
Hai, terima kasih ya yang udah gabung di grup chat aku. Untuk yang belum gabung, kuy segera gabung.
Rencana nanti, disana aku mau share cerita pendek aku. kisaran babnya hanya 10 aja.
Jadi jangan ketinggalan dengan cerpen manis dari aku, ya.
Selamat Membaca 🤗
...***...
"Baiklah. Aku hanya bercanda. Namun sesi kalian akan berakhir disini," katanya kemudian. "Untuk itu, terima kasih pada teman-teman sekalian yang telah datang pada acara reuni kali ini dan semoga dimasa depan, kami semua akan dipertemukan lagi dalam cara seperti ini," ujarnya membuat semua orang mengucapkan kata 'aamiin'.
Sesaat semua orang telah berdiri dari kursi duduknya hendak meninggalkan acara reuni ini, tiba-tiba saja terdengar kembali suara petikan gitar dan pukulan drum yang terdengar sangat merdu di telinga para tamu undangan hingga membuat mereka kembali berbalik melihat ke arah panggung.
Namun mereka semua tidak melihat adanya seseorang yang berada disana untuk menyanyikan sebuah lagu kecuali anak band sekolah yang tadi mengiringi lagu yang tadi telah dibawakan oleh salah satu tamu reuni ini.
Siapa yang ingin menyanyikan lagu lagi? Bukannya acara ini telah selesai? Tanya sebagian orang.
Tidak terkecuali Rania. Ia tentu saja merasa penasaran dengan suara musik yang tiba-tiba saja kembali terdengar. Bahkan ia juga kian penasaran dengan sosok yang belum memperlihatkan dirinya itu.
Namun anehnya, seiring dengan musik yang kian terasa menenangkan, seiring itu pula ia merasakan detakan jantungnya yang tiba-tiba meningkat. Rania sontak saja memegang dadanya yang bergemuru hebat.
"Ada apa ini?" tanyanya dalam hati seraya pandangannya menelusuri semua tempat di acara ini.
Lalu sedetik kemudian, dari arah pintu keluar acara, terlihat sesosok lelaki berkemeja putih berdiri gagah ditengah-tengah jalan dengan memegang sebuah mikrofon.
Lalu dengan seiring musik yang dibawakan oleh anak band sekolah, perlahan sosok lelaki itu pun membawa mic yang dipegangnya ke arah bibirnya dan memulai langkah awalnya untuk mendapatkan hati wanitanya kembali.
Sosok lelaki yang tidak lain adalah Khanif pun mulai menyanyikan lagu favoritnya untuk seseorang yang telah melihatnya saat ini.
Â
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
__ADS_1
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Â
Meski Khanif belum menyelesaikan lagu yang ia nyanyikan, namun Rania sudah berkaca-kaca dibuatnya.
Bahkan tanpa Rania sadari, sebuah air mata kini telah lolos melewati pipinya yang kemerah-merahan.
Ia tidak menyangka, Khanif akan melakukan hal ini. Melamarnya dengan sangat romantis didepan banyak teman reuni sekolah mereka.
"Rania Dwi Syifa," ujar Khanif pelan seraya kian mendekat pada Rania yang kini menatapnya haru nan bahagia.
"Sejak hari aku bertemu denganmu, aku merasakan kebahagiaan dalam hidupku yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Dulu di sekolah ini, kita bertemu satu sama lain dan menjadi dekat layaknya kakak dan adik. Disekolah ini pula kita berpisah untuk waktu yang lama. Namun disekolah ini pula aku memberanikan diri untuk melamarmu sekali lagi. Saat ini pun, aku memberanikan diri untuk memulai perjalanan panjang bersamamu. Untuk itu, izinkan aku untuk membuatmu tertawa dan tersenyum. Izinkan aku untuk terus berdiri di sampingmu di setiap waktu dan izinkan aku untuk melanjutkan perjalanan hidup bersamamu, sampai akhir. Aku mengatakannya saat ini bukan hanya karena aku tahu bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidupku tanpa kamu berada di sisiku. Untuk itu, aku berharap kamu mengatakan ya untuk lamaranku kali ini," ujar Khanif yang kini sudah ada didepan Rania.
"Rania Dwi Syifa. Maukah kamu menjadi pasangan hidupku selamanya?" tanya Khanif bersungguh-sungguh dengan melihat tepat ke manik mata Rania.
Orang-orang yang ada disana melihat kejadian yang mendadak itu pun harap-harap cemas mendengar jawaban Rania.
Pasalnya, sudah beberapa detik berlalu sejak ketua osis mereka sewaktu sekolah mengatakan lamarannya. Namun Rania hanya diam melihatnya, tanpa suara maupun tanpa kode pada lelaki yang masih berlutut didepannya.
Khanif yang mulai merasa kalau Rania tidak dapat menjawabnya saat ini pun, akhirnya kembali berkata,"kalau kamu tidak dapat menjawabnya seka ..."
Belum juga Khanif menyelesaikan kata-katanya, sudah lebih dahulu Rania bersuara - mengatakan apa yang terlintas di pikirannya saat ini.
"Maaf, aku tidak dapat ..."
Rania sengaja menggantung perkataannya. Selain ingin melihat reaksi Khanif, ia juga ingin sedikit mempermainkannya. Biarlah, ia sedikit bercanda kal ini.
Beberapa detik telah berlalu. Rania yang merasa kalau Khanif hampir putus asa karena mengira dirinya telah menolak lamarannya lagi, pada akhirnya pun mengakhiri aksi bercandanya ini dengan kembali mengulang ucapannya barusan.
"Maaf, aku tidak dapat tidak menerima lamaranmu."
Sontak Khanif tersenyum haru mendengar jawaban Rania.
"Terima kasih karena telah menerimaku untuk menjadi pasanganmu seumur hidup."
"Baiklah, Pak Khanif. Bagaimana kalau saat ini kamu memasangkan ikatanmu padaku," ujar Rania bermaksud pada cincin yang sudah tersodor padanya.
__ADS_1
"Ah, iya. Aku sampai lupa."
Khanif pun memasangkan cincin sebagai pengikat antara dirinya dan Rania.
Orang-orang yang ada disana pun memberikan tepukan tangan yang meriah. Mereka semua cukup bahagia melihat dua orang yang saat ini saling berhadapan, seperti tidak mempedulikan keberadaan mereka.
Hingga Dean yang memang masih suka menyendiri pun pada akhirnya kembali berbuat usil pada mereka dengan sengaja berdehem untuk menyadarkan dua insan yang saling jatuh cinta ini.
"Ehem. Kita sepertinya menjadi obat nyamuk massal kayaknya."
Rania yang tersadar lebih dahulu pun tersenyum malu-malu pada mereka yang melihat aksinya dan Khanif tadi.
Sungguh, kini pipi Rania terasa memanas dan pastinya juga, pipi Rania kini telah berwarna merah muda sekarang. Ah, betapa malunya ia.
Rania pun lantas menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sedang Khanif hanya dapat tersenyum lucu melihat semua pandangan mata teralihkan pada mereka.
Lalu secara bersamaan mereka semua pun memberikan selamat pada Khanif dan Rania. Selain memberikan selamat, tak jarang juga ada juga yang mengatakan untuk mengundangnya saat acara mereka di langsungkan nanti.
Khanif tentu saja menganggukkan kepalanya. Berbeda dengan Rania yang masih saja menutup wajahnya karena malu.
***
Setelah beberapa menit berlalu, pada akhirnya, para reuni yang melihat aksinya tadi pun berangsur-angsur meninggalkan mereka.
Dean yang memang terkenal jahil pun sekali lagi menggoda mereka sebelum ikut berlalu dari sana.
"Aku udah ngga sabar makan gratis di acara kalian nanti," candanya sebelum mendapat lototan mata dari Khanif.
"Ya, ya. Baiklah. Aku pulang dulu," ujarnya sebelum ikut berlalu dari sana.
Setelah tinggal mereka berdua yang berada disana, tiba-tiba suasana terasa menjadi canggung. Bahkan sangat canggungnya, Rania dan Khanif secara bersamaan berkata.
"Kalau begitu aku pulang dulu," ujar Rania.
"Aku akan mengantarmu pulang."
"Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri kok."
"Baiklah," ujar Khanif membuat Rania sukses tidak percaya dengan apa yang Khanif katakan barusan.
Karena merasa kesal sedikit, Rania lantas pergi meninggalkan Khanif dengan bibir yang terlihat manyun.
Tentu saja sebagai seorang wanita ia ingin di bujuk lebih dahulu, tapi apa ini? Khanif malah dengan lugas mengatakan 'baiklah'
Saat ia hampir mencapai pintu keluar, dari arah belakang Khanif menghentikan langkah kakinya dengan mengatakan, "tunggu!"
Tanpa minat lagi, Rania lalu kembali berbalik melihat Khanif dan bertanya dengan nada pelan.
"Ada apa lagi?"
"Yakin tidak ingin aku antar pulang?"
...To be continued...
__ADS_1
Semoga yang berikan Like, vote, komen dan dukungan lainnya diberikan kesehatan dan kelancaran Rezeki oleh Allah, aamiin 🤲
...By Siska C...