Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 155


__ADS_3

Rachel tertawa, "Kamu pasti bohong."


Aku nggak bohong serius Farel menunjukkan ekspresi paling serius tapi entah kenapa justru membuat Rachel semakin terpingkal.


Farel berdehem, "Hubungan kita di masa lalu itu cukup rumit. Aku yang memperumit hubungan kita, aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaanku. Sejak awal aku terobsesi dengan ibu tiriku yang bernama Mama Sarah. Aku ingin cari sosok seperti mama. Saat itu Luna berasal dari panti asuhan dan aku mulai terobsesi pada Luna lalu seiring berjalan waktu, aku mulai sadar perempuan yang aku cintai bukan Luna tapi kamu tapi sayang semua sudah terlanjur rumit, dengan aku yang jadian dengan Luna dan kamu jadian dengan Brandon. Kita dalam diam kita saling menahan rindu."


Rachel mendengar sembari menatap Farel dari samping Farel mulai bercerita awal mula Rachel kecelakaan sampai Rachel pergi Farel juga cerita tentang Brandon dan juga Luna.


"5 tahun, aku mencari kamu ke berbagai tempat. Tapi aku selalu pulang dengan tangan kosong. nihil, Aku tidak pernah menemukan kamu. Saat rindu aku melihat foto dan video kamu, kadang-kadang juga membaca riwayat chat kita yang dulu. Kadang-kadang juga yang memeluk baju kamu yang tertinggal di apartemenku. Aku rindu kamu." Farel sembari tersenyum dengan pandangan menerawang jauh ke depan.


"Berkat mengiyakan ajakan liburan ke sini, aku menemukan kamu. Tapi saat di taman tadi pagi, aku mengikuti kata hatiku dan benar saja kalau di sana ada kamu."


Farel menoleh pada Rachel, yang ternyata Rachel juga menatapnya entah sejak kapan.


"Apa kamu sudah mulai mengingat?."


Rachel menggeleng maaf.


"Nggak papa nggak usah dipaksa yang penting sekarang kita sudah bersama."


Farel mengulurkan tangan dan menyelipkan rambut ke belakang telinga Rachel.


"Aku bersyukur, aku menemukan kamu dalam keadaan baik-baik saja. Selama 5 tahun, aku sering terbangun dengan mimpi buruk. Mimpi kamu meninggalkan aku. Kamu pergi jauh ke tempat yang hanya bisa Aku datangi setelah aku mengakhiri hidup. Aku takut kamu tidak menghirup oksigen yang sama denganku."


"Aku masih hidup,"jawab Rachel. Mata sendunya, suara berat dari dalamnya, serta tangannya yang gemetar menyentuh pipi, Rachel bisa merasakan kekelutan dan ketakutan Farel. Apa sebegitu besar rasa cintanya?


"Aku benar tidak ingin berpisah dengan kamu lagi, jika ingatan kamu tidak bisa kembali aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku lagi. Lalu saat kamu amnesia, aku juga akan membuat kamu jatuh cinta lagi. Apapun itu, aku akan lakukan apapun agar kamu tetap di sisiku. Aku sangat mencintai kamu Rachel."

__ADS_1


"Aku... aku juga ingin ingatan ku kembali. Aku ingin tahu bagaimana kehidupan ku di masa lalu."


Farel tersenyum, senang mendengar jawaban Rachel.


"Kalau gitu pulang bersamaku kembali ke Indonesia. Mungkin di sana, ingatan kamu lebih cepat pulih. Kamu mau?."


"Bagaimana? kamu mau pulang ke jakarta bersamaku? Aku akan mengajak kamu bertemu dengan Tian dan Dypta. Bertemu dengan kakek Wisnu, kakek yang sangat menyanyangi kamu. Bertemu dengan keluarga besar kamu juga. Aku juga akan mengajak kamu datang ke rumah kamu yang dulu, ke kampus atau ke tempat-tempat yang dulu sering kita datangi. Mungkin dengan begitu ingatan kamu cepat kembali."


Rachel meremas jari-jarinya, "Aku juga ingin pulang tapi Mama... Selama ini mama selalu melarangku pergi jauh-jauh dari Swiss. Setiap aku liburan aku pasti selalu pergi sama mama dan papa. Nggak pernah jauh-jauh pasti di sekitar Eropa. Mama bilang aku boleh pergi kemanapun aku pergi asalkan bersama..."


"Bersama siapa?." tanya Farel tak sabar dan juga amat penasaran.


"Bersama suamiku kelak."


"Aku," ucap Farel penuh semangat, "Aku siap menjadi suami kamu. Aku siap mengikuti kamu kemanapun kamu pergi. Aku akan pastikan kamu selalu aman bersamaku. Tante Ayuma juga bilang sebenarnya Tante Ayuma ingin membawa kamu pulang. Tapi Tante Ayuma menunggu momen yang tepat."


Rachel tak kuasa menahan senyum, "Kamu ngebet banget pengen nikah."


Sebenarnya Rachel juga ingin segera menikah tetapi tidak menyangka akan datang secepat ini seseorang yang mengajaknya serius untuk menikah.


Laki-laki bernama Farel ini, dia Rachel akui Dia sangat tampan, gagah dan tinggi. Rachel suka cowok tinggi. Kelihatannya dia juga baik dan bertanggung jawab. Ditambah lagi dulu mereka bersahabat. Pasti cowok ini sudah mengenalnya cukup banyak sehingga Rachel tidak perlu jaim dan bisa menjadi dirinya sendiri.


Selain itu Farel juga bilang sudah menunggu selama 5 tahun. 5 tahun bukan waktu yang sebentar tapi Farel pasti setia padanya.


Rachel bukan tipe cewek baperan. Selama 5 tahun di sini ada beberapa cowok yang mendekatinya. Tapi entah mengapa belum ada yang srek. Tapi dengan cowok bernama Farel ini. Duh sulit dijelaskan ....Intinya Rachel selalu deg-degan saat di dekatnya.


"Kamu ragu? aku mengerti kamu ragu. Kamu masih hilang Ingatan. Kamu tidak ingat apa-apa tentangku. Ibaratnya Aku adalah orang asing yang baru pertama kali kamu temui. Lalu tiba-tiba aku datang dan mengajak kamu menikah. Kamu pasti terkejut aku harap kamu tidak ilfil denganku."

__ADS_1


"Tidak tidak aku tidak ilfil."


"Jadi kamu menyukaiku?." goda Farel.


"Ya bukan berarti suka juga, ya gitu deh! Udah malam aku mau masuk ke rumah ngantuk!."


Rachel berdiri baru saja berbalik badan tapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba tubuhnya dirangkul dari belakang. Dinginnya malam sedikit berkurang dengan pelukan ini. Perlahan tubuh Rachel menghangat, sehangat perasaan Farel sekarang.


"Sebentar, lima menit saja aku benar-benar merindukanmu. Tolong ijinkan aku memeluk kamu sebentar."


Dada Rachel berdesir saat Farel mengeratkan pelukan Farel memejamkan mata meletakkan dagu di pundak Rachel menghirup dalam dalam aromanya, membiarkan aroma itu merasuk melalui hidung sampai ke hati lalu menyebar ke seluruh sel tubuhnya dan meresap ke dalam jiwanya.


Air mata Farel perlahan mengalir begitu saja tanpa bisa dia cegah. Mungkin orang akan mengetahuinya dirinya cengeng, tapi Farel benar-benar merindukan gadis ini.


Farel tidak bisa menahan air mata. Dia begitu bahagia sekarang tapi juga takut dalam waktu bersamaan. Takut ingatan Rachel tidak bisa pulih dan tidak bisa mencintainya lagi, Farel takut ditinggal pergi.


"Aku tidak bermaksud kurang ajar. Tolong jangan salah paham dan berpikir buruk tentangku. Aku benar-benar merindukan kamu Sahabat Kecilku gadisku. Aku sungguh rindu!."


Rachel mengerjab sekali dan tak terasa pipinya basah oleh setetes air mata. Air mata ini jatuh tanpa Rachel sadari. Entah mengapa di menangis, dia sendiri juga tidak mengerti. Yang Rachel rasakan sekarang, dada nya begitu sesak mendengar kata yang keluar dari mulut Farel. Pelukan ini rasanya seperti tidak asing. Pelukan yang membuat Rachel sangat nyaman.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2