Rachel Love Farel

Rachel Love Farel
Part 81


__ADS_3

Ayuma melepas pelukan dan menangkup pipi putrinya.


"Mama tahu pasti berat sekali untuk kamu nerima semua ini. Tapi kenyataannya, Papa tidak akan pernah kembali pada kita, Sayang. Mama dan Papa akan bercerai. Papa lebih memilih Dilara dan Luna. Papa bilang Papa tidak bisa hidup tanpa mereka. Maaf Mama baru memberitahu kamu sekarang. Maaf Mama menyembunyikan ini, maaf."


"Harusnya Mama mengatakan ini sejak awal. Kalau Mama tidak bahagia dengan Papa, aku setuju Mama bercerai. Mama nggak perlu berkorban sebanyak itu untukku. Aku minta maaf demi bahagiamu Mama mengorbankan kebahagiaan Mama."


Ayuma menganguk dan mencium kening putrinya.


"Mama pastikan kamu tidak akan kekurangan kasih sayang. Mama akan menjadi Ayah dan Ibu untuk kamu. Kamu harus kuat yah, Sayang. Sekarang kamu boleh menangis sepuas kamu, tapi janji mulai besokkamu harus kembali ceria seperti Rachel yang dulu yah. Jangan biarkan orang-orang jahat itu merenggut senyum kamu."


Rachel menganguk dan menghapus air mata nya sendiri.


"Aku juga udah capek menangis, Ma. Aku ngga mau nangis lagi. Aku mau bahagia."


"Mama yang akan membahagiakan kamu."


"Aku juga akan membahagiakan Mama."


Ayuma tersenyum dan menoel puncak hidung Putrinya. Selama putri nana bahagia, mama juga akan bahagia. Ya udah sekarang kita kembali ke rumah untuk mengemas barang-barang kita. Sebenarnya mama ingin menyuruh Paman Sam untuk mengemas barang kamu, tapi mungkin ada batang-barang yang kamu yang terlwwat"


"Pindah? pindah sekarang?."


"Iya, Sayang."


Ayuma meraih tangan Rachel dan menggenggam erat. Kata demi kata yang dia sampaikan sejak tadi terlihat membuat Rachel terkejut.


Kembali, Ayuma merasa bersalah sudah menyembunyikan banyak hal pada putrinya. Seharusnya sejak awal Ayuma jujur saja dan melewati semua ini bersama putrinya. Namun sebagai Ibu, Ayuma hanya berusaha agar putrinya tidak bersedih.


"Maaf, Sayang. Lagi-lagi mama nggak jujur sama kamu."


"Ga papa Ma. Tapi janji setelah ini Mama tidak akan pernah menyembunyikan apapun dariku. Apapun yang terjadi mau susah, senang, sedih, bahagia kita harus melewati sama-sama."


"Iya, Sayang."


Ayuma beruntung sekali memiliki Rachel dalam hidupnya. Satu-satu nya hal yang tidak pernah Ayuma sesali bertemu Hendrawan adalah kehadiran Rachel. Putrinya yang penyayang, pengertian, baik hati dan yang pasti mempercayai nya.


Seandainya setelah mendengar cerita Luna. Rachel lebih mempercayai Luna daripada dirinya, Ayuma akan kecewa sekali. Apalagi seandainya Rachel lebih memihak Hendrawan, Ayuma akan benar-benar hancur. Ayuma tidak bisa hidup tanpa putrinya. Rachel alah penyemangat hidupnya.

__ADS_1


"Kamu mau langsung ke rumah atau mau ke suatu tempat atau mau makan?."


"Aku agak haus, Ma. Aku juga ingin makan sesuatu. Aku harus men-stok banyak tenaga untuk berdebat dengan Papa seandainya Papa ngomong yang tidak tidak tentang mama."


Ayuma tersenyum, "Wah, sekarang mama punya bodyguard baru. Bodyguard cantik yang bernama Rachel," goda Ayuma sambil mencubit pipi putrinya.


Rachel tertawa, "Aku akan melibas abis siapapun yang berusaha menyakiti mama."


Ayuma mengacak rambut putrinya dengan gemas.


"Ya udah sekarang kita mampir ke Cafe dulu."


Ayuma pun melajukan mobil lagi. Beberapa menit hening sampai kemudian Ayuma membuka obrolan.


"Sayang."


"Iya, Ma."


"Tadi kalau Mama ngga salah dengar, Luna mengaku anak kandung Papa kamu? Mama baru tahu hal ini. Mama sudah tahu Papa kamu menjalin hubungan dengan Dilara di belakang Mama, tapi untuk fakta ini, Mama bingung bagaimana bisa terjadi."


Ayuma menggeleng, "Kamu harus percaya sama Mama, semua yang Mama katakan benar, Papa kamu yang bohong."


"Iya, Ma. Aku percaya."


Ayuma menganguk, "Tidak salah lagi, sepertinya memang benar Dilara adalah Arumi mantan pacar Papa kamu yang dulu yang katanya sudah meninggal tapi ternyata masih hidup."


"Papa punya mantan pacar?."


"Iya, Sayang. Sebelum Mama menikah dengan Papa kamu, Mama pikir Papa kamu sudah putus dengan pacar nya tapi ternyata mereka masih bertemu di belakang Mama, mereka berhubungan intim sampai Dilara hamil."


Ayuma merasa di bohongi, bukan satu atau dua tahun tapi bertahun-tahun. Tapi Ayuma ingin memastikan dan mendengar langsung dari Hendrawan maupun Dilara tentang masa lalu mereka.


Namun di pikir-pikir untuk apa Ayuma mencari tahu. Itu bukan urusan nya lagi. Terserah mereka mau melakukan apa. Sekarang yang harus jadi fokus Ayuma adalah memulihkan kondisi psikologisnya, rentetan demi rentetan belakang nya ini sangat mengguncang kejiwaannya. Ayuma juga ingin fokus membahagiakan putrinya.


"Aku harap mama tidak menyalahkan diri mama sendiri karena menjadi orang ketiga antara Papa dan Tante Dilara. Sejak awal yang mama tahu Papa sudah putus dengan pacarnya karena itu mama mau menikah dengan Papa. Yang kuat yah, Ma." Rachel memegang tangan Ayuma yang memegang setir mobil.


"Iya, Sayang."

__ADS_1


Ayuma menganguk dan fokus menyetir.


***


Tok... Tok...


"Iya, tunggu sebentar." Bi Siwi salah satu pembantu Ayuma bergegas membukakan pintu. Begitu terbuka, raut wajah nya begitu kecewa melihat yang datang bukan Nyonya Ayuma dan Nona Rachel. Melainkan perempuan yang menjadi sumber pertengkaran Ayuma dan Hendrawan tadi malam.


Dilara, Bi Siwi mengenalnya di acara arisan geng Ibu-Ibu sosialita yang biasa di adakan oleh Ayuma.


Saat pertama kali bertemu dengan Dilara. Dalam pandangannya, dia adalah sosok pintar, baik, sopan, anggun dan cantik sekali. Tapi ternyata dia selingkuhan Tuan nya.


Sungguh, Bi Siwi tak habis pikir. Bagaimana Dilara selingkuh dengan suami teman nya sendiri padahal Dilara sangat dekat dengan Ayuma. Dan Luna putrinya sangat dekat dengan Rachel.


Ternyata benar orang yang harus di waspadai adalah orang terdekat.


"Mau apa kau ke sini?." ketus Bi Siwi.


"Kedatangan saya ke sini mau bertemu dengan Mas Hendrawan. Mas Hendrawan sedang sakit dan meminta saya untuk datang ke sini, katanya semalam Ayuma tidak pulang dan pergi bersama Samuel.


Bi Siwi membuat gerakan bibir sinis.


"Ya itu gara-gara kamu juga, gara-gara kamu Tuan Hendrawan dan Nyonya Ayuma bertengkar besar. Nyonya Ayuma pergi bersama Pak Samuel juga bukan untuk bersenang-senang. Pak Samuel menolong Nyonya Ayuma gara-gara Tuan Hendrawan ingin menamparnya."


Dilara tersentak.


"Mas Hendrawan ingin menampar Ayuma? bagaimana bisa?."


"Aduh duh ngga usah sok peduli deh! Situ pasti seneng kan akhirnya pernikahan Nyonya Ayuma dan Tuan Hendrawan hancur. Jadi anda bisa nikah dengan Tuan Hendrawan dan tinggal di rumah ini. Sudah kebaca deh niat seorang pelakor. Awalnya lagak nya seperti teman dekat, teman curhat dan terus ujung-ujung nya menusuk dari belakang."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2