
Selamat hari jumat berkah. Kali ini aku mau berterima kasih banget sama @Alisya Wilda dan @Indah karena telah memberikan vote-nya pada cerita ini.
Ok, baiklah. Selamat Membaca, ya!
...***...
Sesuai perkataan Zaky, Zaky pun menjemput Rania ke rumahnya pada malam hari untuk membawa Rania pergi menonton film di bioskop. Saat Zaky hendak membuka pintu keluar, langkah kakinya tertahan saat mendengar sang bunda memanggil dirinya.
"Mau kemana, nak?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda walau umurnya sudah memasuki usia kepala lima.
Zaky berbalik, ia tersenyum melihat sang bunda yang telah membesarnya dan menyekolahkannya sampai bisa se-suskes sekarang tanpa adanya ayah disamping mereka karena ayah lebih dahulu dipanggil oleh sang maha kuasa beberapa tahun yang lalu.
"Zaky mau pergi kerumah Rania, bun. Zaky mau mengajaknya pergi nonton film di bioskop."
Bunda lalu mendekati Zaky. Sesampainya didekat Zaky, bunda mengelus lengan Zaky seraya mengatakan, "jaga nak Rania baik-baik. Apalagi kalian akan pergi malam hari. Bunda tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengannya."
"Iya, bunda. Zaky janji."
Zaky pun mengambil tangan bunda lalu menciumnya. "Zaky pergi dulu, bun. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati dijalan. Jangan lupa waktu. Habis nonton langsung antar nak Rania pulang."
"Iya, bunda."
Zaky pun pergi meninggalkan bunda menuju mobilnya. Sesampainya disana, Zaky menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju rumah Rania.
Sedang Zaky mengendarai mobilnya, Rania sudah siap-siap dirumah. Setelah berdandan rapi, Rania mengambil sling bag-nya. Lalu kemudian ia pergi keruangan tengah menunggu Zaky datang menjemputnya.
Rania baru saja duduk saat mama datang menghampiri. Ia tersenyum melihat sang anak yang begitu berbeda malam ini.
"Mau kemana malam-malam begini?"
"Eh, mama. Rania mau pergi nonton sama Zaky, ma."
Mama pun mengambil tempat duduk didekat Rania. "Nak Zaky sudah dalam perjalanan menuju kesini?"
"Iya, ma. Tadi Zaky sudah mengirimkan pesan ke Rania kalau dia sudah dalam perjalanan ke sini."
Mama mengangguk. "Kalau nontonnya udah selesai, langsung pulang. Jangan kemana-mana lagi."
"Iya, ma."
Mama pun memberitaukan nasihat-nasihat lainnya agar Rania selalu menjaganya dirinya. Biar bagaimana pun Rania adalah seorang anak perempuan. Lagi pula, mereka akan pergi berdua yang jelas-jelas belum memiliki ikatan yang jelas.
Ya, mama tahu kalau dalam sebuah ruangan nonton film, banyak orang yang juga ada disana. Mama juga tahu Zaky anak yang sopan dan baik. Mama pun kenal dengan orang tuanya. Tapi meski begitu, mama harap Rania tetap hati-hati saat pergi dengan seorang lelaki.
Biar bagaimana pun, mereka adalah dua orang yang berbeda jenis yang sama-sama sudah dewasa. Untuk itulah, mama memberitaukan Rania tentang hal ini.
__ADS_1
Rania yang mengerti kekhawatiran mama dan nasehat yang diberikan pun tersenyum. Ia senang mendengarkan nasehat mama.
"Rania mengerti. Terima kasih, ma."
Mama mengelus kepala Rania sayang.
"Baiklah mama ke dapur dulu."
"Iya, ma."
Rania yang masih setia menunggu Zaky datang menyempatkan diri untuk mengecek media sosial yang ia punya. Benar saja, lama tidak membuka aplikasi berlatar biru dengan huruf F ditengah berwarna putih, Rania terkejut saat ia melihat sebuah undangan pertemanan yang bernama Adelin.
Rania berpikir, ia tidak mempunyai seorang teman bernama Adelin. Namun saat mengingat kalau nama ini adalah nama mama Khanif, Rania pun memencet layar ponselnya yang bertuliskan 'konfirmasi'. Setelah sukses, Rania mengirimkan sebuah pesan yang berisikan salam darinya. Namun beberapa menit menunggu tidak ada jawaban, Rania pun lebih memilih melihat-lihat status dari teman-teman facebook-nya.
Ia dapat melihat kalau ternyata Bella sudah pulang lagi ke tanah air setelah melanjutkan kuliah S2 nya di negeri paman sam. Mengetahuinya, membuat Rania senangnya bukan main.
Bella adalah sahabatnya di bangku perkuliahan selama empat tahun. Bella juga lah yang selama ini menjadi tempat informasinya dalam mengetahui berbagai hal tentang Khanif. Meski Bella tidak mengetahui kalau ia senang mengetahuinya.
Namun disamping rasa senangnya, Rania takut kalau suatu saat nanti Bella mengetahui kalau dirinya pernah menyukai Khanif. Ia tidak ingin sampai persahabatan mereka hal gara-gara hal ini.
Sebenarnya, dari awal Bella membahas tentang Khanif, Rania sudah ingin memberitahukan Bella kalau ia sempat menyukai Khanif. Tapi melihat wajah Bella yang berseri-seri saat membicarakan tentang Khanif dan antusiasnya, membuat Rania mengurungkan niatnya itu. Biarlah hal ini menjadi rahasianya sendiri.
Rania pun lagi-lagi membuka messenger-nya dan mulai mengirimkan pesan pada Bella. "Assalamu'alaikum, Bella."
Tidak seperti mama Khanif, Rania cepat mendapatkan balasan dari Bella, bahkan tidak sampai seperempat menit. "Wa'alaikumussalam. Nona Rania," canda Bella.
"Gimana kabarmu?"
"Alhamdulillah baik. Kamu gimana?"
"Aku lihat kamu udah ada di indonesia."
"Iya. Aku baru sampai kemarin."
"Ketemuan yuk. Udah lama banget kamu pergi."
"Baiklah. Tapi kita ketemuan hari minggu aja, ya. Aku masih lelah habis perjalanan jauh."
"Ok. Baiklah."
Tidak lama setelah mengirim pesan dengan Bella, orang yang ditunggu oleh Rania pun tiba. Rania lalu menyudahi saling berbalas pesannya. Lalu kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan Zaky pintu.
"Silakan masuk dulu, Zaky."
Zaky mengangguk. Ia pun mengikuti langkah kaki Rania masuk ke dalam rumah. Mama yang sudah dari dapur mendengar suara dari ruang tamu pun langsung menuju ke luar.
Mama yakin kalau Zaky pasti telah datang. Saat mama tinggal sedikit lagi melihat mereka, sudah lebih dahulu Rania masuk mencari mama untuk bersalaman agar bisa pergi.
__ADS_1
"Nak Zaky sudah datang?" tanya mama.
"Iya, ma. Kalau begitu Rania pamit dulu. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam. Ingat pesan mama. Hati-hati dijalan."
"Iya, ma."
"Biar mama antar kamu keluar."
Mama lalu mengantar Rania sampai ke depan pintu.
"Tan, kami pergi dulu."
"Iya, nak Zaky. Pulangnya jangan kemalaman ya. Soalnya papa Rania lagi ngga ada di rumah."
"Iya, tante. Zaky janji."
"Baiklah, mama tidak akan menahan kalian lagi. Gih, lekas pergi. Nanti filmnya udah mulai."
Zaky dan Rania pun masuk ke dalam mobil meninggalkan mama seorang diri di rumah. Begitulah istri dari seorang pria militer. Harus siap jika suami mempunyai tugas dadakan.
"Papa kamu pergi bertugas lagi, Ra?"
"Hem, iya. Bahkan aku ngga melihat papa pergi," ujarnya sendu.
"Tapi kan ada aku," canda Zaky.
Rania terkekeh. Setelahnya, tidak ada lagi percakapan diantara mereka. Zaky takut kalau ia terus melanjutkan percakapan tentang papa Rudy, maka Rania akan makin sedih. Untuk itulah, ia menyudahi saja percakapan mereka.
Agar suasana didalam mobil tidak terlalu sepi, Zaky pun menyetel beberapa musik untuk Rania agar selama perjalanan ke bioskop yang lumayan menempuh jarak yang jauh, Rania ataupun dirinya tidak bosan saat tidak ada percakapan yang bagus untuk mereka perbincangkan.
Beberapa lagu telah selesai dan pada akhirnya mereka juga telah sampai. Zaky lalu memarkirkan kendaraannya disalah satu tempat parkir yang masih kosong. Baru setelahnya, mereka bersama-sama keluar dari mobil dan mulai melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam bioskop.
Sesampainya didalam, mereka terus ke tempat penjualan tiket. Setelah membelinya, mereka lantas pergi ke kursi tunggu dulu, sebab film baru akan dimulai sekitar lima belas menit lagi.
Zaky yang awalnya duduk pun jadi berdiri. "Kamu tunggu disini ya. Aku beli popcorn dan minuman dulu."
Rania mengangguk. Zaky pun bergegas pergi membeli makanan wajib saat mereka ingin pergi menonton. Zaky juga ikut mengantri karena banyak orang yang juga ternyata membelinya.
Hampir empat menit Zaky menunggu saat gilirannya telah tiba. Ia pun mulai memesan dua popcorn berukuran sedang dan dua gelas minuman untuk mereka. Setelah membelinya, Zaky kembali. Ia tidak kembali duduk karena ruangan bioskop-nya telah terbuka. Mereka pun masuk ke dalam dan mencari kusir masing-masing.
Setelah mendapatkan kursinya, Zaky dan Rania mulai duduk. Saat Rania menoleh ke arah sampingnya, ia terkejut melihat seseorang yang dikenalnya.
...To be continued...
Selamat hari jumat berkah, semoga yang like,vote dan komen diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki, aamiin 🤲
__ADS_1
...By Siska C...