
Hai, aku datang lagi nih. Hari ini aku mau berterima kasih banget sama @Risqi Risqi karena telah memberikan vote-nya pada cerita ini.
Hari ini hari senin, loh. Dan ada 1 vote baru lagi untuk kalian. Jadi, yang belum vote, kuy di vote-lah cerita ku ini.
Oh, iya. Tenang aja, yang vote nanti aku tulis namanya di bab selanjutnya.
Baiklah. Selamat Membaca. 💪
...***...
Saat Rania baru saja keluar dari ruangan manajer keuangannya, ia dikejutkan dengan seorang lelaki yang tengah berdiri tidak jauh darinya. Hal itu sukses membuat Rania membulatkan matanya tanpa sadar.
"Bagaimana bisa, Zaky sampai bisa ada disini!"
Rania terbengong. Dian yang kebetulan lewat didekatnya karena hendak pergi ke ruangan pak manajer, jadi menyadarkan dirinya dengan menepuk pundaknya beberapa kali seraya mengatakan, "lelaki itu sudah dari tadi menunggumu. Sana pergi, jangan buat dia menunggumu lebih lagi. Entar teman yang lain akan mencurinya darimu," goda Dian sambil mengedipkan matanya sebelah saat Rania melihatnya.
Rania menggelengkan kepalanya mendengarkan perkataan Dian barusan. Lalu sedetik kemudian, Rania melangkahkan kakinya mendekati Zaky yang entah keperluan apa sehingga dirinya bisa sampai ke ruangannya. Bahkan menatapnya sambil tersenyum.
"Zaky. Apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku? Aku mencarimu."
"Tidak maksudku, kenapa kamu bisa ada di ruanganku?" tanya Rania begitu heran.
Pasalnya, ia tahu kalau orang lain yang tidak ada hubungannya dengan kantor, maka orang tersebut tidak diizinkan masuk. Apalagi masuk sampai ke ruangan keuangan. Namun apa ini? Zaky malah dengan entengnya masuk ke kantor bahkan sampai ke ruangannya.
Zaky yang ditanya pun malah tersenyum saja dan hal itu sukses membuat Rania kian penasaran. Bahkan sampai kembali menanyakan alasan kedatangan Zaky kemari.
"Aku salah satu pemegang saham disini. Jadi aku juga bebas masuk ke kantor. Begitu," ujar Zaky menerangkan yang membuat Rania mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
"Apa yang membuatmu datang kemari?"
"Aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja."
"Ya, ampun Zaky. Mengapa kamu tidak menelepon atau setidaknya mengirimkan sms padaku. Kamu harusnya ngga perlu repot-repot datang kemari kalau hanya untuk mengatakan ini."
"Tak apa. Kebetulan aku juga punya urusan lain yang dekat dengan kantormu. Jadi, aku sekalian mampir."
"Tapi aku bawa makan siang dari rumah. Kalau mau, kita bisa makan bekal aku aja, aku bawa banyak kok."
"Boleh."
"Baiklah. Kita makan siangnya dimana?"
__ADS_1
"Ditempat biasa bagaimana?"
"Emang ngga papa kalau cuma mesen minuman, doang?" tanya Rania. Pasalnya, ia dan Zaky seperti numpang makan saja nantinya.
"Ngga papa kok."
"Baiklah."
"Kalau gitu, nanti ku jemput."
"Hem," jawab Rania sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku pergi dulu. Selamat bekerja."
Setelah mengatakannya, Zaky pun pergi dari hadapan Rania. Teman-teman seruangannya yang melihat Rania tadi dengan Zaky pun perlahan mendekati Rania. Mereka tersenyum menggoda pada Rania.
"Ehem. Pacar ya? Tampan kok," ujar gadis berambut pendek.
"Tidak ... tidak. Dia adalah temanku tidak lebih." Tentu saja Rania menolak apa yang telah dikatakan teman kerjanya itu, karena dirinya dan Zaky tidak mempunyai hubungan khusus apapun.
"Ah, Rania. Jangan malu-malu gitu. Kami ngga papa kok," ujar salah seorang temannya lagi.
"Sungguh. Dia hanya temanku. Lebih tepatnya kakak tingkatku saat kuliah dulu."
"Baiklah ... baiklah, kami percaya," ujarnya tidak sesuai hatinya karena tidak ingin lebih membuat Rania merasa canggung dan tentunya saja akan menjauhi mereka karena terus saja mendesaknya.
Setelah sampai di meja kerjanya, Rania kembali mengerjakan tugasnya dengan perasaan senang karena ia mendapat cuti kerja sampai sore hari saja. Namun tetap saja Rania tidak ingin membagikan kabar baik ini dengan teman seruangannya.
Ia tidak ingin memberitahukan mereka karena bisa jadi mereka juga akan menuntut pak manajer untuk memberikan mereka cuti kerja juga.
Kalau hal itu terjadi, maka bisa-bisa ia ikut bermasalah juga dan ada kemungkinan, cuti yang diberikan malah bisa dibatalkan kembali.
Bukannya ia berprasangka aneh, tapi selama lebih baik untuk dirahasiakan saja, maka Rania lebih memilih untuk merahasiakannya. Ia tidak ingin membuat mereka beranggapan kalau dirinya dibeda-bedakan dengan mereka karena dirinya adalah calon sekertaris pengganti Khanif.
Sungguh, Rania tidak ingin mengambil alasan tersebut karena tadi sudah jelas kalau pak manajer memberikannya cuti karena apa.
Mengingat tentang calon sekertaris pengganti Khanif, Rania baru teringat kalau besok adalah hari terakhir Lisa bekerja sebagai sekertaris sementara buat Khanif dan senin depan, Lisa sudah digantikan oleh Farah. Wanita yang malam tadi tidak sengaja bertemu dengannya.
Memikirkan Farah, Rania jadi teringat kemarin malam saat dirinya dan Zaky hendak menuju ke arah mobilnya yang terparkir. Sebelum sampai, Rania menghentikan langkah kakinya sejenak dan diikuti dengan Zaky.
Ia berhenti berjalan karena ia sempat mendengarkan dua orang saling bercakap-cakap yang ia ketahui kalau suara wanita itu tidak lain adalah Farah.
Mengatahui kalau ternyata dua orang yang saling bercakap itu adalah Farah dan teman lelakinya, Rania pun melanjutkan langkah kakinya. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat mendengar namanya disebut. Bukannya ia ingin menguping pembicaraan orang. Hanya saja, ia penasaran kenapa namanya sampai di sebut beberapa kali.
__ADS_1
"Bukannya aku udah bilang kalau Rania teman kerja sekaligus masuk juga dalam kandidat pencalonan sekretaris untuk pak Khanif."
"Itu yang ingin ku dengar. Sayang, kamu ngga bilang tadi kalau dia masuk sebagai kandidat juga."
Ditempat persembunyiannya, Rania kaget saat lelaki yang dikenalkan oleh Farah sebagai teman kini memanggil Farah dengan panggilan mesra.
"Kenapa dengannya?"
"Kamu harus hati-hati sama dia. Kalau bisa, kamu harus melebihi cara kerjanya agar tujuan kita tercapai."
"Sstt, jangan ribut. Tanpa kamu katakan pun aku tahu harus berbuat apa."
"Kamu memang yang terbaik."
Rania membekap mulutnya tidak percaya akan apa yang barusan telah didengarnya. Ia tidak menyangka ternyata Farah membohonginya dan lebih parahnya lagi, Rania sempat mendengar kalau lelaki itu mempunyai tujuan lain.
Ah, andai saja ia tahu apa tujuan mereka, ia pasti akan memberitahukan Khanif hal ini. Namun meski begitu, sepertinya mulai dari sekarang harus selalu waspada pada Farah dan bisa jadi ia juga mulai selalu memperhatikan gerak-geriknya.
Rania teringat dengan Zaky yang saat ini tengah berdiri dibelakangnya dan pastinya, Zaky juga telah mendengarkan percakapan dua orang itu. Biar bagaimana pun, Zaky sudah tahu apa yang terjadi.
Rania lalu menarik tangan Zaky dari sana agar mereka tidak ketahuan. Rania juga tahu, pasti Zaky mengetahui apa yang harus dilakukannya nanti. Secara, Zaky adalah salah satu pemegang saham di perushaan Khanif. Pastinya, jika suatu saat Rania membongkar rahasia Farah dan kekasihnya itu, Zaky akan membantu dirinya.
Lamunan Rania akan semalam terbuyarkan saat Dian menepuk pundaknya pelan. Rania lantas mendonggakkan kepalanya melihat Dian yang tersenyum sumringan.
"Kayaknya kamu juga dapat anugerah," tebak Rania.
"Iya, aku senang banget. Gaji aku dinaikkan 10 persen. Kan lumayan tambah uang jajan."
"Selamat ya. Berarti akan ada acara traktiran, dong!" canda Rania.
"Tentu saja. Tapi cuma kamu aja."
Rania tersenyum. Ia tahu mengapa Dian sampai mengatakan hal itu.
"Baiklah, aku tunggu traktiran darimu."
Dian menganggukkan kepalanya. Selepas itu, ia berlalu menuju ke meja kerjanya sendiri. Rania kini kembali lagi fokus pada kerjaannya. Ia harus segera menyelesaikannya agar ia bisa dengan tenang menikmati sore harinya nanti.
Saat Rania memegang mouse, ponsel yang ada didekatnya berdering. Lantas tangannya beralih untuk mengambil ponselnya itu. Sebelum menggeser icon panggilan hijau, Rania melihat nama siapa yang tertera di ponselnya ini. Namun, apa yang ingin dilihatnya, hanya menujukkan sebuah nomor baru yang tidak dikenalnya.
Meski begitu, tetap saja Rania menggesernya. Ia mengerutkan kening saat lawan bicara di ponselnya memanggil dirinya sayang.
...To be continued...
__ADS_1
Semoga yang berikan Like, vote, komen dan dukungan lainnya diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki oleh Allah, aamiin 🤲
...By Siska C...