyata ada chat dari Brandon. Ada juga chat dari teman-temannya, termasuk dari Farel juga. Tapi karena sekarang Brandon pacarnya, tentu saja Rachel memprioritaskan Brandon, meskipun dia sangat penasaran apa isi chat Farel.
[Brandon : Udah tidur?.]
[Rachel : Ini lagi rebahan, otw tidur.]
__ADS_1
[Brandon : Kalau gitu aku mau tidur juga, biar bisa otw ke mimpi kamu.]
[Rachel : Gombal.]
Lima menit setelah membalas pesan itu, Brandon tidak online lagi. Baru setelah membuka chat dari Farel.
[Farel : Sent pict. (foto Rachel sedang mangap)]
[Rachel : Heh, hapus nggak!.]
Bukannya di hapus Farel justru menjadikan foto aib itu foto profilnya. Seketika Rachel melongo dengan kepala mengabulkan marah.
[Rachel : GUE BILANG HAPUS. MALAH LO JADIIN PROFIL.]
[Farel : Suka-suka gue.]
[Farel : Gue juga bisa.]
Rachel mencari foto aib Farel terjebak di galerinya. Setelah dapat Rachel menjadikan itu sebagai foto profilnya.
[Rachel : Foto lo lagi garuk-garuk pantat dengan komik monkey mendarat cantik di Pp gue.]
Rachel ingat foto ini saat Farel menirukan monyet di kebun binatang.
Lalu ada chat Brandon masuk.
[Brandon : Foto profil kamu... foto siapa itu? Farel bukan?.]
"Eh," Rachel melototkan mata, "Ya ampun, aku lupa udah punya pacar. Kelamaan jomblo ya gini."
Rachel buru-buru menghapus foto Farel dari PP-nya dan mengganti dengan foto Brandon.
[Rachel : Hehehe maaf ya, itu tadi Farel jahil ganti foto profilnya pake foto jelekku, ya aku balas aja pake foto jelek dia.]
[Brandon : Ga papa, santai aja. Oh yah ini udah malem nggak tidur atau lagi tugas dan bergadang?.]
[Rachel : Udah selesai ngerjain tugas. Ini juga mau tidur kok. Kamu juga tidur ya.]
Rachel keluar dari chat room Brandon dan melihat chat Farel yang ternyata Farel mengirim lebih banyak foto aib dirinya.
[Rachel : KENAPA LO PUNYA FOTO AIB GUE SEBANYAK ITU.]
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1