Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 73


__ADS_3

"Nah itu dia," Sambut Sarah dengan senyum manis begitu melihat Rachel mendekat.


Saat masuk ke kamar dan mengecek ponsel, Sarah terkejut membaca pesan dari Ayuma yang intinya meminta nya menjaga Rachel selama menginap di rumahnya.


Sarah pun bergegas keluar kamar menuju ke halaman. Baru saja ingin menelpon Rachel dan meminta nya putar balik ternyata Rachel sudah sampai di sini.


"Tante."


"Sayang."


"Aku jadi malu sudah berpamitan tapi balik lagi."


"Ga papa kok, ayo masuk. Adik-adik kamu pasti seneng kamu balik lagi. Mereka ada di kamar Farel. Nanti kita semua kumpul untuk makan malam setelah Tante dan Om selesai mandi. Kamu mau mandi, membersihkan diri, terus nanti ikut makan malam bersama kita."


"Oke Tante."


"Kamu bawa baju ganti?."


"Oh iya, aku ngga bawa baju ganti, Tante."


"Ya udah nanti pakai baju Tante, mau kan?."


"Mau lah Tante. Masa ngga mau."


Sarah tersenyum, mengusap punggung Rachel dan mengajak nya masuk ke dalam rumah. Setelah memberikan baju ganti pada Rachel, Sarah kembali ke kamar.


"Loh, Mas. Kamu belum mandi?." Heran Sarah yang melihat suaminya duduk di sofa sambil main ponsel dengan baju yang masih sama seperti tadi.


"Kan nungguin kamu. Seperti biasa." Anthony menyeringai sambil menaik turunkan alis.


Sarah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Seperti biasa yang di maksud suaminya adalah mandi bersama.


Mandi bersama seolah sudah menjadi bagian penting dari rutinitas mereka. Sarah juga suka, tapi masalah nya mereka bisa menghabiskan waktu bermenit-menit di dalam kamar mandi.


"Besok pagi aja, Mas. Kita harus cepat-cepat Farel, Rachel dan anak-anak pasti sudah menunggu kita."


Anthony terkekeh melihat wajah panik istrinya.


"Mandi doang, Sayang. Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu."


"Yakin?." mata Sarah menyipitkan mata penuh kecurigaan.


"Mungkin sedikit di tambah ciuman, pelukan, rabaan dan..."


"Mas."


"Nggak Sayang, enggak. Aku janji cuman mandi doang. Ayo cepet, katanya mau cepet-cepet ketemu anak-anak.


Sarah mengerucutkan bibirnya dan masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu.


"Berasa lagi godain anak gadis." Anthony terkekeh dan ikut masuk ke dalam kamar mandi.


***

__ADS_1


Farel bersama dengan adik-adiknya sudah ada di meja makan.


Farel duduk di kursi dan meminum air.


"Hei, hei anak-anak Mamah, siapa nih yang ikut makan malam bersama kita."


"RACHEL," Seru Reza yang paling keras. Begitu juga Rana dan Rani ikut bersorak begitu melihat Rachel.


Farel juga ikut menoleh, begitu melihat Rachel yang berdiri di samping Sarah. Farel langsung....


Brushhh...


"IH ABANG." Rani melotot kesal saat tiba-tiba Farel menyemburkan air ke arahnya sehingga wajah dan baju nya basah.


"Eh, eh maaf abang ngga sengaja."


Farel mengambil tisu dan mengelap baju adiknya. Rani mengomel-ngomel kesal sementara Reza tergelak. Rana juga ikut tertawa, lalu turun dari kursi dan membantu Farel mengelap baju Rani dengan tisu.


"Maaf yah Dek."


"Mama aku mau ganti baju." rengek Rani sambil menatap Sarah.


"Iya, Sayang. Ayo Mama temani ganti baju." Sarah mengulurkan tangan dan Rani menggenggam erat tangan sebelum pergi. Sebelum pergi Rani melotot pada Farel.


Farel terkekeh, merasa bersalah dan juga gemas dengan adiknya yang sedang kesal.


"Wah Rachel cantik banget," Reza mendekat dan berdiri di depan Rachel. "Ini baju Mama yah?."


Reza tersenyum dan mengalihkan pandangan pada Anthony yang baru datang ke ruang makan.


"Ayah, lihat ini Rachel sangat cantik banget. Nanti kalau aku sudah besar, Ayah nikahin aku yah sama Rachel." Reza merengek sambil menganyun-ayunkan lengan Anthony.


Anthony tertawa dan mengacak rambut nya gemas. "Kamu ini masih kecil udah mikir nikah-nikah aja belajar yang bener dulu."


Anthony mengalihkan pandangan pada Rachel, "Ayo makan bersama. Kamu duduk di samping Farel."


"Iya Om."


Rachel berjalan mendekat pada Farel dengan mata Farel mengiringi langkahnya. Sejak kedatangan Rachel, Farel tidak mengalihkan pandangan sedetik pun pada gadis manis itu. Seolah terhipnotis hingga dunianya tertuju pada Rachel. Bahkan sampai Rachel duduk di samping nya pun Farel masih menatapnya.


Saat pertama kali Farel melihat Rachel berdiri berdampingan dengan Sarah tadi, Farel seperti melihat Sarah ada dua. Wajah mereka tidak mirip bahkan tinggi badan mereka juga berbeda.


Tapi entah kenapa Farel membatin dalam hati mereka sangat mirip. Bukan dari segi fisik tapi dari segi karakter, sikap, sifat dan lainnya.


Farel termenung dan berkelahi dengan pikirannya sendiri. Di satu sisi Luna juga mirip dengan Sarah, di sisi lain juga mirip Rachel.


Luna mirip dari segi kemandirian nya, berasal dari Panti asuhan dan pekerja keras. Sedangkan Rachel bar-bar, tomboy, tapi suka mengalah, mementingkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaan nya sendiri dan tidak pernah menunjukkan kesedihannya di depan orang lain.


"Farel."


Farel mengerjab dengan panggilan itu.


"Iya?."

__ADS_1


"Lo kenapa? lo baik-baik aja kan?." tanya Rachel yang melihat Farel tampak melamun.


"Eh i-iya kok gue baik-baik aja."


Tak lama kemudian Sarah dan Rani tiba di ruang makan dan mereka pun mulai makan bersama.


Selama makan dan mengobrol bersama, Farel tak hentinya melirik ke arah Rachel. Rachel benar-benar cantik memakai gaun putih motif bunga kecil-kecil itu. rambut panjangnya tergerak dengan kepiting rambut yang juga milik Sarah tersemat di sisi kanan rambutnya.


Selesai makan Rachel bermain dengan Rani, Teza dan Rana di ruang tengah. Ada juga Sarah dan Anthony. Sementara Farel sudah masuk ke kamar, katanya ingin istirahat.


Rachel senang bermain dengan ketiga bocah manis itu. Hingga tak terasa sudah larut malam dan sudah waktunya mereka tidur.


Rana, Rani dan Reza sudah masuk ke kamar masing-masing sehingga di ruang tamu hanya ada Rachel dan Sarah.


Sedangkan Anthony ikut ke kamar Rani. Karena tadi mereka bercanda tentang setan, Rani jadi takut tidur sendiri dan merengek minta di temani Anthony.


"Ya sudah masuk kamar gih, Tante mau menemani Rana. Sama seperti Rani, Rana juga takut hal-hal berbau miskin, tapi karena pada dasarnya Rana anak pendiam, dia sering memendam perasaan nya sendiri. Tante khawatir Rana ketakutan di kamar seorang diri."


"Iya, Tante. Aku ke kamar dulu. Google night, Tante."


"Good night. Sini peluk dulu."


Sarah memeluk Rachel. Karena perbedaan tinggi mereka, Rachel agak menunduk untuk memeluk Sarah.


"Tidur yang nyenyak ya."


"Iya Tante."


Sarah mengusap lengan Rachel, lalu berbalik badan dan pergi. Namun baru beberapa langkah Sarah menghentikan langkah.


"Oh yah, Farel tadi sudah minum obat belum yah?." Sarah mengambil tas nya yang ada di single sofa, mengecek isi nya dan menemukan plastik berisi obat-obatan Farel dari dokter. "Kan belum minum obat."


"Rachel, Tante boleh minta tolong anterin obat-obatan ini ke Farel?."


"Boleh, Tante. Aku yang anterin obat ini ke Farel."


"Terima kasih."


"Sama-sama."


Setelah itu Sarah menuju kamar Rana, Rachel pun menuju kamar Farel, tak lupa Rachel mengambil segelas air putih di dapur. Mungkin di kamar Farel tidak ada air untuk minum obat, sehingga tidak usah bolak balik.


Tok...Tok...


"Farel, ini gue Rachel. Gue bawain obat buat lo."


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2