Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Bab 170. Hari Bersamanya


__ADS_3

"Bagaimana aku lebih serasi dengan adik Rania kan?" tanya Dean pada sosok lelaki yang melihatnya dengan tatapan hendak menerkamnya saja. Bahkan Dean kini sengaja melampirkan lengannya di leher lelaki yang tidak lain adalah Khanif.


"Cocok dari samping tepatnya," ujar Khanif membuat Dean cemberut.


"Ah, sudahlah. Kamu tidak seru. Harusnya kamu mukulin aku karena udah ambil bagian kamu untuk menjemputnya."


"Ide kamu bagus juga. Baiklah. Aku bisa mencobanya sekarang juga," ujar Khanif dengan senyuman simpulnya.


"Eh, eh tunggu." Sontak saja Dean melepaskan lampiran tangannya pada Khanif. Ia kemudian kembali melanjutkan perkataannya, "aku cuma  bercanda kok. Kamu jangan memasukkannya ke hati dong."


"Bukannya ide tadi kamu yang minta? Sini mendekat, biar aku tunjukkan ide kamu bagus atau tidak."


"Eh, ngga. Jangan main-main Khanif. Ini tuh acara reuni sekolah. Kalau kamu sampai mukul aku, nanti tidak ada lagi wanita yang dapat aku dekati karena wajah tampanku sudah berubah jadi jelek."


"Itu juga bagus."


"Tidak."


Dean lalu pergi menjauh dari Khanif. Sedang Khanif berusaha menahan tawanya melihat tingkah laku Dean.


 


Beberapa menit kemudian, acara reuni sekolah pun dimulai. Mulai dari Dean yang tampil sebagai pembawa acara naik ke atas panggung dan mulai menyebutkan rasa terima kasih pada para alumni sekolah yang hadir hari ini.


Tak lupa pula ia memberitaukan rangkaian acara kedepannya.


Selepas itu, acara pertama pun dimulai dengan Khanif sebagai ketua reuni sekolah memberikan kata sambutannya. Lalu acara kedua dilanjutkan dengan tampilan tari dari anak seni sekolah Nusa.


Semuanya bertepuk tangan melihat penampilan anak seni tersebut. Bahkan ada beberapa dari para reuni itu memberikan siulan tangan karena penampilan tari yang begitu memukau dan menghibur mereka.


Lalu rangkaian demi rangkaian acara telah dilakukan dalam rangka waktu beberapa jam. Hingga tibalah mereka pada terakhir dari acara tersebut.


Seseorang yang merupakan alumni dari sekolah Nusa pun memberanikan diri untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk pada tamu undangan dan khususnya untuk wanita yang sudah sangat lama ia dambakan.


"Jadi kalian mau nyumbangin lagi apa?" tanya Dean.


"Lagu yang akan membuat kita mengenang masa-masa sma kita," ujar sosok lelaki berbaju navy dengan nada pelan hingga membuat Dean menganggukkan kepalanya.


"Baiklah inilah penampilan dari Abraham Fauzi," ujar Dean sebelum berlalu dari sana.


Lelaki yang kerap dipanggil Abra itu pun pergi menghampiri para anak band sekolah untuk mengatakan judul lagu yang akan dinyanyikannya. Setelah mengatakannya, Abra kembali ke tengah panggung.


"Baiklah. Untuk acara ini, aku akan menyumbangkan sebuah lagu untuk kalian semua dan khususnya untuk wanita yang ada disampingku ini. Lagu ini sengaja ku pilih untuk mengenang kembali masalah lalu kami dan mungkin juga masa lalu kalian. Jadi, Silahkan menikmati lagu ini," ujar Abra.


Wanita yang berdiri disamping Abra pun jadi terkejut karena Abra sampai membawa-bawa namanya segala saat ingin bernyanyi. Namun, ia juga penasaran lagu apa yang hendak Abra nyanyikan sampai bisa mengenang masa lalu mereka.


Sedangkan Abra, ia pun memberikan kode pada anak band sekolah untuk memulai memainkan alat musik mereka agar mengiringi saat dirinya mulai bernyanyi.


Petikan gitar dan suara bagian drum dipukul mulai terdengar indah di telinga para tamu. Bahkan dengan mudahnya mereka menebak lagu yang ingin dinyanyikan oleh Abra hanya dengan mendengar awal musik itu.


Tak terkecuali dengan Rania, ia bahkan sangat menyukai alunan musik tersebut. Ia bahkan seperti akan segera tertarik kembali ke masa putih abu-abunya.


Abra pun mulai bernyanyi dan membius fokus para tamu yang telah menanti dirinya.


Hari telah terganti


Tak bisa ku hindari


Tibalah saat ini bertemu dengannya

__ADS_1


Jantungku berdegup cepat


Kaki bergetar hebat


Akankah aku ulangi merusak harinya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Beri aku kekuatan


'Tuk menatap matanya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Lancarkanlah hariku


Hariku bersamanya


Hariku bersamanya.


Sambil bernyanyi, sesekali Khanif melihat seorang wanita dari jauh dan teringat bagaimana pertemuan pertama mereka saat hari pengospekan sekolah.


Tentu saja Khanif tersenyum kala mengingatnya. Ia bahkan tidak sadar terus tersenyum mendengar alunan lagu yang mengingatkannya pada masa sekolahnya dulu.


Kau tahu betapa aku


Lemah dihadapannya


Aku mendambakannya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Beri aku kekuatan


'Tuk menatap matanya


Mohon Tuhan


Untuk kali ini saja


Lancarkanlah hariku


Hariku bersamanya


Hariku bersamanya.


Saat Abra nyanyikan lirik lagu 'Tuhan tolonglah', para tamu reunian pun ikut bernyanyi juga mengikuti alunan musik yang begitu menghipnotis mereka semua untuk ikut bernyanyi.


Sampai lagu berakhir, Abra begitu bersemangat dan begitu pula para tamu yang juga sudah menyumbangkan suara mereka dengan suka rela.


Setelah lagu berakhir, Dean pun kembali naik ke atas panggung menghampiri Abra dan seorang wanita yang senantiasa berdiri disamping lelaki yang telah menyanyikan lagu dari band kesukaannya.


"Terima kasih pada Abraham karena telah menyumbangkan lagu untuk kami dan terima kasih juga pada Camelia yang juga ikut berpartisipasi dalam acara ini," ujar Dean.

__ADS_1


"Sama-sama," ujar Abra dan Camelia.


Sedangkan para tamu undangan yang masih belum move on gara-gara Abra, pun kembali meminta Abra untuk bernyanyi.


Mereka seakan sudah terhipnotis akan suara Abra yang hampir mirip dengan penyanyi Aslinya, Duta.


Namun karena memang sesi ini hanya untuk sekali bernyanyi, maka Dean pun mengambil alih acara agar para tamu tidak merasa kecewa karena Abra tidak bisa lagi menyumbangkan lagu, walau satu lagu lagi.


"Baiklah, berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka," ujar Dean.


Para tamu undangan pun memberikan mereka tepuk tangan yang meriah dan sorakan terima kasih karena telah menghibur mereka.


Setelah itu, Dean pun kembali mengambil alih pembicaraan dengan mengajak Abra dan Camelia berbincang.


Beberapa orang pun terlihat membawa masuk tiga buah kursi untuk Abra, Camelia dan tentunya untuk dirinya yang akan menanyakan mereka beberapa pertanyaan tentang mereka berdua.


"Baiklah, karena Abraham telah bernyanyi, bagaiman kalau kita menanyakan maksud dia memilih lagi tersebut," ujar Dean.


Abra, Camelia dan Dean pun menuju kursi yang telah disediakan untuk mereka. Setelah duduk, Dean mulai menanyakan beberapa pertanyaan pada Abra dan Camelia yang juga pastinya mengambil peran dalam pemilihan lagu yang tadi telah Abra nyanyikan.


"Baiklah, pasti teman-teman juga penasaran mengapa kamu lebih memilih menyanyikan lagu milik band sheila on seven, ini. Apa yang membuatmu untuk menyanyikan lagu itu? Apakah dengan menyanyikan lagu itu bisa membuatmu mengingat masa-masa smamu disini?" tanya Dean.


Abra tersenyum sebelum menjawab, "Hem, ya. Lagu tersebut seperti memiliki kenangan tersendiri bagi diriku dan juga bagi Camelia. Dan mungkin juga bagi teman-teman yang hadir pada reuni hari ini," Ujar Abra.


 


"Apa ini yang dimaksudkan oleh pak Khanif kalau akan ada yang spesial dari reuni sekolah kali ini?" pikir Rania dalam hati.


Setelahnya, Rania pun kembali fokus melihat tiga orang yang masih ada diatas panggung itu.


"Wah, aku tidak menyangka kamu begitu terpikirkan untuk menyanyikan lagu ini."


"Aku juga sebenarnya tidak terpikirkan akan menyanyikan lagu ini," balas Abra.


"Ah, baiklah. Kami sekarang sudah tau alasan kamu. Jadi kami akan segera meyelesaikan sesi wawancara dadakan ini," ujar Dean mengundang gelak tawa para reuni yang hadir tak terkecuali dengan Rania dan Khanif.


"Baiklah. Aku hanya bercanda. Namun sesi kalian akan berakhir disini," katanya kemudian. "Untuk itu, terima kasih pada teman-teman sekalian yang telah datang pada acara reuni kali ini dan semoga dimasa depan, kami semua akan dipertemukan lagi dalam cara seperti ini," ujarnya membuat semua orang mengucapkan kata 'aamiin'.


Sesaat semua orang telah berdiri dari kursi duduknya hendak meninggalkan acara reuni ini, tiba-tiba saja terdengar kembali suara petikan gitar dan pukulan drum yang terdengar sangat merdu di telinga para tamu undangan hingga membuat mereka kembali berbalik melihat ke arah panggung.


Namun mereka semua tidak melihat adanya seseorang yang berada disana kecuali anak band sekolah yang tadi mengiringi lagu yang tadi dibawakan oleh salah satu tamu reuni ini.


Siapa yang ingin menyanyikan lagu lagi? Bukannya acara ini telah selesai? Tanya sebagian orang tak terkecuali Rania.


...To be continued...


Hai aku mau memberitaukan info yang menarik nih. Aku udah punya grup chat, loh! Jadi yang mau gabung silakan ke bagian awal cerita ini, seperti gambar di bawah ini ya.



Nah, kalian klik tulisan "AYO CHAT" Setelah itu, kalian akan segera gabung di grup aku.


Setelah gabung, kita bisa bercakap-cakap lama loh!


...YUK BURUAN GABUNG 😉...


Jangan lupa like, vote dan komentarnya juga ya.


...By Siska C...

__ADS_1


__ADS_2