
"Udah liat kan?." Bella merebut ponsel dari tangan Rachel. Sementara Rachel masih membeku di tempat saking terkejut dengan kata-kata play victim Luna.
"Ternyata lu jahat banget ya Hel?. Diam-diam menyukai pacar teman sendiri, menghasut teman-teman Geng-lo buat unfollow dan menjauhi Luna, terus sekarang lo hasut Farel buat putusin Luna. Padahal Lo juga udah punya pacar ganteng banget kayak Brandon."
"DIAM LO. Lo tau apa sih ! Lo tau apa tentang gue sampai lo ngomong seenaknya gitu! Rachel tak tahan lagi dengan ucapan Bella yang sudah menjurus ke fitnah.
Sekarang di depan ruang kelas Rachel sudah ramai. Para pembenci Rachel menjadikan momen ini untuk menyerang Rachel, sementara teman-teman Rachel yang bingung mana yang benar dan salah, perlahan ikut terpengaruh dengan omongan Bella yang mengacu pada postingan IG Luna.
Di saat-saat seperti ini,lercuma saja Rachel menjelaskan. Para pembencinya hanya ingin mendengarkan kata-kata yang menjatuhkan dan menyudutkannya.
Dan kini Rachel benar-benar sendiri.
"Rachel udah jelas-jelas loh salah tapi nggak mau ngaku salah ! Wow muka tembok atau jangan-jangan Brandon mau pacaran sama lo gara-gara lo kasih plus-plus yah?."
Plak.
Rachel menampar Bella.
"Jaga mulut lo!."
"Berani sekali lo nampar gue."
Bella menjambak rambut Rachel dengan kuat, tak mau di tindas Rachel balas menjambak rambut Bella. Beberapa orang melerai. Namun karena di sini lebih banyak teman Bella, Rachel kewalahan. Mereka menyerang Rachel habis-habisan bahkan sampai mencakar pipi dan lehernya.
Tak tahan dengan serangan Bella dan teman-temannya. Rachel jatuh ke lantai.
Byuurrr.
Bella langsung mengambil ember bekas pel petugas kebersihan yang tadi juga ikut melerai.
"Rasain ! Pelakor najis ! Mending lu pindah kampus aja deh."
Bella bertekad ingin membuat Rachel pindah kampus atau jurusan, dengan begitu Bella bisa bersinar lagi di jurusannya."
Wulan membantu Rachel berdiri.
Rachel mengepalkan tangan kuat, berdiri dengan susah payah sambil menatap tajam Bella.
__ADS_1
"Dengan lo ngebully gue kayak gini lo merasa hebat? No, lo loser, pencundang! Lu pikir jangan ngebully dan mempermalukan Gue di depan semua orang gue bakal pindah kampus? Nggak!. Sampai Gue lulus gue nggak akan pindah kampus. Tujuan lo nggak akan pernah tercapai. Dan lo akan selalu menjadi kedua."
"Sialan lo!."
Bila ingin menyerang Rachel lagi, tapi Wulan dan teman-teman yang lain langsung menahan Bella. Rachel mengambil tasnya yang terjatuh dan pergi meninggalkan kerumunan.
Tepat setelah berbalik badan, air mata Rachel menetes. Tapi untungnya air pel yang mengguyur tubuhnya tadi masih membasahi pipinya sehingga air matanya tersamarkan.
"Heh itu ya si pelakor."
"Iya tahu nggak Katanya dia juga tidur sama Brandon. Dikasih service plus plus."
"Pantas Brandon mau, dia kan terkenal dingin Ih nggak nyangka ya, padahal dia mahasiswi berprestasi."
"Eh kata Bella dia tidur sama dosen Juga Tahu . Aduh ayam kampus ternyata."
"Yang lebih parah lagi dia temenan sama geng hits kampus. Jangan-jangan dia di gilir lagi, ewww."
Rachel berusaha mati-matian menahan air mata, Namun semua orang yang menatapnya sepanjang koridor dengan tetapan sinis dan menghakimi membuat mental Rachel Down. Tanpa bisa dicegah air matanya mengalir semakin deras.
Rachel mempercepat larinya menuju ke parkiran.
Dan tak jauh dari mobilnya Rachel terkejut melihat Farel berantem dengan seorang cowok . Di tangannya ada bekas pilox. Sepertinya dia yang mencoret-coret mobilnya . Farel membabi buta dan kalap memukuli orang itu
Gue bunuh lu sekarang
FAREL." Rachel berlari pada Farel yang Mengayunkan tangan kuat-kuat pada dada kiri orang itu . Tidak jika kalian membunuh orang itu dia bisa dipenjara .
"Farel jangan !." Rachel segera menahan pergelangan tangan paralel yang hampir saja menyentuh dada laki-laki itu. Sudah sangat parah, satu pukulan lagi mungkin akan membuatnya kritis atau bahkan meninggal
Rachel tidak peduli dengan kondisi laki-laki itu . Justru dengan Farel memukulnya kekesalahan Rachel tersalurkan . Tapi Rachel khawatir pada Farel yang pasti ujung-ujungnya disalahkan karena main hakim sendiri . Belum lagi di sini banyak mahasiswa yang berkumpul menonton mereka , mungkin diam-diam mereka merekam dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menyebar video viral di sosial media dan akan viral .
"Farel sudah!." Rachel menarik kuat lengan Farel dari atas tubuh laki-laki itu . Laki-laki itu benar-benar tak berdaya bahkan nyaris pingsan .
Farel cukup .
Dengan kekuatan penuh akhirnya Rachel bisa menarik pararel . Masih dengan nafas tak teratur dan menggebu-gebu Farel mengalihkan pandangan pada Rachel . Hatinya mencela saat melihat di pipi Rachel seperti ada bekas cakaran sampai bertemu darah . Begitu juga di leher dan lengannya .
__ADS_1
Dengan hati-hati dan gemetar menahan marah , Farel mengangkat dagu Rachel untuk melihat lebih jelas luka-lukanya
Bilang Siapa yang ngelakuin ini
Nggak ada gue nggak apa-apa
Memberitahu Farel siapa pelakunya hanya akan memperkeruh suasana . Sudah pasti Farel akan mencari Bella .
Memandang bulu Jika ada yang menyakiti Rachel . Soal SMA dulu ada kakak kelas perempuan yang mem-bully Rachel dan besoknya kakak kelas itu tidak masuk sekolah lagi . Ternyata setelah mencari tahu Farel dan Geng lainnya turun tangan
Bilang sama gue Rahel
Belum sempat Rachel menjawab tiba-tiba ada dua mobil dan satu motor yang familiar berhenti di dekat mereka . Itu mobil Porsche dan Bugatti milik Bastian dan Rendy , motor sport milik Dipta
Ternyata kampus Mahal nggak menjamin kualitas mahasiswanya . Bastian berdeci begitu turun dari mobil mendapati mobil Rachel dicoret-coret dengan pilox
Rendy mendekat pada Rachel dan mengumpat saat melihat wajah dan leher Rachel yang terdapat beberapa goresan . Dita pun sama marahnya , kemarahannya sudah diwakili oleh Rendy . Dia pun mendekat pada laki-laki yang masih terbaring di vaping parkiran .
Ini orangnya Dita berjongkok dan menepuk-nepuk pipi orang itu mau di rumah sakit mana Oh atau mau di kuburan di kuburan mana Dita menyeringai
Udah cukup Rachel menarik Dipta dari sisi orang itu Dita jangan
"Rel," Bastian memberi kode
Farel langsung mengerti kode itu menggenggam tangan Rachel dan menariknya paksa menuju ke mobil
"Gak bisa arel lepas jangan diapa-apain, Dypta, Rendy.
Farel membuka pintu mobil dan mendudukkan Rachel di kursi.
Farel"
Farel tak menjawab dan memasang sel bet Rachel namun Rachel terus memberontak dan berusaha melepaskan sel bet itu . Kondisi orang itu sudah sekarat Rachel tidak ingin Bastian Dipta dan Rendy menambahi lukanya dan mengakibatkan kondisinya semakin memburuk .
"Rachel."
Mendengar suara serak dan dalam Farel Rachel mendongak hingga mata mereka bertemu.
__ADS_1
Diam dan nurut atau gue cium lo saat ini juga.