Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
103. Melamarnya


__ADS_3

Sudah berjam-jam berlalu, namun ingatan tentang kejadian tadi membuat Rania terus saja kepikiran. Ia tidak menyangka Zaky akan melakukan hal yang tidak pernah diduganya didepan orang banyak. Bagaimana tidak, Zaky dengan terang-terangan melamar dirinya dihadapan semua orang yang sudah selesai menonton film.


Waktu itu, film baru saja selesai. Rania yang tidak menduga akhir kisah cinta dalam film itu, menjadi senang saat ternyata filmnya berakhir dengan bahagia. Rania seperti ingin menonton ulang lagi. Tapi waktunya tidak memungkinkan karena besok dirinya harus masuk kerja dan Rania juga tidak bisa lagi keluar malam. Apalagi hanya untuk menonton film yang sudah pernah di tontonnya.


Rania lalu menghembuskan napas panjang. Baru kemudian, ia pun melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan nonton film - mengikuti beberapa penonton yang sudah keluar lebih dahulu. Saat dirinya baru saja melangkahkan kakinya keluar dari jejeran kursi, tiba-tiba saja lampu yang semula terang di ruangan berubah menjadi gelap seperti pemutaran film tadi. Tapi yang berbeda, ini benar-benar gelap tanpa cahaya apapun.


Rania tentu saja takut dan cemas. Ia pun memanggil Zaky agar Zaky bisa menolongnya dengan menyalakan lampu dari ponselnya karena tadi, saat lampu masih terang, Rania melihat kalau Zaky tengah memegang ponselnya. Sedangkan ponselnya ada didalam tas salempangnya. Tentu saja ia berpikir kalau Zaky pasti lebih cepat dari dirinya kalau ingin membuat ruangan ini sedikit bercahaya. Untuk itulah Rania memilih meminta tolong saja pada Zaky.


"Zaky, tolong nyalain blitz ponselmu dong," ujar Rania.


Hening, tidak ada jawaban dari Zaky!


Rania lalu kembali memanggil Zaky. Namun Rania merasa aneh. Meski sudah beberapa kali memanggil Zaky, Zaky tak kunjung juga menyahut atau bahkan memberikannya isyarat seperti memegang tangannya agar Rania tahu dimana posisi Zaky saat ini.


Rania bertambah takut saat tahu kalau sepertinya ia hanya berada didalam ruangan ini sendirian. Bahkan saat ini mata Rania sudah berkaca-kaca hingga beberapa saat kemudian, setitik air matanya sudah jatuh melewati pipinya. Rania lalu merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya dan mulai menyalakan blitz-nya sendiri.


Sambil terus memanggil Zaky, Rania melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Namun, belum juga Rania sampai memutar knop pintu keluar, tiba-tiba layar besar tempatnya menonton film tadi menyala begitu saja hingga membuat Rania terkejut pada awalnya. Hingga lama-kelamaan, layar tersebut mulai menampilkan sosok yang Rania kenal dengan begitu baik.

__ADS_1


Yah, sosok yang terlihat didalam layar lebar itu adalah sosok Zaky. Lelaki yang dicari oleh Rania sedari tadi dan sampai sekarang. Entah mengapa Rania merasa kalau Zaky sudah merencanakan ini semua. Ia lalu melangkahkan kakinya kembali untuk duduk kursi dan menonton video yang sedang berputar di layar lebar didepannya ini.


Video didepannya mulai menampilkan sosok Zaky berkemeja dongker dan celana panjang berbahan kain. Zaky terlihat tersenyum sebelum mengatakan kata-kata yang ingin disampaikan pada Rania.


"Hai, Rania," ujar Zaky nampak kaku pada awalnya karena entah mengapa keberanian yang sudah dikumpulkannya tadi sebelum mulai membuat video dirinya hilang entah kemana. Zaky pun terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya kembali. "Tadi kamu pasti ketakutan karena aku hilang tiba-tiba dari dekatmu saat ruangan ini sedang gelap gulita. Maaf, itu adalah rencanaku dari awal dan aku harap kamu mau memaafkanku."


Zaky lagi-lagi diam. Sungguh ia merasa takut untuk mengatakan sebab ia membuat video dirinya bukan karena takut Rania tidak akan menontonnya sampai selesai, tapi Zaky takut kalau Rania tidak akan mau menerima kata-kata selanjutnya dari dirinya. Namun seberapa takut pun itu, Zaky tetap harus mencobanya, kan!


Untuk itulah, rasa takut yang tadi sempat menghampirinya, kini ia mencoba untuk menghilangkannya dengan kembali berkata-kata. "Dari aku bertemu denganmu, aku sudah jatuh dalam pesonamu. Entah mengapa, aku pun tak tahu. Mungkin inilah kata orang tentang pandangan pertama. Aku tahu, kita sudah melewati banyak waktu dalam saling mengenal satu sama lain selama ini. Untuk itulah, sekarang aku memberanikan diri berdiri dihadapanmu, berlutut dengan sebuah kotak kecil di tanganku."


Saat tahu siapa sosok itu, Rania tersenyum bahagia nan haru. Rania lantas mendekati Zaky. Saat Rania sudah sampai dekatnya, tiba-tiba saja lampu ruangan menyala hingga membuat Rania menutup mata dengan tangannya karena merasa silau akan cahaya yang tiba-tiba terasa terang itu.


Saat Rania membuka matanya kembali setelah beberapa saat, Rania heran karena melihat banyaknya orang diruangan ini. Bahkan sepertinya orang-orang ini adalah orang yang tadi bersamanya menonton film.


Rania celigak-celiguk melihat mereka hingga ia tidak menyadari kalau Zaky telah berlutut dihadapannya, mendongkak melihatnya dengan menyodorkan sebuah cincin padanya, seperti kembali menonton lanjutan video yang tadi telah berakhir dengan tergantung. Beberapa dari mereka yang ada disana pun bersiul. Rania yang merasa heran lantas melihat Zaky.


Betapa terkejutnya ia saat melihat Zaky menatapnya penuh harap dengan cincin ditangan yang terus terulur untuknya. Sungguh, tindakan Zaky yang tidak disangkanya ini membuat Rania gugup. Bahkan saat menyebut nama Zaky, Rania menjadi gugup.

__ADS_1


"Zac ... Zaky, kamu ngapain berlutut didepan aku kayak gini!" Rania melihat sekelilingnya lalu melihat Zaky kemudian. "Bangun gih! Ngga enak nih, dilihat banyak orang," gumam Rania yang hanya dapat didengar oleh Zaky.


Namun Zaky tidak mempedulikannya. Ia masih terus berlutut dihadapan Rania seperti keadaannya semenit yang lalu. "Zak, ayo berdiri. Jangan kayak gini dong!" bujuk Rania.


"Tolong dengarkan aku semenit saja!" ujar Zaky. Rania terdiam cukup lama sebelum menganggukan kepalanya mengikuti ucapan Zaky tadi.


"Video singkat tadi adalah ungkapan hatiku yang terdalam untukmu. Aku sengaja tidak melanjutkannya sampai akhir karena aku ingin mengatakannya langsung kepadamu saat ini." Zaky menatap Rania lekat-lekat seakan tidak ingin membuat Rania berpaling dari yang lain.


Sedang Rania, ia semakin gugup dibuat oleh Zaky. Bagaimana tidak, saat ini aksi Zaky tengah dilihat oleh banyak orang. Bahkan dari beberapa diantaranya sengaja memvideo aksinya berlutut dihadapan Rania dengan kotak beludru dengan sebuah cincin manis yang bertahtakan berlian untuk Rania.


"Ini mungkin terlalu cepat bagimu, tapi bagiku ini adalah waktu yang tepat. Jadi, Rania Dwi Syifa, maukah kamu menjadi orang pertama yang kulihat saat membuka mata di pagi hari dan menghabiskan sisa waktumu bersamaku?" tanya Zaky menatap Rania penuh cinta dan harap.


...To be continued ...


Semoga yang berikan Like, vote, komen dan dukungan lainnya diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki oleh Allah, aamiin 🤲


...By Siska C ...

__ADS_1


__ADS_2