Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 178


__ADS_3

"Pak cukup," Johnh menahan tangan Hendrawan agar berhenti mengucek mata.


"Apa kamu melihatnya juga? perempuan di depan kita adalah Ayuma? benar-benar Ayuma ? Atau hanya aku yang berimajinasi?." tanya Hendrawan penuh harap pada Johny.


Johny menatap kembali ke arah teras rumah di sana semua orang masih diam dengan pandangan tertuju padanya dan Hendrawan saat pertama kali melihat Ayuma, Jhony juga sama terkejutnya seperti Hendrawan bahkan nyaris meragukan pandangannya sendiri.


Sosok perempuan di depannya memang Ayuma bukan hanya Ayuma tapi di sampingnya udah pada Edgar yang sedang menggendong bayi


"Johny, jawab saya! jangan diam saja?."


"Iya Pak. Itu memang Bu Ayuma. Saya bisa memastikan kali ini benar. Pak Hendrawan tidak berhalusinasi lagi."


Seketika sumur Hendrawan mengembang pandangannya beralih lagi menetap Ayuma kini jantungnya berdebar kencang darahnya seolah mengalir les dari ujung kepala sampai ujung kaki mendadak menjadi lemas, mual, perutnya seperti bergejolak ingin muntah.


"Ayuma," Lirih Hendrawan dengan mata berkaca-kaca. tanpa menunggu lama, Hendrawan berjalan ke arah ayuma dengan keruhnya kakinya sudah membaik dan tidak perlu menggunakan kursi roda lagi .


Dengan tak sabad Hendrawan berjalan cepat, nyarus lupa sekarang kakinya sedang sakit. Terus memacu kaki untuk berjalan lebih cepat namun kakinya tak sanggup hingga akhirnya ...


Bruk..


Hendrawan tersungkur di paving Block halaman.


Semua orang terkejut dan memekik bersamaan. Johny, Wisnu dan Sebastian refleks berlari pada Hendrawan. Sementara Edgar, Ayuma dan Anggun masih diam di posisinya. Meskipun begitu ekspresi mereka terlihat khawatir. Namun tidak seperti itu sampai harus menolong Hendrawan.


Apalagi Ayuma, harus menjaga perasaan suaminya sepeduli apapun Ayuma dengan kondisi Hendrawan tidak mungkin dia menunjukkan rasa peduli dengan berlari ke arah Hendrawan. Sementara Anggun, kejahatan Hendrawan yang dilakukannya di masa lalu sangar membekas. sebagai perempuan, hati Anggun sakit sekali. Anggun benar-benar tidak peduli lagi dengan apa yang Hendrawan lakukan.


"Ck, hati-hati dong," Sebastian mengomeli adiknya, sembari memegang lengan dan membantunya berdiri. Namun di balik kata-kata omelan itu, ada rasa khawatir yang luar biasa. Sebastian terlalu gengsi untuk mengutarakan, tapi yang jelas dia sangat peduli dengan Hendrawan, tapi Sebastian tidak akan pernah bisa membenci saudara kandungnya ini.


"Aku tidak apa-apa," ucap Hendrawan pada mereka. "Pa, Bang, perempuan itu benar-benar Ayuma kan? Ayuma ku sudah pulang kan?."


Sebastian dan Wisnu menganguk bersamaan. Sebastian tak tega. Entah bagaimana kekecewaannya. Hendrawan setelah mengetahui sekarang Ayuma sudah menikah. Hidup Ayuma sudah bahagia bersama Edgar.


"Aku ingin kita ke sana. Aku ingin melihat Ayuma ku lebih dekat."

__ADS_1


Hendrawan mengambil kruknya dan berjalan lagi. Hendrawan masih berjalan dengan cepat. Namun kali ini lebih berhati-hati dan mengokohkan kekuatan kaki. setelah perjuangan sambil terpincang-pincang sampai bulir-bulir keringat membasahi dahi, Hendrawan berhasil berdiri di depab Ayuma.


"Ayuma," Lirih Hendrawa dengan nafas terengah-engah.


"Maaaa, mamaaa," tiba-tiba Rafa meronta dalam gendongan Edgar. Rafa memang begitu, dia suka cemburu kalau mama nya dekat dengan laki-laki lain.


"Sini, Sayang." Ayuma mengambil alih Rafa dari gendongan Edgar. "Nen, Ma." Rafa menarik-narik baru Ayuma minta menyusu.


"Aduh, Sayang. Sebentar ya." Ayuma terkekeh mencium putranya.


Sementara Hendrawan membeku di tempat dengan pikiran berkecamuk.


"Si-siapa anak ini?."


"Anak saya," Jawab Edgar.


Hendrawan mengalihkan perhatian pada Edgar.


"Kenapa kamu membiarkan anak kamu di gendong Ayuma? Ambil dan urus sendiri anak kamu."


Hendrawan mengepalkan tangan dengan jantung berdebar gelisah. Ketakutan mulai menjalar di sekujur tubuh. Berganti-gantian Hendrawan menatap Ayuma, anak kecil bernama Rafa ini, dan Edgar. Wajah Rafa memang agak mirip dengan Ayuma. Tapi...


"Tidak," Hendrawan menggeleng, menolak percaya. Namun dia teringat isi surat perpisahan Ayuma waktu itu. Jika tidak salah ingat, Ayuma pergi bersama Edgar. Di surat itu tertuliskan Edgar akan bertanggung jawab atas hidup Ayuma dan Rachel. Saat itu Hendrawan berpikir tugas Edgar hanya membantu Ayuma. Tapi ternyata...


Lebih dari itu. Mereka menikah dan sekarang memiliki baby?.


"Maa, hiks," tangisan Baby Rafa semakin kencang.


"Ssst, Sayang, iya iya." Sambil menenangkan Rafa, Ayuma menoleh pada Anggun.


Anggun langsung mengerti sekarang Ayuma butuh tempat nyaman untuk menyusui Rafa.


"Sini ikut aku."

__ADS_1


Anggun merangkul punggung Ayuma dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Sementara Hendrawan masuh diam di tempat dengan pandangan terfokus pada punggung Ayuma yang semakin menjauh. Henddawan nyaris tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi saking terkejutnya sekarang.


Edgar hanya diam saja. Tidak ingin mengompori atau memamerkan kebahagiaannya dengan Ayuma sekarang. Dia menunggu Hendrawan memulai pembicaraan.


"Kalian..." Hendrawan menatap Edgar dengan genangan air mata di pelupuk mata, "Benar-benaer sudah menikah? atau ini hanya sandiwara? Ayuma ingin menunjukkan bahwa dia bisa bahagia tanpa ku dengan meminta kamu menjadi suami pura-pura kan? Anak kecil bernama Rafa itu. Ayuma pasti mengadopsi nya dari panti asuhan kan? Tolong katakan, semua ini hanya sandiwara. Ayuma tidak mungkin berpaling dariku.


Edgar mengangguk, "Kami sudah menikah. Rafa putra kandungku dan Ayuma."


Hendrawan ingin terus menyangkal, tapi semua bukti sudah ada di depannya. Bagaimana bisa jadi seperti ini... Hendrawan tahu Ayuma sangat mencintainya. Bahkan meskipun di abaikan selama 20 tahun pernikahan, Ayuma selalu setia. Tapi sekarang mereka baru saja berpisah 5 tahun dan Ayuma justru sudah berpaling?.


Bahkan tebakan Hendrawan meleset. Hendrawan mengira selama ini Ayuma selingkuh dengan Samuel. Seandainya mereka bercerai, Hendrawan menebak Ayuma akan menikah dengan Samuel. Tapi ternyata semua itu di luar tuduhannya. Ayuma menikah dengan orang lain.


Ternyata benar ayuma tidak pernah berselingkuh dengan Samuel. hendrawan terlalu larut dengan kecurigaannya sendiri. Lebih tepatnya Hendrawan sengaja mencari alasan itu agar ayuma tidak betah menjadi istrinya dan menuntut cerai.


Lali sekarang saat mereka sudah bercerai dan Ayuma bahagia bersama suami barunya, Hendrawan marah?.


"Meskipun berat kamu harus menerima nya," ucap Wisnu sambil berjalan mendekat. Begitu juga Sebastian yang mengikuti Wisnh dari belakang. Sementara Johnh pamit untuk pergi kembali ke kantor.


"Tidak, aku tidak bisa menerima ini, Pa. Aku sudah menunggu Ayuma selama lima tahun. Setiap hari Aku mencari keberadaannya. Tapi sekarang... Dia, dia..." Hendrawan menjambak rambutnya dengan kuat.


"Memangnya Ayuma meminta kamu mencarinya?." tanya Edgar, "Tidak kan? terus kenapa saat Ayuma kembali dan tidak menginginkan kamu lagi, kamu merasa tersakiti?." Edgar terkekeh, merasa sangat konyol dengan jalan pikiran Hendrawan.


"Lagi pula, apa yang kamu harapkan? kamu berharap Ayuma mau kembali dengan kamu setelah apa yang kamu lakukan? kamu sia-siakan, kamu abaikan, kamu selingkuhin bahkan kamu membakar barang-barang berharga miliknya. Rasanya sangat tidak tahu malu jika kamu berani menginginkan Ayuma lagi."


"Tutup mulut Mu!." Hendrawan mencengkram keram Edgar dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang kruk. Jika sekarang tidak sedang sakit Hendrawan akan melayangkan pukulan di wajah Edgar.


Edgar mengulum senyum.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2