Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 19


__ADS_3

"Kak Rachel." Rani ikut menyapa.


Reza yang masih mengantuk-ngantuk langsung melek begitu mendengar nama Rachel.


"Rachel." Reza langsung menghampiri Rachel.


Farel yang tadinya mencuci tangan, langsung memicingkan mata pada adiknya. Reza memang menyukai Rachel, bahkan saat besar nanti, Reza bercita-cita ingin menikah dengan Rachel.


"Hai Reza."


"Kak Rachel mau ketemu Reza yah?."


"Iyah."


Reza tersenyum senang."


"Mana ada, abang yang ngajak Rachel kesini. Rachel mau main sama abang yang sudah dewasa. Bukan kamu yang masih bocil." ucap Farel.


"Siapa yang bocil? aku sudah dewasa. Rachel mau kan main sama Reza?."


"Main apa?." tanya Rachel sambil mengusap rambut Reza.


"Main apa aja yang penting sama Kak Rachel."


"Tapi aku juga mau main sama Kak Rachel juga." Rana yang tadinya bergelanjut manja di lengan Angga langsung menghampiri Rachel dan memeluknya.


"Aku juga mau!." Rani ikut memeluk Rachel juga.


"Apaan sih. Ngga ikut-ikutan gitu. Aku duluan yang ngajak Kak Rachel main. Rana kamu main sama Ayah, Rani main sama Mamah terus Bang Farel main sendiri."


Rachel, Angga dan juga Sarah tertawa mendengar celotehan Reza. Sementara Farel berdecak gemas. Lalu menggendong Reza dengan posisi kepala Reza berada di bawah.


"Bang Farel jail nya kumat deh." Sarah menggeleng-gelengkan kepala dan menyuruh Farel menurunkan Adiknya. Sebenarnya sejak dulu Angga selalu melakukan itu, Reza pun suka-suka aja. Tapi tetap saja Sarah khawatir dan was-was takut Reza jatuh dan kepalanya terbentur.


"Kak Rachel tolong aku." adu Reza dengan dramatis.


Farel pun menurunkan Reza setelah mendapatkan cubitan Rachel dan Sarah. Rana Dan Rani juga ikut-ikutan mencubitnya sambil terkikih. Sementara Angga tertawa melihat penderitaan putra pertamanya.


"Udah yah mainnya sekarang kita makan!." Ajak Sarah


sambil mengarahkan ketiga anaknya ke meja makan. Sarah lebih tenang mereka makan dari pada main yang membuatnya was-was.


"Wah banyak sekali roti nya." seru Rana.


Di meja makan itu terdapat dua buah piring besar. Piring berwarna biru berisi roti croissant buatan Farel dan Rachel, roti croisant ini berbentuk bulan sabit. Sedangkan piring berwarna merah berisi roti bagel buatan Angga dan Sarah, roti bagel ini seperti donat tapi di dalamnya memiliki tekstur yang lebih padat.


Sesuai peraturan di awal tadi, piring yang habis duluan, mereka lah pemenangnya.

__ADS_1


"Aku mau makan semuanya." Heboh Rana yang langsung mencomot roti dan memasukkannya ke mulutnya.


Reza mengambil roti bagel dan memberikannya pada Rachel.


"Terima kasih." ucap Rachel.


"Reza sini makan!." Ajak Sarah.


Agar adil Sarah dan Angga mengambil roti milik Farel dan Rachel begitu juga sebaliknya, Farel dan Rachel mengambil roti milik Sarah dan Angga. Lalu mereka makan sambil bercanda riang.


Rana Dan Rani banyak bercerita tentang kejadian mereka selama satu hari ini. Sedangkan Reza berusaha mencari perhatian Rachel dengan bertanya kegiatan kuliah Rachel, Farel jail dengan menjawab semua pertanyaan Reza tanpa memberi kesempatan Rachel untuk berbicara. Reza kesal dan akhirnya bertengkar dengan Farel.


"Eh udah habis." seru Rachel begitu menyadari roti diring berwarna biru sudah habis.


"Yes!." Farel bersorak senang.


Lalu Farel dan Rachel sama-sama turun dari kursi dan berhigh-five. Saking senengnya Farel sampai memeluk Rachel. Rachel yang sudah terlanjur senang tidak peduli banyak dengan posisi yang di angkat Farel. Rachel justru melakukan gerakan Flying kiss seolah baru memenangkan kejuaraan bergengsi.


"Bang Farel ngga boleh peluk dan gendong Kak Rachel!." Reza turun dari kursi dan menarik-narik kaos Farel.


Dan saat itu juga Farel dan Rachel menatap dalam diam begitu menyadari posisinya, Rachel menjadi kikuk begitu juga dengan Farel merasa canggung lalu menurunkan Rachel perlahan-lahan.


Rana Dan Rani yang masih makan dengan ekspresi bingung kenapa Farel dan Rachel seheboh itu. Sedangkan Sarah dan Angga saling melirik dan tersenyum.


"Pura-pura ngga tahu aja Mas." bisik Sarah yang di balas kekehan Angga.


"Jadi begini...." Farel berdehem lalu menjelaskan pada adik-adiknya tentang lomba membuat roti pada mereka. "Nah gitu ceritanya jadi abang dan Kak Rachel yang menang dan Ayah sama Mamah kalah."


Rana, Rani dan Reza menganguk-anguk dan beroh ria.


"Jadi yang kalah dapat hukum apa?." tanya Rana.


"Iyah" Sahut Farel lalu melirik Ayahnya sambil menaik turunkan alisnya. Angga berdecih pasti Farel akan merencanakan sesuatu yang jahil untuknya. Rasanya ia Angga kutuk jadi kodok.


"Aku mau Ayah di hukum..."


"Karoke saja." usul Rachel yang langsung mendapat lirikan dari Farel. Karena Rachel baru saja memotong ucapannya. Farel baru saja membuka mulut ingin protes tapi...


"SETUJU!." Seru Rana, Rani dan Reza bersamaan.


"Aku mai nyanyi-nyanyi." ucap Rana dengan penuh semangat.


"Aku mau juga." seru Rani tak ingin kalah.


"Aku mau duet sama Kak Rachel." Reza menggenggam tangan Rachel dan mengayun- ayunkan gemas.


Kalau sudah begini mana bisa Farel protes. Farel pun pasrah saat Sarah melingkarkan tanganya di lengannya dan mengajak nya naik menuju lantai 3 ke ruang karoeke. Dibelakang Sarah dan Farel ada Reza yang menggandeng lengan Rachel dan Angga yang menggenggam kedua putrinya, Rana Dan Rani.

__ADS_1


Sesampainya di ruang karoeke mereka langsung bernyanyi. Rachel bernyanyi bersama Reza sampai habis tiga lagu sampai Reza capek sendiri. Lalu duduk sebentar memperhatikan mereka yang sedang bernyanyi.


Rachel tak henti-hentinya tersenyum, dia bahagia bisa mengenal keluarga Farel. Mereka sangat baik. Bersama mereka Rachel bisa merasakan hangat nya sebuah keluarga. Namun begitu mengingat keluarga nya sendiri, terutama papahnya, air mata nya mengalir begitu saja.


Rachel pun mengusap air mata nya lalu mengambil ponsel yang ada di saku, lalu mengirim pesan rindu pada papahnya.


Rachel : Papa, papah kapan pulang?.


Hendrawan : Papah belum tahu kapan Papah pulang.


Rachel membaca pesan dari Papahnya. Hati nya mencelos merasa sakit karena tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah. Lalu ia menatap Angga. 'Andai Papah ku seperti Om Angga.'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada Istilah yang mengatakan Kalau cinta anak perempuan adalah untuk Ayahnya.


Ayah yang tulus menyanyangi anak perempuan, tidak ingin anak perempuan nya di sakiti, ...


Ayah...


Ayah adalah laki-laki yang menyatakan cinta dan kasih sayang padanya.


Ayah...


Ayah selalu memberikan perasaan nyaman dan aman.


Ayah...


Ayah selalu ingin anak perempuan nya sukses dan di cintai semua orang.


Ayah...


Ayah adalah laki-laki pertama yang mencium dan memeluknya.


Ayah...


Ayah adalah laki-laki pertama yang berjuang untuk kebahagiaan putrinya.


Ayah...


Ayah menunjukkan perlakuan yang pantas untuk perempuan.


🥰🥰🥰🥰TERIMA KASIH UNTUK SEMUA AYAH DI DUNIA 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2