Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 154


__ADS_3

Dalam tangisnya Luna tersenyum, "Nggak, Sayang. Mama nggak berniat jalan, maaf mau cari taksi."


"Naik mobil aja, ayo!."


Luna akhirnya ikut bersama Brandon masuk ke dalam mobil. Tak tega juga pada Kevin yang kepanasan.


Setelah itu Brandon melajukan mobil pulang. Luna duduk di samping nya sambil memangku Kevin. Kevin menyandarkan kepala di dada Luna dengan kepala menoleh pada Papa nya yang sedang menyetir. Luna menatap keluar jendela dengan air mata yang sesekali mengalir. Luna bersyukur Kevin tidak menatapnya sehingga putranya tidak perlu melihat nya menangis.


Namun dari dada Luna yang bergerak tak beraturan saat sesekali terisak membuat Kevin menyadari tangisannya.


"Papa."


"Iya," Brandon yang sedang menyetir menoleh pada Kevin dan mengusap rambutnya. "Ada apa Sayang?."


"Papa Sayang Kevin?."


"Sayang dong, Sayang banget!."


"Kalau sama mama? Papa Sayang mama?."


Brandon terdiam sesaat dan melirik Luna yang menatap ke luar jendela.


"Kok papa jawabnya lama?."


Brandon berdehem, "Papa Sayang kok sama Mama."


"Bilang sayang nya sambil usap-usap rambut mama dong, seperti papa usap rambut Kevin tadi."


"Papa kan lagi nyetir."


"Kan nyetir nya bisa pake satu tangan. Ayolah pa!." rengek Kevin dengan suara yang sangat imut, yang membuat Brandon tidak akan pernah bisa menolak keinginannya.


Demi putranya Brandon harus melakukan itu.


"Mama, papa Sayang sama mama." ucap Brandon sambil mengulurkan tangan dan mengusap rambut Luna.


Kevin tersenyum, "Gitu dong papa, Kevin mau papa bilang sayang sama mama setiap hari. Kalau nggak Kevin akan marah sama papa."


***


Swiss. 10.00 pm


Malam hari, Rendy melalangbulana ke sana kemari, katanya mau ketemu Ariana, makan ke club dan kemana saja. Dia ingin memaksimalkan waktu liburan di sini.


Dari siang sampai sore tadi Rendy sudah melepas rindu dengan Rachel. Rendy puas menjahili Rachel sampai membuatnya nyaris menangis. Rendy juga puas menggoda Ayuma dan Edgar sampai Edgar ingin melempar pisau ke arahnya.

__ADS_1


Mereka duduk bersisihan di bangku panjang. Rachel duduk di pojok kiri, sementara Farel duduk di tengah-tengah. Lima belas menit mereka duduk di sana. Tidak ada pembicaraan. Rachel menatap ke depan, menatap hamparan rumput hijau dan bunga-bunga di bawah lampu redup. Tampak cantik dan indah di malam musim semi ini.


Namun keindahan itu tak mampu membuat Farel memalingkan pandangan dari wajah Rachel. Sejak tadi Farel terus menatap Rachel.


"Bisa tolong jangan menatapku begitu. Kamu seperti ingin memakanku."


"Eh, maaf," Farel tersenyum kikuk sambil mengusap belakang kepala, bahkan tidak sadar menatap Rachel seintens itu.


"15 menit kamu menatapku seperti itu."


"Oh ya aku pikir aku baru menatapmu 5 menit."


Rasanya Farel betah menghabiskan sepanjang hari, selama 24 jam hanya untuk menatap Rachel. Farel tidak akan pernah bosan, justru merasa waktu berlalu dengan cepat. Seperti tadi Rachel bilang Farel sudah menatapnya selama 15 menit Tapi menurut Farel baru beberapa menit.


'Dia cantik sekali.'


Farel jadi semakin gugup dan enggan memalingkan pandangan. Lima tahun tidak bertemu secara fisik ada beberapa perubahan pada Rachel. Dia semakin cantik rambutnya panjang dengan model poni see-thorough bangs, tampak cocok sekali dengan bentuk wajahnya. Pembawaannya lebih kalem dan terlihat dewasa. Body language-nya terlihat anggun dan mempesona. Suara nya juga lebih tenang, enak sekali di dengar.


"Kamu benar-benar tidak mengenalku? sama sekali?."


Rachel menggeleng, "Sejak tadi siang, aku berusaha mengingat kamu. Tapi maaf aku sama sekali tidak ingat."


Farel mengangguk-angguk sembari berpikir mencari cara bagaimana mengembalikan ingatan Rachel. hingga sebuah ide terlintas dalam kepalanya.


"Aku punya beberapa foto dan video. Kamu mau lihat?"


Senyum Farel mengembang, lalu pamit sebentar masuk ke dalam rumah untuk mengambil ponsel yang ada di kamar ruang tamu. Untuk sementara, Selamat tinggal di sini, Farel tidur di ruang tamu bersama Rendy.


Setelah mengambil ponsel, Farel kembali lagi duduk di samping Rachel. Kali ini posisi duduknya tidak di tengah-tengah bangku melainkan agak mepet pada Rachel.


"Bisa geseran dikit, sempit."


"Eh, heheh, oke," Farel terkekeh dan bergeser sedikit. Hanya sedikit sekali, Rachel sampai terheran-heran dengan laki-laki ini. Kenapa dia ingin nempel-nempel terus?.


Sekarang berdehem dan menyalakan ponselnya. Sejak tadi dia sengaja meninggalkan ponsel di kamar agar dia bisa fokus berbicara dengan Rachel tanpa ada yang mengganggu.


"Aku punya banyak foto kamu."


"Banyak?."


"Iya banyak, foto kamu lagi makan, foto kamu lagi belajar, foto kamu baru bangun tidur, foto kamu ngiler, foto kamu cosplay jadi kambing, foto kamu manjat pohon tetangga. Ada juga video-video kamu godain anak kecil sampai dia nangis waktu kita antri makanan, video kamu nari blackpink, video kamu mukbang 100 cabe sampai bibir kamu bengkak, video kamu hujan-hujanan sampai kamu kecebur got, video paling lucu dan legend itu waktu kamu salto terus kejungkal hahaha." Farel tertawa.


Rachel meringis, "A-apa aku se absurd itu?."


"Iya kamu agak aneh dulu, tapi aku suka lucu dan imut. Tapi kamu lebih banyak Barbar nya. Mau lihat sekarang?."

__ADS_1


"Iya mau banget."


Farel menggunakan kesempatan itu untuk merapat lagi pada Rachel, Rachel yang sudah sangat penasaran dengan foto dan videonya tidak sadar dengan segala kemodusan Farel. Sekarang posisi mereka sudah sangat dekat bahkan dengan mereka saling bersentuhan.


Tuhan, deg-degan, batin Farel sambil menggigit bibir bawahnya.


"Mana?." tanya Rachel tak sabar karen Farel diam saja.


"Eh, i-ini." Farel membuka galeri ponselnya dan menunjukkan foto dan vidio-vidio Rachel. Selama 5 tahun ini Farel sudah ganti ponsel tapi tetap menyimpan ponsel yang ini.


"Wow 10.000 foto dan vidio. Banyak banget," Rachel menoleh pada Farel dengan mata menyipit. "Jangan bilang selama ini kamu menguntitku terus dan diam-diam memfoto ku?."


Farel melotot dan menggeleng kuat.


"Sebenarnya aku juga baru sadar di galeriku ada banyak foto dan video kamu. Aku bahkan gak sadar memfoto kamu. Sejak saat itu aku sadar kalau selama ini diam-diam aku juga mengagumi kamu dan tanpa sadar aku ingin mengabadikan setiap hal yang kamu lakukan. Semacam refleks. Kamu dan teman-teman yang lain juga sering selfie di ponselku ini jadi fotonya lumayan banyak."


Rachel mengangguk-angguk dan lanjut melihat foto dan video-videonya lagi. Sementara Rachel fokus melihat foto-foto itu. Farel fokus menatapnya dari samping titik Farel juga mengangkat tangan ke belakang tubuh Rachel dan meletakkan di punggung bangku.


'Akhirnya gue punya full momen,' Farel tersenyum gugup dalam batin.


"Foto berenam ini, ini kamu, ini Rendy, ini aku, terus yang dua cowok sama cewek ini siapa?." Tanya Rachel sambil menunjuk foto di layar ponsel Farel.


"Yang ini Dipta, yang ini Bastian, ini Luna. Bastian itu sepupu kamu."


"Oh yah?."


"Oh yah Dipta sahabat kamu, posisinya sama seperti Rendy. Kalau aku aku sahabat spesial kamu."


Rachel tersenyum, "Martabak kali ah spesial."


Farel tertawa kecil.


"Terus ini siapa,"


"Ini Luna, sahabat kita juga."


"Oh ada satu lagi, aku mau nunjukin foto seseorang." Farel membuka IG dan mencaru profil Brandon. Brandon jarang mengupload foto, hanya foto pemandangan alam dan foto saat dia bermain basket.


"Ini, namanya Brandon. Dia ini penjahat kelamin. Kalau kamu kembali ke Indonesia dan ketemu orang ini. Kamu harus kabur."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2