Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Bab 169. Berpakaian Apapun, Tetap Juga Cantik


__ADS_3

"Ada acara apa sampai semua divisi keuangan berkumpul seperti tadi?" tanya Khanif membuat Rania malu.


Apa ia harus memberitau Khanif alasannya? Ah, ia seperti malu untuk sekedar mengatakannya.


"Kamu tidak ingin mengatakannya?" tanyanya kemudian membuat Rania menoleh.


"Tak apa," ujarnya singkat. "Baiklah. Sepertinya perjalanan ini terlalu membosankan. Aku akan mempercepat laju mobilku. Kamu bersiap-siap lah!" ujar Khanif sambil tersenyum lucu. Ia seperti berada didalam film aksi saja.


Khanif pun mempercepat laju mobilnya. Bahkan karena cepatnya, mereka telah sampai didepan rumah Rania.


"Kita sudah sampai," ujar Khanif membuat Rania tersadar.


Rania lantas keluar dari mobil Khanif dan berjalan ke samping Khanif untuk mengatakan rasa terima kasihnya karena telah mengantar dirinya pulang.


"Terima kasih atas tumpangan bapak."


"Sama-sama."


"Bapak mau singgah sebentar?" ajak Rania.


"Tidak, terima kasih. Hari sudah hampir gelap. Tidak baik kalau aku cuma singgah sebentar saja kan," ujar Khanif membuat Rania menganggukkan kepalanya tanda meniyakan.


"Baiklah. Aku pergi dulu. Salam sama keluargamu dan sampai bertemu di acara reuni sekolah minggu ini."


"I ... iya pak. Kalau begitu saya masuk dulu.


"Hem."


Setelahnya, Khanif pun melajukan mobilnya menjauh dari rumah Rania menuju rumahnya sendiri.


Berbeda dengan Khanif yang begitu santai, Rania nampak selalu memegang dadanya yang terasa bergetar hebat.


Apa ini? Orang yang membuat dirinya seperti ini telah pergi, tapi dadanya terus saja bergetar hebat seperti dirinya habis lari maraton puluh-puluh meter.


Apa karena perkataan Khanif tentang reuni sekolah mereka? Rania kian penasaran dengan kata spesial yang akan terjadi di acara nanti.


***


Tak terasa, hari yang tunggu bagi sma Nusa pun tiba. Hari dimana semua alumni sekolah dapat bertemu lagi dan menjalin silaturahmi yang sempat terputus karena tidak memiliki kontak apapun.


Hari ini Rania memilih memakai dress dibawa lutut dengan aksen bunga kecil yang terlihat manis nan berwarna peach. Lalu dengan rambut yang ia tata kebelakang dengan sisi kanan dan kirinya ia kaitkan dengan headpict bunga mawar kecil. Lalu dengan make up yang terlihat sederhana, tapi cantik, ia terlihat manis seperti peri yang baru terlihat di zaman ini.


Rania yang telah bersiap pun pada akhirnya memilih untuk keluar kamar. Reyhan yang tidak sengaja berpapasan dengannya memandang tidak percaya pada adiknya. Apakah ini benar adiknya Rania? Mengapa Rania terlihat berbeda dari biasanya!


Seakan tersadar, Reyhan lalu pergi menghampiri sang adik dan menanyakan dirinya hendak kemana dengan berdandan chic seperti ini.


"Mau kemana dik?"


"Rania mau ke acara reuni sekolah."


"Dengan berdandan seperti ini?"


"Iya. Ada yang salah dengan tampilan Rania, kak?"

__ADS_1


"Tidak ada. Hanya saja kakak takut kalau adik disana, ada yang akan mengambil adik dari kakak," ujar Reyhan membuat Rania tersenyum lucu.


"Kakak ada-ada saja. Rania jelek seperti ini masih ada yang inginkan juga."


"Ah, iya. Kakak baru sadar kalau adik ini jelek tingkat tinggi," ujar Reyhan membuat Rania memukul bahunya pelan.


"Kakak bercanda kok. Oh iya, sama siapa adik ke sana?"


"Sendiri."


"Kalau gitu, tunggu kakak dulu. Kakak akan ganti baju dulu baru kakak akan mengantarmu ke sana."


"Baiklah. Rania pamitan sama mama dulu."


"Hem."


Setelah Rania pamit pada mama, saat itu pula Reyhan juga sudah siap untuk mengantarnya pergi.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Reyhan pun membawa sang adik ke acara reuni sekolahnya.


Selama dalam perjalanan itu, tak jarang Reyhan mengajak Rania berbicara dan dari itu pun ia tau kalau Khanif menjadi ketua panitia dari acara reuni yang di adakan hari minggu ini.


Reyhan yang pada awalnya khawatir akan keselamatan Rania pun pada akhirnya berangsur-angsur memudar sejalan dengan Rania yang mengatakan kalau dirinya akan baik-baik saja di acara reuni nanti.


Ya, Reyhan tau adiknya akan aman disana karena David maupun Alex tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Lagipula, Khanif ada disana.


Reyhan jelas tau bagaimana Khanif berusaha melindungi adiknya dari bahaya yang mengancam keselamatan adiknya seminggu yang lalu. Bahkan tanpa membeda-bedakan, Khanif juga melindungi dirinya dari pisa* yang diarahkan David padanya. Hingga membuat Khanif lah yang terluka pada saat itu.


"Iya kak. Pak Khanif bahkan mau mengambil jabatan sebagai ketua reuni kali ini. Bisa dipastikan, pak Khanif sudah lebih jauh sehat dari beberapa waktu lalu."


"Ya, kakak rasa juga begitu."


Namun tanpa mereka ketahui, sebenarnya Khanif sengaja mengambil jabatan sebagai ketua reuni sekolah agar ia dapat mengkordinir semua kegiatan yang akan dilakukan pada hari-hari biasanya dan pada hari puncaknya.


Semua yang Khanif lakukan itu untuk Rania. Ia tidak ingin kejadian yang sama akan terulang lagi. Meski David dan Alex tidak dapat berbuat apa-apa lagi, namun siapa tau mereka mempunyai orang suruhan lagi.


Selain demi menjaga keselamatan Rania dan keselamatan tamu yang akan hadir dalam reuni nanti, Khanif juga mempunyai sesuatu yang sangat spesial yang inginkan di tunjukkannya nanti dalam akhir acara.


Ia ingin semuanya berjalan lancar dan tanpa kendala. Lagi pula, ia merasa puas kalau dirinya sendirilah yang akan mengerjakan tugas lainnya itu.


***


Lama berkendara, akhirnya Reyhan dan Rania telah tiba di depan sekolah.


Rania lantas keluar dari mobil setelah melepaskan sealbelt-nya.


"Kalau adik mau pulang nanti, adik telepon kakak saja ya."


"Iya kak," balas Rania.


"Kalau begitu, kakak pergi dulu."


"Iya kak."

__ADS_1


Setelahnya, Rania pun pergi ke tempat acara reuni lebih dahulu meninggalkan Reyhan yang masih berada didalam mobil seraya melihatnya sampai tak terlihat lagi oleh pandangan matanya.


Sesampainya Rania disana, ia disambut oleh seorang lelaki yang baru-baru ini telah di temuinya di sebuah restoran saat ia pergi menghampiri Khanif.


Ya, lelaki yang tengah berjalan disampingnya ini seraya menunjukkan letak tempat duduknya adalah salah seorang panitia acara yang saat itu menyapanya.


Dia adalah Dean. Teman sekelas Khanif yang juga baik padanya.


"Akhirnya kamu datang juga. Kalau tidak, entahlah apa yang akan terjadi nanti. Kenapa kamu datang lama sekali?"


Bukannya menjawab, Rania malah balik bertanya dengan pernyataan Dean yang kedua.


"Apa yang akan terjadi kalau aku ngga datang, kak?" tanya Rania begitu sopan dengan memanggil Dean dengan sebutan kakak, sama seperti ia masih sekolah dulu.


Dean tentu saja menjadi gelagapan. Bahkan bibirnya seakan terkunci untuk menjawab pertanyaan Rania.


"Oh ... itu ... kalau kamu ngga datang, maka acara ini kurang seru nanitnya."


"Aku kira apa, kak."


Dean tersenyum canggung. Ia pun kemudian mengajak Rania untuk segera pergi ke tempat duduknya.


Selama perjalanan singkat itu, Dean kembali bertanya pada Rania.


"Oh, iya. Kenapa kamu lama sekali datangnya."


"Acaranya emang udah dimulai kak?"


"Oh, ngga sih. Cuma kakak tanya aja gitu."


"Emm. Itu ... Rania kesusahan mencari baju yang pas untuk pergi ke acara reuni ini," jawab Rania asal.


"Adik ini. Masa cari baju segala dijadikan alasan telat datang sih!"


"Rania ngga tau juga kenapa."


"Kalau soal pakaian, adik Rania mau pakai baju apapun, pasti tetap cantik. Kan dasarnya udah cantik. Pasti adik sengaja ya datang telat," katanya membuat Rania tertawa pelan.


"Tidak kak. Beneran deh. Mungkin Rania lama di jalan."


"Ah, ya. Itu bisa jadi sih. Baiklah. Sepertinya kita telah sampai. Adik berjalan terus aja. Di baris ke lima sebelah, kiri ada nama adik di salah satu kursi disana. Adik kesana aja sendiri karena kakak Dean, masih mempunyai tugas lain."


"Iya, kak. Terima kasih udah nganterin Rania sampai sini."


"Sama-sama, dik. Baiklah kakak pergi dulu."


Tanpa mereka ketahui, ternyata ada seseorang yang melihat interaksi Dean dan Rania dari kejauhan. Ia seakan menduga kalau Dean sengaja memanas-manasinya.


...To be continued ...


Semoga yang berikan Like, vote, komen dan dukungan lainnya diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki oleh Allah, aamiin 🤲


...By Siska C...

__ADS_1


__ADS_2