Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Bab 133. Absurd 2


__ADS_3

Mereka baru saja keluar dari pesawat saat Lisa lagi-lagi kembali menggerutu, "kalau cuacanya tidak sedingin ini, mana aku mau bawa baju tebal-tebal."


Rania yang mendengar gerutuan Lisa hanya dapat tersenyum. Pasalnya, Lisa belum tau kalau kota yang mereka datangi bukanlah kota tempat dimana pesawat mereka mendarat. Melainkan kota yang akan mereka datangi masih berjarak kurang lebih enam jam lagi.


Berbeda dengan Rania, Farah bahkan sampai tertawa mendengarnya. Ia lalu menambahkan, "makanya kalau bawa baju tuh, jangan yang tebal-tebal amat. Untung aku bawa baju biasa."


Davina yang baru kembali dari membeli air mineral jadi heran saat melihat ekspresi ketiga wanita itu. Apalagi Lisa dengan wajah seperti ditekuk.


"Kalian kenapa?"


"Ini, Lisa seperti menyesal membawa baju tebal karena ia mengira cuaca disini sangat dingin seperti perkataan Anda sebelumnya."


Davina lantas terkekeh pelan. "Aku kira ada apa. Ya, memang cuaca disini sangat bersahabat. Tapi, kita tidak akan berada disini sangat lama karena kota yang ingin kita datangi masih jauh dan ya, udara disana sangatlah dingin. Jadi, baju hangatmu itu pasti akan sangat berguna saat berada disana."


"Hah! Bukan disini?" ujar Farah terkejut.


"He'em. Kita akan naik mobil jemputan selama kurang lebih enam jam. Jadi sebelum itu, ada baiknya kita makan dulu di warung dekat sini. Ayo," ajaknya kemudian.


Davina pun lebih dahulu berjalan ke area penjemputan diikuti oleh Rania. Lisa yang berjalan belakangan menoleh pada Farah dengan memberikan senyum remeh. Ia rasa kalau keadaan telah berbalik padanya.


Sesampainya mereka diwarung makan, mereka pun mulai memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka tiba, Lisa dan Farah terlihat mengabarkan keluarga mereka kalau mereka baik-baik saja selama perjalanan. Sedangkan Davina, mengabarkan pada Khanif kalau mereka sedang berada di warung makan dekat bandara sebelum berangkat menuju kota M.


Berbeda dengan mereka bertiga, Rania malah mengirimkan pesan singkat pada Reyhan kalau Reyhan tidak perlu menjeput dirinya karena ia akan naik mobil bersama Lisa, Farah dan Davina. Ia juga menambahkan kalau kemungkinan mereka akan jarang bertemu karena vila yang ada di kota M akan diresmikan minggu ini.


Bersamaan mereka mengirimkan pesan singkat untuk keluarga, pesanan mereka pun telah tiba. Mereka mulai menikmati makanan mereka sebelum kembali melanjutkan perjalanan yang melelahkan.


***


Terlihat Khanif masih sibuk memeriksa satu persatu ruangan yang ada di villa. Ia memeriksa kelayakan dan fasilitas yang ada. Biar bagaimana pun, peresmian vila tinggal dua hari lagi dan ia ingin saat hari H tiba, semuanya dapat berjalan lancar tanpa kendala apapun.


Ia juga ingin, kalau pengunjung yang ingin menginap di vila, dapat merasakan kenyamanan dan keamanan. Dengan begitu, vila-nya dapat terkenal dikalangan luas sebagai vila terbaik di kota M. Baik sebagai tempat persinggahan maupun sebagai tempat refreshing saja.


Setelah puas mengecek keadaan didalam vila, Khanif lanjut mengecek keadaan vila bagian luar. Mulai dari taman kecil depan vila, sampai kebun buah stroberi yang berada tepat disamping vila. Semuanya tidak luput dari perhatian Khanif.


Khanif juga mengecek lorong dengan lingkaran tanaman merambat buah markisa yang sudah diselesaikan Tama kemarin sore. Lagi-lagi Khanif berdecak kagum akan pekerjaan Tama. Lihat, tanaman merambat buah markisa ini sudah mulai terlihat segar kembali, padahal kemarin sore tanaman merambat itu terlihat layu.


"Pak," panggil Tama saat Khanif masih saja fokus melihat lorong tanaman markisa didepannya.


"Ada apa?" tanya Khanif tanpa melihat Tama.


"Pak Gunawan telah sampai, pak."


Khanif membalikkan badannya. "Dimana dia sekarang?"


"Beliau ada di luar vila, melihat-lihat sekitar."


"Kalau begitu, urus pekerjaan yang lain. Saya akan menemuinya."

__ADS_1


"Iya, pak."


Khanif pun pergi menemui pamannya - Gunawan yang sibuk melihat-lihat sekitar vila, hingga tanpa sadar kalau Khanif sudah ada didekatnya. Paman Gunawan baru tersadar saat Khanif sengaja berdehem untuk menyadarkan pamannya.


"Nak Khanif."


"Paman, apa yang paman lakukan disini?"


"Paman hanya jalan-jalan saja. Sekalian ingin menghadiri acara peresmian vila kamu, nak."


"Aku kira paman tidak akan datang mengingat omah yang tidak menyukai keputusan, Khanif."


Paman Gunawan lantas tersenyum kecil untuk meyakinkan Khanif bahwa Omah tidak lagi memarahi Khanif.


"Malahan omah mu sendiri yang menyuruh paman kesini."


"Tapi kenapa omah tidak datang?"


"Omahmu lagi tidak enak badan, makanya tidak bisa datang. Padahal omahmu ingin sekali menghadiri acara peresmian vila ini."


"Sepulang dari sini, Khanif akan mengunjungi omah."


"Ya, tentu harus begitu."


"Kalau begitu, paman duduklah dulu. Khanif ingin melihat-melihat sekitar vila lagi. Tak, apa kan kalau Khanif tinggal?"


"Tak apa, nak. Paman juga sudah lelah berjalan-jalan."


"Siap, pak," kata pelayan wanita.


"Kalau ada yang dibutuhkan oleh paman, kamu langsung datang ya."


"Iya, pak."


"Baiklah, kalau begitu kamu bisa mangambilkannya."


Setelah mengatakannya, Khanif pun berlalu dari sana dan kembali bergabung bersama Tama dan para pekerja lainnya yang sedang memperbaiki kebun stroberi.


***


Perjalanan selama enam jam tanpa henti memang begitu melelahkan, namun tidak untuk ke empat wanita yang berada dalam mobil menuju kota M. Bagaimana tidak, sepanjang jalan mereka begitu terkesima akan keindahan alam yang begitu memukau.


Apalagi Lisa dan Farah yang baru pertama kali melihatnya secara langsung. Mereka berdua seperti tidak ingin mengedipkan mata agar tidak ada setiap momen pun yang mereka lewati.


"Wah, udaranya mulai terasa dingin," ujar Farah sambil memegang pipinya yang sudah dingin.


"Iya karena kita sudah dekat dengan tempat tujuan. Kalau kamu merasa kedinginan, kamu bisa menaikkan kaca mobilnya," ujar Davina.

__ADS_1


"Ngga papa kok, mbak. Saya suka cuaca dingin seperti ini."


"Huh, bilang aja mau cari perhatian!" gumam Lisa pelan yang masih didengar oleh Farah yang duduk disisi kanannya.


Mendengarnya, membuat Farah mencebik tidak suka. Selalu saja Lisa mengomentari perkataannya. Lihat saja, ia akan membuat perhitungan nanti. Pikirnya dalam hati sambil tersenyum licik.


"Berapa jam lagi kita sampai, mbak?" tanya Farah.


"Tidak sampai sejam lagi."


"Syukurlah, saya ingin segera beristirahat."


Davina lantas tertawa pelan. "Kalau kamu sudah melihat keindahan disana, saya ragu saat mendengar perkataanmu ini."


"Saya makin penasaran kalau begitu."


"Hem. Rania sudah pernah kesana, kalau mau, kamu bisa bertanya-tanya padanya."


"Ngga usah, mbak. Nanti jadinya ngga seru lagi."


"Kalau begitu, kamu bisa melihat-lihat dalam perjalanan kita. Kalau ada tempat yang kamu ingin ketahui selama perjalanan, kamu bisa bertanya padaku atau Rania."


"Iya, mbak."


Farah pun kembali menoleh ke samping. Melihat-lihat tempat yang mereka lewati. Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan vila.


Davina lantas berbicara pada penjaga gerbang masuk. Setelah dipersilakan masuk, mobil yang membawa mereka kembali melaju sampai parkiran vila.


"Kita telah sampai," ujar Davina. "Ayo turun."


Farah lantas bergegas turun, diikuti oleh Lisa dan Rania kemudian.


"Huft, dinginnya," komentar Lisa saat pertama kali menginjakkan kakinya di vila Khanif.


Khanif yang tidak jauh dari tempat mereka berada pun pergi menghampiri mereka.


"Akhinya kalian sampai juga," ujar Khanif. "Bagaimana perjalanan kalian?"


"Perjalanan kami lancar," jawab Davina. Davina lantas menoleh pada Farah. "Oh, iya. Bukannya kamu ingin beristirahat dulu?"


"Sepertinya perkataan, mbak tadi benar. Saya rasa kelelahan saya tiba-saja hilang saat melihat pemandangan disini."


Davina terkekeh. "Saya bilang apa. Kalau kamu mau, kamu bisa berkeliling vila ini. Kamu bisa pergi bersama Lisa dan juga Rania."


"Saya ...." Tiba-tiba Rania menyahut.


...To be continued ...

__ADS_1


Semoga yang berikan Like, vote, komen dan dukungan lainnya diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki oleh Allah, aamiin 🤲


...By Siska C ...


__ADS_2