Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 23


__ADS_3

Rachel pun meraih ponsel dan menelpon Bastian.


"Halo Beb!, kangen yah malam-malam gini nelpon?."


Bastian sering memanggil dengan panggilan random, kadang Beb, Sayang, Honey, lovely sesuka hati dia aja.


"Hh gue kangen sama Lo, keluar yuk cari angin.


Bastian tidak langsung menjawab tapi terdiam sesaat.


"Suara lo kenapa? kok agak serak gitu, Lo habis nangis?."


Mendengar pertanyaan itu membuat Rachel justru ingin menangis lagi. Rachel akan baik-baik saja, dan bisa menahan tangis nya selama tidak ada yang bertanya, Are you okey?, Kamu menangis?, ada apa?. ketiga pertanyaan itu membuat Rachel meruntuhkan pertanyaan Rachel untuk tidak menangis.


"Rachel Lo baik-baik saja kan?"


Rachel menggigit punggung tangannya untuk menahan diri untuk tidak menangis. Kemudian menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan.


"Iyah lah gue baik-baik saja. Emang gue kenapa? Gue itu sedih tadi habis nonton drakor terus main-lead nya mati jadi gue sedih banget. Pengen healing aja, lo ada di Jakarta ngga? atau masih di Bandung sama Opa?."


"Hhmm aku masih di Bandung."


"Oh yah kalau gitu semangat yah."


Rachel langsung mengakhiri panggilan sebelum Bastian bertanya-tanya lagi dan akhirnya Rachel menangis lagi. Rachel sedang tidak ingin menangis lagi. Rachel ingin yang bahagia-bahagia aja. Rachel berharap bisa menghabiskan waktu bersama Bastian tapi sepupunya itu sedang di luar kota.


Pilihan kedua Rachel menelpon Rendy.


"Halo Rendy?."


"Halo, yayang. Aduh malam gini di telepon Yayang jadi deg-degan."


Rachel tersenyum mendengar candaan Rendy.


"Lo masih di Bogor?."


"Iyah, kenapa kangen yah? kalau bilang Iyah gue akan langsung terbang ke Jakarta."


"Terbang?, kayak punya sayap aja."


"Kan ada sayap-sayap cintaku. Gini yah yayang Rachel, jangankan antar kota, antar laut pun gue sebrangi demi lo."

__ADS_1


Rachel tertawa ada-ada aja candaan Rendy.


"Lo belum bilang, tumben lo nelpon malam-malam gini?, Ada apa?." tanya Rendy dengan nada serius.


"Ngga papa kok, tiba-tiba pengen nelpon aja.


"Serius? tapi kenapa suara lo serak ? khas orang lagi habis nangis gitu."


"Nangis ? hahahaa engga kok. Gue baru bangun tidur. Makannya suara gue gini. Gue baik-baik saja. Udah dulu yah, semangat kuliahnya sambil jalan-jalan."


Rachel pun langsung kembali mengakhiri panggilan sebelum Rendy bertanya seperti Bastian tadi.


"Semua orang kagi pada sibuk." Rachel menghela nafas panjang. "Dypta sibuk ngga yah?."


Rachel pun menelpon Dypta tapi tidak di angkat.


Begitu melihat profil deskripsi nya, di sana tertulis 'sedang hibernasi' artinya Dypta sedang tidak ingin di ganggu. Sepertinya dia sedang begadang dan fokus menyelesaikan desainnya.


Rachel pun menyerah, akhirnya memilih untuk tidur. Itupun setelah menangis panjang sampai jam 2 malam.


***


Pagi menjelang.


Setelah di rasa membaik, Rachel memposisikan diri duduk sambil meregangkan tangan.


"Jam berapa sekarang?." Rachel meraih ponsel nya ternyata sudah jam 07.00.


Meletakkan ponsel di nakas, Rachel turun dari ranjang, ingin menuju kamar Mamahnya. Rachel ingin melihat kondisi mamahnya, setelah pertengkaran tadi malam. Mamah pasti sedih. Rachel ingin memberikan semangat kepada Mamahnya.


Rachel menguap sambil berjalan dan otomatis matanya terpejam. Tiba-tiba....


"Eh."


Rachel merasa menginjak sesuatu dan ternyata itu tangan Rendy.


"Rendy?."


Rendy bergerak-gerak kecil dan memposisikan diri tiduran miring menghadap Farel dan memeluknya.


Rachel membulatkan mata nya saat melihat Rendy, Farel, Bastian dan Dypta tiduran di karpet bulu kamarnya. Mereka tiduran dengan posisi Farel dan Dypta terlentang, sementara Rendy memeluk Farel, Bastian memeluk Dypta. Sesekali Rendy dan Bastian saling tarik menarik selimut karena letak mereka di ujung dan selimut tidak menutup tubuhnya mereka.

__ADS_1


Entah mimpi apa, Dypta tiba-tiba mengangkat tangan dan menabok wajah Farel. Masih dengan mata terpejam, Farel menggerutu, lalu memposisikan diri miring dan memeluk Dypta. Dypta juga miring dan memeluk Farel. Otomatis Rendy dan Bastian ikut merapat dan tubuh mereka semua tertutup selimut dan mereka pun tidur dengan nyenyak.


"Kenapa mereka bisa ada di sini?, apa aku mimpi seorang?."


Rachel mencubit pipi dengan keras, saking kerasnya dia sampai kesakitan sendiri. Dan ternyata memang dia sedang tidak bermimpi.


"Jadi semalaman mereka di sini?, kok bisa?."


Entah bagaimana mereka ada di sini. Tapi yang jelas kehadiran mereka membuat Rachel sangat bahagia. Ternyata dua semalam tidak tidur sendiri, ada teman-temannya. Sesuai janji mereka, sesibuk apapun mereka jika Rachel sedang ada masalah mereka akan selalu ada untuknya.


"Terima kasih." ucap Rachel tak kuasa menahan tangis.


Rachel pun meraih ponsel nya dan memfoto mereka.


"Lucu banget, gemas," Rachel mengambil banyak foto dari segala sisi. Jarang-jatang mereka tidur seperti ini setelah lulus SMA. Saat SMA dulu mereka masih satu kelas sehingga lebih banyak waktu bersama. Setelah masuk kuliah mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Puas memfoto, Rachel meletakkan ponsel di meja. Lalu berjongkok di dekat kaki mereka.


"Kalian datang buat gue? Terharu sekali, Sayang kalian banyak-banyak."


Dengan senang dia menggelitik kaki mereka.


"Enggh," Rendy melenguh dan mengangkat kaki nya. Begitu juga Farel, Dypta, Bastian dan Rendy tampak kesal.


Rachel tertawa riang sambil menggelitik kaki mereka.


Lalu tiba-tiba....


"Kena lo."


"Arrghh." Rachel terkejut saat tiba-tiba Bastian bangun dan meraih tubuhnya.


"Sini Lo. Ini pembalasan dari gue!." Farel meraih kaki Tavhel lalu menggelitik telapak kakinya. Sementara Bastian dan juga Rendy tertawa.


"GUE NGGA JADI SAYANG KALIAN. GUE BENCI KALIAN."


Mereka semua kompak dan tertawa bersama saat itu. Reaksi Rachel di jahili tidak pernah gagal dan membuat mereka tertawa.


Lalu tiba-tiba mereka saling lirik dan menganguk secara bersamaan.


"Eh eh apa?, kenapa kalian saling kode-kode an begitu? Awas yah macam-macam.

__ADS_1


Bastian tiba-tiba menggendong ala bridel style dan membawa nya keluar kamar.


APA YANG AKAN DILAKUKAN BASTIAN KEPADA RACHEL YAH, TUNGGU BAB SELANJUTNYA


__ADS_2