
Hana membakar ikan untuk Cakra.Pria itu tidak mau saat Galuh menawarinya.
Dia ingin Hana membakar ikan terenak untuknya .
Hana mengusap keringat,dan mengibaskan rambut panjangnya.Cakra melirik Kiran,Kiran tertawa mengeluarkan ikat rambut cadangan miliknya.
Kakak aku harap jangan gila di sini.Kiran
" Kakak suamimu datang" Galuh menarik Fatin agar menjauh.Fatin berusaha mempertahankan kakinya agar diam ditempat.Galuh menyerah saat mata cakra memberi kode padanya.
fatin bersikap baik lah.galuh
" Hana sayang" Cakra berdiri membelakangi istrinya.Mengikat rambut Hana dengan erat,Kecupan kembali mendarat di kepalanya,semua orang tergelak.Cakra tidak perduli Hana rasanya ingin menyikut suaminya yang tidak tahu malu.Rambht Hana terikat sampai ke atas, leher jenjangnya putih bersih tersibak.Cakra masih di sana, memeluk Hana ikut membakar Ikan,sesekali dia mengusap dahi Hana yang berkeringat.
semua pelayan ada disini!
kenapa kau sibuk membuang
tenaga mu,aku tidak mengerti Hana.Cakra
Apa ini,itu kecupan merah kan di leher kak Hana.
Apa benar mereka saling mencintai dan menghabiskan
malam bersama?.fatin menolak tebakan pikirannya,dan berusaha keras mencari akal licik.
" Kakak ipar makanlah" Tangan Fatin menggantung dengan potongan ikan diajarinya.Rey menubruknya keras dari belakang, membuat Fatin tersungkur.
Rasakan itu sialan.Cakra
__ADS_1
" Fatin ,kau tidak apa apa kan" Hana panik membantu Fatin berdiri.Rey mundur kembali melihat Hana sudah akan menelannya bulat-bulat.
" Ayo Nak" Ibu menarik Fatin kasar agar duduk bersamanya.Kakinya diinjak sengaja .Fatin menatap ibunya tidak percaya.
Aku ingin menyentuh bibir seksinya itu,sialan
kenapa banyak penganggu.Fatin
Hana tenang saat ibu tersenyum menyuruhnya melanjutkan pekerjaan nya.Ikan bakar ukuran besar sudah matang.Hana menarik Cakra agar duduk.
" Ayo makan sayang" Cakra hanya diam duduk bersila dihadapannya.
Astaga dia mau apalagi si.Hana
" Aku ingin di suapi Hana sayang" Cakra memasang wajah manjanya.Semua orang heran kenapa seramnya wajah tampan Cakra berubah menjadi imut begitu,didepan Hana.
" Makan" Hana menyuapi Cakra dengan tangannya sendiri.Tangannya digigit Cakra sengaja.Tergelak suaminya tanpa rasa bersalah
" Anak mu nakal ternyata tuan" Ayah Hana tertawa begitu juga Haryadi.
" Terimakasih,anakmu membawa perubahan besar di kehidupan anakku" Haryadi memeluk ayah Hana.Mereka berpelukan hangat saling berbisik.
Aku tuan,aku yang akan menggantikan Hana disisi Cakra nanti, lihat aku tuan besar.Fatin penuh harap.
Tubuh besar Kiran menutup pandangan nya.Tidak membiarkan apapun bisa dilihat Fatin.
Gadis gila,aku tidak akan membiarkan kebahagiaan.kakak dan kakak iparku hancur.
jika perlu aku akan melempar mu ke laut selatan.Kiran.
__ADS_1
" Nona maaf anda menghalangi saya" Fatin teriak, tapi Lina ikut berdiri disamping kiran.Dan tos bersama.
apa ini,apa mereka tahu aku menyukai tuan muda. Fatin
Hana menyuapi suaminya dengan ragu, gigi runcing menusuk jarinya berkali kali.
" Sayang kau seperti drakula" Hana ketus menyuapi diri sendiri.
" Aku sangat lapar,salah siapa kulit mu seperti daging ikan aku tidak sengaja mengigit nya" Hana cemberut.Tapi tetap melayani suaminya.
" Hana sayang, obat mu mana" Hana lupa dari pagi dia belum minum obat.
" Kau ,bawa obat istriku" Teriak Cakra pada Lina,gadis itu sigap membawa obat dan segelas air.Ayah Hana merasa khawatir.
" Nak apa Hana sakit?" Tanya ayah Hana melihat Cakra memasukan obat satu persatu di bibir Hana.Anaknya itu menelan setiap obat dan Cakra sigap memberikan minum.
" Tidak ayah,ini hanya vitamin" Jawab Cakra berusaha lembut pada ayah istrinya.
" Apa manfaat obat itu Nak,anakku tidak pernah minum vitamin sekalipun dia seorang perawat" Ayah Hana memeriksa botol berisi kapsul itu.
" Agar anak mu cepat hamil ayah,kau mau berapa cucu" Cakra asal berbicara Hana tersenyum.
" Sepuluh" Dijawab juga asal ayah, anaknya terlonjak kaget semua tertawa riang.
sepuluh ?satu saja aku sudah membayangkan
saat melahirkan nya nanti.Hana
" Tenang,aku akan berusaha ayah" Cakra tertawa membereskan obat Hana,dan Lina menerimanya.
__ADS_1
Ayah Hana lega, ketakutannya tidak beralasan.Dulu dia menolak untuk Hana berpacaran,ayah merasa bersalah saat mengingkat kejadian dulu,dia membuang semua barang pemberian pemuda yang mengejar ngejar anaknya,sekarang menjadi menantu nya.