
"Iya, Luna." Rachel tersenyum dan mengacak rambut Luna, Luna tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya.
"Oh yah." Rachel memberikan dua balon panjang kepada Luna. "Ini namanya baling tepuk supirter. Nanti kamu teriakin nama Farel sambil tepuk-tepukin balon ini, kayak gini." Rachel mempratekkan menepuk-nepuk antar balon.
"Oke Rachel, makasih."
"Sama-sama."
Pertandingan pun di mulai, para penonton pun mulai bersemangat memberikan dukungan pada tim kesukaan masing-masing.
"Ayo kita teriak," Ajak Rachel.
"BRANDON SEMANGAT," Rachel berteriak sambil menepuk-nepuk balon tepuknya.
"FAREL SEMANGAT," Luna juga ikut berteriak sambil menepuk-nepuk balon.
"BRANDON SEMANGAT JANGAN SAMPAI KALAH." teriak Rachel heboh seperti biasanya.
Brandon menoleh ke arah lapangan dan melempar senyum pada Rachel Rachel melambaikan tangan sambil tersenyum ceria.
"Bro pacar lo?." goda salah satu teman Brandon.
"Calon istri.".Sontak saja teman-teman Brandon tertawa. Cukup kaget karena selama ini meskipun banyak perempuan yang mendekatinya, Brandin terlihat tidak penduli. Ini pertama kalinya Brandon terlihat tertarik dengan seorang perempuan bahkan mengakui nya sebagai seorang istri.
Farel yang mendengar ucapan Brandon sontak memicingkan mata ke arahnya.
"Calon istri Calon istri. Jangan sembarangan ngomong lo!, Rachel nggak akan jadi istri lo! lo bukan tipe Rachel.
Brandon terkekeh, tidak menyahut justru menatap ke arah Rachek dan mengedipkan mata. Meskipun kedepan mata itu untuk Rachel, beberapa cewek yang duduk di sekitar Rachel ikut meleleh.
***
"Ih Brandon lucu banget, ya?." goda Luna. "Kedipan mata itu pasti buat kamu."
Rachel tersenyum, "Mungkin."
"Bukan mungkin lagi, sudah pasti itu. Cih Rachel." Luna menyenggol-nyenggol lengan Rachel.
Rachel bingung mau merespon apa dia hanya diam saja.
"Stop godain aku yah, mending sekarang kamu beri semangat Farel."
"Oke, tapi sesekali ngga mau teriakin nama Farel. Farel kan temen kita."
"Kan udah ada kamu. Ya udah sekarang kita semangatin cowok-cowok kita."
Luna terkekeh, gemas dengan semangat Rachel.
__ADS_1
"Aku juga mau nya gitu, ya aku mau teriak dan seheboh kamu. Tapi aku nanti malam ada undangan nyanyi takut suara ku serak dan habis. Ini aja gara-gara teriak-teriak tenggorokan ku jadi sakit."
"Oh iyah iyah." Rachel menatap sedih ke arah Luna. Sebagai seorang penyanyi , Luna harus menjaga suara nya.
Kadang Rachel sedih melihat Luna tidak bisa bebas makan, agar tenggorokan nya tidak sakit, Luna mengurangi makanan-makanan berminyak. Selain juga Luna harus menjaga body, gemukan dikit aja, banyak netizen yang menghujat.
Dengan segera Rachel mengambil botol minuman yang ada di dalam tas. Lalu memberikannya kepada Luna.
"Ini minum dulu, Luna."
"Terima kasih."
Rachel menganguk, "Sekarang ngga usah teriak-teriak lagi, Kamu bisa menyemangati Farel dengan menepuk-nepuk balon ini. Farel pasti ngerti kok."
"Iya."
"Jangan sedih kamu bisa menyemangati Farel dengan berbagai cara." Rachel tersenyum dan mengusap lengan Luna.
"Terima kasih, Rachel. Coba aja kalau kamu itu cowok udah aku pacarin kamu. Kamu orang yang paling pengertian yang pernah aku kenal."
Rachel tertawa, "Ada-ada aja kamu."
Selesai minum, Luna memberikan air minuman itu pada Rachel.
"Kamu minum juga biar lebih semangat nyemangatin mas Calon pacar."
"BRANDON SEMANGAT, KAMU PASTI BISA."
Rachel terus saja memberi semangat membuat Brandon semakin semangat mendribble bola. Dengan gesit Brandon menghindari lawan yang ingin merebut bola. Begitu dekat dengan ring lawan. Brandon meloncat dan melempar bola. Farel juga meloncat berusaha menghalangi bola, namun gagal bola berhasil masuk ke dalam ring.
"****!." Farel mengumpat.
Sementara Brandon bertos dengan teman-temannya.
"Cie yang ada pawang nya mainnya semangat bener."
"Habis ini kita makan-makanlah perayaan untuk Pak Kapten dan Bu Kapten."
"Yang mana sih Bu Kapten kok gue ketinggalan info."
"Yang itu di samping Luna penyanyi itu loh."
"Oh dia, anjay gue udah tandain dari kemarin-kemarin malah udah keduluan Pak Kapten. Yo mundur alon-alon."
Brandon tertawa mendengar celetukkan teman-temannya saat sedang jeda babak. Untuk sekarang timnnya masih memimpin. Melihat performa tim nya, Brandon yakin kali ini dia akan menang dari Tim Farel. Selama istirahat Brandon tak henti-hentinya melihat ke araha Rachel yang melambaikan tangan ceria ke arahnya.
"Tuhan dia manis sekali."
__ADS_1
Di sisi lain, Tim Farel sedang mendapatkan arahan dari pelatih.
"Farel saya perhatikan dari awal permainan sampai jeda kamu terus memperhatikan bangku penonton. Yah saya tahu kamu baru saja jadian sama penyanyi itu dan sekarang kamu sedang bucin-bucinnya. Tapi tolong untuk sekarang kamu fokus dulu sama permainan dan jangan terus menatap ke arah pacar kamu."
Farel menganguk, lalu meneguk air mineral dengan pandangan tertuju ke arah bangku penonton. Bukan Luna, tapi sejak tadi yang membuat dirinya tidak fokus adalah gadis yang berdiri tepat di samping Luna, Rachel Tanoepramudya.
Pada pertandingan sebelumnya, Rachel berteriak memanggil namanya tapi sekarang Rachel berteriak untuk laki-laki lain.
Farel seperti kehilangan separuh semangat, konsentrasinya buyar, fokusnya tak menentu, pikirannya tak berhenti memikirkan Rachel. Berharap sekali saja Rachel menyebut namanya. Bahkan melirik ke arahnya saja tidak, seluruh fokus Rachel tertuju kepada Brandon.
Permainan di mulai lagi.
"BRANDON SEMANGAT." Rachel kembali bersorak untuk Brandon.
Rachel juga ingin bersorak untuk Farel tapi sudah ada Luna. Toh Farel juga tidak membutuhkannya. Pertandingan yang waktu itu saja Farel melupakannya saat Luna datang. Itu artinya sejak awal Farel tidak membutuhkan dukungannya. Ya sudah lebih baik dia mendukung Brandon saja.
"Kok Farel kayak kurang semangat gitu yah. Rachel. Apa gara-gara aku ngga menyorakinya namanya."
"Bisa jadi. Tapi mau bagaimana lagi. Nanti tenggorokan kamu sakit, jangan di paksa."
"Iya tapi aku ngga tega sama Farel. Farel sangat membutuhkan semangat dariku."
"Ya udah, teriakin biasa saja."
"FAREL SEMANGAT KAMU PASTI MENANG." Luna berteriak sebisanya. Harusnya tadi sebelum ke sini dia membawa toa saja biar suara nya bisa lebih keras.
"Brandon."
Brandon menerima bola yang di berikan temannya.
"Farel halangi."
Brandon berlari sambil mendribble bola. Sedangkan Farel berusaha merebut.
"BRANDON AYO, SEMANGAT."
Dari sekian banyak teriakan telinga Farel sangat peka dengan suara Rachel. Suara yang sangat Farel harapkan menyebut namanya sekali saja tapi sampai sekarang pun Farel tidak mendengarnya.
Sementara Brandon yang masih mendrible bola mengenyitkan alis melihat Farel yang tampak tidak konsentrasi. Entah apa yang lawannya pikirkan. Brandon menggunakan kesempatan itu untuk berkelit dari Farel dan melempar ke dalam ring.
Masuk.
Pritt.
.
.
__ADS_1
Bersambung...