Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 105


__ADS_3

"Sekarang netizen lagi nyerbu kolom postingan gue, Rel. Terus tadi ada 3 berita yang memberitakan masalah ini. Bahkan ada yang bilang aku problematik sampai kalian unfollow aku. Jangan kayak gini dong, Rel. Sikap kamu kayak gini sama saja menghancurkan aku."


"Pertama gue ngga pernah ngomporin, Tian, Rendy dan juga Dypta buat unfollow lo. Mereka lakukan itu murni atas keinginan mereka sendiri. Kedua, kenapa juga gue harus balas dendam sama lo. Lo ngga sepenting itu buat repot-repot nyusun cara balas dendam. Ketiga, kalau nggak dengan cara gini, lo nggak akan angkat telpon gue."


"Keempat, lo keterlaluan Luna. Gue nembak lo dan lo juga nembak Dypta. Lo bilang saat itu lo juga cinta sama gue dan lo butuh waktu buat menjawab. Tapi nyatanya apa? lo cinta sama Dypta. Kenapa di pertengahan bulan, lo bilang cinta sama gue?."


Hening beberapa saat.


"Kamu tau dari mana semua itu?."


"Nggak penting gue tau dari mana. Yang jelas gue tau semuanya."


"Awalnya aku memang cinta sama Dypta tapi di pertengahan bulan gue sadar, aku cinta sama kamu, Rel. Tolong percaya sama aku. Aku benar-benar mencintai kamu Farel


"Benar-benar cinta serius lo, Luna? Lo takut putus sama gue bukan karena takut kehilangan gue, tapi lo takut kehilangan followers lo karena lo udah nggak jadian lagi sama gue! Iya kan ?."


"Lo sedih bukan karena persahabatan kita berenam aja, tapi lo sedih gara-gara lo nggak bisa dapat Spotlight lagi dari nama geng kita. Beberapa hari ini gue, Rendy, Tian dan Rachel sudah menjauhi lo. Tapi lo nggak ada reaksi apa-apa. Lo nggak mencoba bicara sama kita . Bahkan gak minta maaf sama Rachel .


Tapi setelah kita unfollow lo, lo baru marah-marah ? Dan lo masih bilang lo takut kehilangan kamu sebagai sahabat lo? Lo takut kehilangan followers lo, Luna?."


"Bukan begitu, Rel. Hikksss, kamu nggak tahu gimana rasanya jadi aku. Kamu nggak tahu gimana rasanya sakitnya dihujat netizen. Stres gara-gara ngikutin kemauan mereka."


"Berapa kali gue bilang jangan ikuti kata netizen. Jadilah diri lo sendiri. Jadilah artis dengan karakter lo sendiri. Tapi lo nggak mau! Lo tetap mengikuti kemauan mereka. Sekarang lebih baik lo off dulu main Instagram. Intropeksi diri."


"Iya aku akan intropeksi diri. Tapi tolong bilang yang lain buat follow aku, Rel."


Farel mengacak rambutnya dengan kasar.


"Luna. Harusnya sekarang lo mikir gimana caranya bisa memperbaiki persahabatan kita. Gak penting kita follow-follow-an di Instagram tapi di dunia nyata kita musuhan ! Sumpah gue nggak ngerti lagi jalan pikiran lo."


"Kayaknya lo kena Star syndrome. Lo tau Star syndrome? Lo lebih mementingkan diri lo sendiri, selalu ingin diperhatikan, selalu ingin dikagumi, ingin terlihat paling bersinar dari yang lain, sampai rasa empati lo ke orang lain jadi berkurang. Lo bahkan gak peduli lagi sama teman-teman lo yang mulai menjauhi. Yang penting mereka follow IG lo."


"Aku nggak begitu Rel aku hiks, aku nggak seperti yang kamu omongin. Aku-"


Farel langsung mengakhiri panggilan. Tak tahan lagi dengan Luna yang sangat keras kepala dan sulit dinasehati. Padahal Farel mengatakan itu juga demi kebaikan Luna sendiri.


Farel ada di pinggir jalan tak jauh dari rumah Hendrawan. Setelah dari villa Dipta tadi, Farel langsung ke rumah Luna tapi Luna tidak ada di rumah.

__ADS_1


Farel sudah menelpon chat DM IG berkali-kali pada Luna, tapi tetap tidak ada balasan. Baru setelah Farel unfollow Luna, Luna baru membalas pesannya.


Farel menghela pas panjang, menonaktifkan ponsel dan meletakkan di dashboard mobil, lalu menyandarkan kepala di punggung kursi. Setelah merasa lebih tenang nanti Farel akan ke kampus karena masih ada kuliah.


Begitu memejamkan mata wajah Rachel yang muncul dalam bayang-bayangnya.


"Rachel." gumam Farel.


***


"Rachel."


"Hai."


"Mau ke kelas kan?."


"Iya."


"Oke, Bareng ya," Wulan melingkarkan tangan di lengan Rachel. Dan mereka pun berjalan berdampingan menuju ke ruang kelas sambil mengobrol mata kuliha hari ini.


Namun sepanjang jalan. Entah hanya perasaan Rachel atau orang-orang memang menatap ke arahnya dengan tatapan aneh.


"Nah baru aja tadi gue ngebatin gitu." ucap Rachel.


"Kayaknya lo yang terlalu cantik makanya jadi pusat perhatian, terus gue jadi ikutan ketularan cantik deh," Wulan menghempaskan rambutnya dengan manja.


Rachel tertawa ada-ada saja tingkah Wulan yang membuatnya tertawa. Namun begitu sampai di area kelas tatapan semua orang semakin menyelidik dan terlihat sinis sampai Rachel tidak nyaman.


"Akhirnya si munafik datang juga."


Langkah Rachel tertahan melihat Bella berdiri di depan kelas sambil melipat tangan di depan dada.


"Ngapain sih Lo gaya Lo sok jagoan banget!." Sinis Wulan.


"Gue nggak ada urusan sama lo ya Wulan. Jadi lo diem aja kalau lo nggak mau terlibat masalah dengan si Munafik ini."


Rachel berdecih, "Sehari aja lo nggak cari masalah sama gue, hidup lo sepi yah, Bel?."

__ADS_1


"Gue cari masalah sama lo ? Yang benar aja ! Hahaha. Tanpa gue cari masalah lo juga udah jadi sumber masalah Rachel. Dan ternyata lo muka tembok juga ya, setelah apa yang lo lakuin masih berani lo datang ke kampus."


"Apa maksud lo lo nggak usah nyindir-nyindi, langsung aja to the point! Nggak cuma buang-buang waktu gue!."


"Bener-bener nggak punya malu loh lihat ini!."


Bella menunjukkan ponselnya yang menampilkan IGS guna yang baru beberapa menit lalu diupload.


[Rachel , Apa artinya ini arti persahabatan kita? Kenapa kamu setega ini? Padahal aku sudah menganggap kamu sebagai kakak kandungku sendiri.


Hanya karena satu kesalahanku kamu menghancurkanku sampai sehancur ini.Aku mengakui aku salah, aku tidak bermaksud menuduh kamu Mama kamu pelakor, meskipun kenyataannya Mama kamu hadir di tengah-tengah hubungan Papa dan Mama.


Aku sudah minta maaf tapi kamu tetap tidak mau memaafkanku. Kamu justru mengatakan pada teman-teman kita,


Aku belum minta maaf sama kamu dan akhirnya mereka memusuhiku seperti ini. Mereka bahkan kompak unfollow aku.


Aku masih bisa memaklumi itu karena mungkin kesalahanku terlalu besar sampai kamu sulit memaafkanku , tapi aku tidak bisa memaafkan yang ini ....]


Luna meng upload foto-fotoan diary Rachel. Diary yang Rachel pikir sudah terbakar bersama tumpukan baju dan berkas-berkas lainnya, ternyata masih ada di tangan Luna.


Isi diary itu :


...[Aku selalu mengagumi mu dalam diam, Farel. Sejak kecil sampai sekarang perasaanku tidak pernah berubah. Namun seiring bertambah waktu, perasaan ini semakin dalam.]...


Di bawah potongan di hari itu , Luna menulis caption


[Aku nggak nyangka kamu setega ini menusukku dari belakang. Kamu tahu kan Hel, Farel sudah mencintaiku sejak kecil. Sedangkan aku masih bimbang dengan perasaanku. Lalu belakangan ini aku baru sadar, aku sangat mencintai Farel. Dan kami jadian.


Tapi sikap kamu yang seperti ini, yang seolah selalu membuatku salah di depan Farel dan teman-teman yang lain membuat mereka menjauhiku.


FAREL BAHKAN MUTUSIN AKU.


Apa salah ku sama kamu Rachel? Apa salah ku sampai kamu sebenci ini sama aku? aku benar-benar hancur sekarang.]


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2