Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Bab 25. Aku Cemburu?


__ADS_3

"Permisi," ujar lelaki itu membuat Khanif dan Davina lebih dahulu menoleh padanya.


Rania yang merasa kenal dengan suaranya lantas mendongak melihatnya dan tersenyum merekah saat mengetahui kalau tebakannya benar. Ia pun berkata, "kak Rey." Dengan nada suara gembira.


Seketika Rania berdiri. Ia sangat senang dapat bertemu Rey disaat genting seperti ini. Rania lalu mendekat padanya dan memeluk Rey hangat.


"Rania rindu," ujarnya seakan lupa pada Khanif dan Davina yang terus saja melihatnya sejak ia memanggil lelaki yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Lelaki bernama lengkap Reyhan itu lantas balas memeluk Rania tidak kalah hangat. Bahkan salah satu tangannya kini mengelus lembut kepala Rania.


"Belum cukup sebulan udah rindu," ujar Rey.


"Jahat. Itu sudah termaksud waktu yang lama."


Rey terkekeh mendengar suara manja Rania. Awalnya ia ingin memberikan kejutan buat Rania dengan menemui Rania besok dipenginapannya. Namun ia tidak menyangka akan bertemu Rania saat ini. Bahkan mungkin menjadi penolongnya karena ia sangat tau kalau Rania tidak lagi terlalu mengonsumsi seafood saat ada kerjaan. Apalagi kerjaannya ada diluar kota.


Khanif berdehem. Matanya seakan silau jika terus memperhatikan wanita yang sangat dikenalnya berada dipelukan lelaki lain, yang entah dari mana asalnya.


Rania dan Rey tersadar. Mereka lalu melepaskan pelukan mereka. Rania canggung, sedangkan Rey bersikap biasa saja. Rania lalu tersadar, ia pun menyuruh Rey untuk memperkenalkan dirinya agar rasa penasaran Khanif dan Davina segera hilang.


Rey lalu mengulurkan tangannya, bermaksud untuk memperkenalkan dirinya pada Khanif dan Davina. "Saya Reyhan. Panggil saja Rey," ujar Rey seraya tersenyum.


Khanif belas tersenyum lalu mengulurkan tangannya membalas jabatan tangan Rey. "Saya Khanif. Atasan Rania."


Rey pun beralih pada Davina, lalu mengulang kembali perkataannya sedikit, "Reyhan."


"Saya Davina, sekretaris kedua pak Khanif," balas Davina memperkenalkan diri.


Setelah memperkenalkan diri, Rania pun ngajak Reyhan untuk bergabung dengan mereka. Namun Reyhan menolaknya dan malah mengajak Rania untuk makan diluar. Untung saja, Reyhan belum sempat memesan makanan seperti teman-temannya saat melihat Rania masuk ke rumah makan ini.


"Tidak usah. Malah kakak sengaja datang kesini karena kakak mau ajak kamu makan diluar saja," ujar Rey pelan namun masih dapat didengar oleh Khanif dan Davina.


"Tapi kak," komentar Rania tidak enak pada dua orang yang masih memperhatikan mereka.


"Kakak tau, kamu lagi tidak berminat makan seafood. Jadi kamu terus saja diam memandangi menu makanan tanpa ada niatan untuk memesan," bisik Rey karena tidak ingin membuat pemilik rumah makan ini jadi tersinggung karena perkataannya.


"Baiklah, Rania minta izin dulu sama pak Khanif. Biar bagaimana pun, Rania masih dalam izin beliau."


"Tentu saja."


Rania pun menjauhkan dirinya dari Reyhan. Setelah sedikit menjauh, Rania lantas mendekati Khanif dengan berdiri didekatnya.


"Apa ada?" tanya Khanif.

__ADS_1


"Saya mau izin keluar cari makanan lain sama kak Rey. Jika bapak mengizinkan saya akan pergi. Tapi, jika tidak, tidak apa."


"Mendekat." Rania lantas lebih mendekat pada Khanif. "Lelaki itu dapat dipercaya?" tanya Khanif pelan seperti berbisik.


"Iya pak. Saya jamin itu," balas Rania tak kalah pelannya.


Rania pun kembali menjauh seperti intruksi Khanif. Khanif pun berkata, "baiklah, selama kamu bisa jaga diri, kamu saya izinkan."


Rania tersenyum. Ia lalu berterima kasih pada Khanif karena telah mengizinkannya untuk pergi dengan Rey yang baru Khanif kenal.


"Terima kasih pak. Kalau begitu kami pergi dulu."


"Tunggu!" Khanif beralih pada Reyhan. "Saya harap Anda betul-betul menjaganya," ujar Khanif mengatakan hal tersebut karena ia telah berjanji pada papa Rania untuk selalu menjaga Rania selama mereka pergi ke kota M ini.


"Anda jangan khawatir. Saya akan menjaganya. Kalau anda tidak percaya, saya berjanji pada Anda kalau saya akan menjaga Rania melebihi menjaga diri saya sendiri," ujar Reyhan membuat Khanif sedikit tenang.


Ingat hanya sedikit saja. Karena bagaimana pun, Khanif tidak bisa terlalu mempercayakan Rania pada lelaki yang berdiri didepannya ini. Biar bagaimana pun juga, ia tidak ingin mengingkari janjinya pada papa Rania. Karena ia menduga, kalau papa Rania akan mempercayai orang dari kata-katanya. Kalau sudah mengingkari sekali, jangan harap ada kesempatan berikutnya.


"Saya pegang janji Anda," ujar Khanif lagi.


Rania lalu menambahkan, "terima kasih atas perhatian bapak. Tapi bapak jangan khawatir. Kak Rey pasti bisa menjagaku, melebihi dirinya sendiri."


"Baiklah, kalau begitu saya tidak akan menghalangi kalian lagi."


Rania mengangguk. Ia dan Rey pun meninggalkan Khanif dan Davina. Namun, Baru saja beberapa langkah Rania pergi, Khanif menghampiri mereka, seraya berseru, "tunggu!"


"Iya pak," ujar Rania.


"Saya harap, setelah kalian makan, kalian bisa secepatnya pulang ke penginapan." Khanif diam sejenak, lalu kembali menjelaskan maksud pertanyaan. "Biar bagaimana pun juga, Rania masih dalam pengawasan dan tanggung jawab saya selama disini."


"Anda jangan khawatir, saya tidak akan pernah melupakan hal tersebut. Saya janji, saya akan menjaga Rania," ujar Rey berulang kali agar Khanif lebih percaya.


"Saya tidak akan menahan kalian lagi."


Khanif lalu berbalik kembali ketempat duduknya. Baru saja Khanif melihat Rania menghilang dibalik pintu, seketika Khanif rindu akan panggilan kakak yang diucapkan oleh Rania tadi pada Rey. Ia seakan ingin mendengar langsung dari bibir Rania memanggil dirinya dengan sebutan kakak yang sudah sangat lama tidak didengarnya. Ia sangat ingin mendengar panggilan tersebut walau sejenak.


Namun sayangnya Khanif mungkin tidak akan pernah lagi mendengar Rania memanggilnya dengan sebutan kakak diawal memanggilnya. Karena ia masih ingat saat pertama kali mobil mereka sampai di penginapan. Khanif masih ingat betul saat ia meminta Rania memanggilnya tanpa embel-embel panggilan pak agar tidak ada yang mengetahui kalau dirinya tiba lebih cepat datang dari perkiraan yang lain.


"Mulai saat ini - jika berada diluar, panggil nama saya saja. Agar tidak ada orang yang mengetahui keberadaan kita."


Awalnya Khanif menduga kalau Rania akan memanggilnya kakak lagi, sebagai ganti panggilan hormat dirinya karena tidak memakai panggilan pak. Namun, dugaannya salah saat ia dengar Rania mengatakan, 'baiklah, Khanif.' Tanpa embel-embel panggilan kak diawal.


Khanif tanpa sadar menghela napas panjang. Pupus sudah harapannya jika berharap Rania akan memanggilnya dengan kakak lagi.

__ADS_1


"Pak, pak Khanif," panggil Davina melihat Khanif yang terus saja diam seraya mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Khanif. Setelah Khanif melihatnya, Davina lanjut bertanya, "bapak tidak apa-apa?"


"Tidak, saya tidak apa-apa."


Davina mengangguk tanpa curiga sedikitpun akan perubahan Khanif.


"Kamu sudah selesai memilih?"


"Sudah pak."


"Berikan catatan pesananmu, biar saya yang mengantarkannya ke pelayan tadi."


"Tidak usah pak, biar saya saja kalau begitu."


"Tak apa, sini berikan."


"Iya pak," ujar Davina seraya memberikan catatan pesanannya.


Setelah menerimanya, Khanif pun pergi memesan makanan untuk mereka berdua.


Berbeda dengan suasana di rumah makan seafood ini, suasana di rumah makan pilihan Rey untuk Rania terbilang biasa saja, tidak seramai tempat makan yang tadi. Meski begitu, Rania terlihat lapar kala memandangi buku menu yang telah ada dalam dipegangannya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Reyhan.


"Emm, apa ya? Rania pusing mau milih yang mana. Soalnya Rania lihat makanan disini sepertinya menggugah selera Rania."


"Bagaimana kalau kakak yang pilihan?"


"Boleh, Rania sa ...."


...To be continued ...


Yuk, kita baca pantun dulu 👇


...Hijau terhampar padi di sawah...


...Membuat senang yang memandangnya...


...Hari Jumat mustajab berdoa...


...Mari isi dengan munajat kepada-Nya....


 

__ADS_1


🤲 Semoga yang berikan Like (bintang) atau vote/komentarnya, diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah dan tidak disangka-sangka. Aamiin 🤲


...By Siska C...


__ADS_2