
Matahari sudah terbenam, Hana merasa lelah . Dia tidur lebih awal hari ini, sedangkan Cakra sibuk diruangan bekerjanya sendiri.
Tok... tok.. tok..
Suara ketukan pintu, Cakra diam tidak bereaksi . Sudah mewanti-wanti agar tidak ada yang berani mengganggu nya , tetap saja .
Rey bergegas menuju pintu , untuk melihat siapa yang datang untuk menemui tuan muda.
" Nona Kiran dan Karan meminta waktu senggang anda tuan muda !!" Rey membungkuk setelah menyampaikan kabar siapa yang berani memganggu tuan muda.
Cakra mendongak ,melipat semua pekerjaannya. Dan memberi kode agar membiarkan keduanya masuk ke dalam.
Karan masuk di susul Kiran dari belakang. Cakra meminta keduanya duduk di sofa , dan keduanya langsung melaksanakan.
" Rey kau bisa keluar " Perintah Cakra yang langsung diiyakan dengan anggukan dari Reynan.
Setelah Rey keluar, Cakra beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri kedua gadis itu.
" Katakan !" Ucap Cakra tanpa basa-basi dan duduk menatap keduanya bergantian.
Terlihat jelas kalau keduanya sangat ragu-ragu untuk meminta kepada Cakra.
Cakra menatap tajam ,dia selalu tidak ingin membuang² waktu seperti sekarang.
" Bicaralah " Senggol Kiran kepada adiknya Karan.
" Kamu saja sana !" Karan tidak mau.
Cakra mendesah kasar , dia tahu jika permintaan keduanya serius mereka pasti akan secanggung ini. " Katakan padaku,jika tidak kalian keluar saja. Pekerjaan ku masih banyak " Cakra setengah berteriak
Kiran mengatur nafasnya pelan,agar berbicara tanpa tergagap. " Be-gini kakak " tetap terbata juga . " Emmm ,,, Karan mau menikah dan meminta ijin dari mu !!"
Cakra terlonjak mendekati karan dengan seksama. " Bocah kecil seperti mu ingin menikah ?" Teriak Cakra membuat Karan menekuk wajahnya dalam.
Apa salahnya ingin menikah muda ?. Tidak ada yang salah.
Tapi untuk Cakra pernikahan itu bukan mainan , dan melihat Karan belum dewasa saja membuat beban pikiran bertambah.
" Apa kau sudah yakin ingin menikah, hanya karena tergila-gila kepada Galuh kekasih mu ?" Teriak Cakra tepat di hadapan wajah Karan.
" Kami saling mencintai kakak " Suara serak menahan tangis.
" Bukan hanya itu saja , kamu bahkan sering masih mengadu kepadaku belum bisa menyelesaikan masalah mu sendiri . Bagaimana kamu akan menikah dan menjadi ibu rumah tangga " Cakra frustasi.
Jika Karan dan Kiran salah melangkah, tentu dialah yang akan merasa sangat bersalah. Tidak mampu menjaga amanat mendiang ayah kedua gadia tersebut.
Pernikahan bukan hanya tentang saling mencintai dan ingin memiliki satu sama lain.
__ADS_1
Pernikahan adalah menyatukannya dua insan manusia dengan berbeda karakter ,
jika menilai saat kita berpacaran mungkin baik-baik saja.
Tapi wajah asli pasangan kita terlihat adalah nanti saat kita bersama.
Cakra bahkan harus tetap mengawal Karan kemana pun. Hanya saja gadis itu yang tidak tahu , dibandingkan dengan Kiran yang sudah dewasa bahkan dia belum mau untuk menikah.
Walaupun Cakra sudah mempercayai Kiran.
Dan sekarang gadis kecil itu yang meminta ijin darinya , bagaimana Cakra tidak kaget. " Katakan kepada Galuh ,temui aku di restauran.." Cakra menyebutkan satu nama restauran yang private.
Dan tidak mungkin juga Cakra mau berbicara dengan Galuh dirumah. Pasti kakak Galuh yaitu istrinya akan ikut campur.
" Tapi kak ,apa boleh aku ikut?" Tanya Kiran penuh harap dan was-was. Jika Cakra dan Galuh beradu sengit itu akan memperburuk hubungan nya.
" Kau sudah tahu jawaban dari ku , jadi tidak usah bertanya" Bentak Cakra meninggalkan ruang kerjanya.
Cakra keluar dan menolak saat Rey ingin mengikuti nya. Reynan mengintip ke ruang bekerja , dimana karan sedang menangis tersedu-sedu dipangkuan kakaknya Kiran.
" Kalian membuat masalah ?" Tanya Rey mendekati keduanya.
" Apa perlu bertanya di situasi seperti ini !" Ucap Karan setengah berteriak.
Rey mengenyit dan diam tidak melanjutkan,dia saling menatap dan berkedip dengan Kiran.
" Hey kemari !!" perintah Cakra menggerakkan jarinya ke arah Candra yang tengah duduk di ruangan tengah.
Candra diam tidak peduli dengan perintah abangnya. " Kau kira aku akan mau , begitu ?"
berbisik Candra yang hanya mampu dia dengar sendiri
" Apa kau tidak bisa berlaku sopan ? " Bentak Cakra melempar bantal sofa ke wajah Candra.
" Cih !" Berdesis dengan wajah yang acuh .
Cakra mendengus dingin, dan menatap lekat Candra dihadapannya.
" Dengar ,aku butuh bantuan mu ....." Ucap Cakra membuat Candra tergelak.
" Hahahaha " Suara tawa menggelegar menertawakan abangnya sendiri. " Aku tahu , kau melupakan harga diri meminta tolong padaku karena kakak ipar kan ?"
Cakra mendelik kenapa juga tebakan dia benar. Cakra diam menatap Candra yang tengah tertawa.
" Sebentar oke ,aku sedang merasa bermimpi . Astaga hahahhaa " Tawanya lagi.
" Apa lima menit cukup ?" Ketus Cakra.
__ADS_1
" Menyebalkan " Jawab Candra
Cakra meminta Candra untuk membantunya membuat cake red Velvet seperti tadi pagi.
Cakra yang tidak mau memakai celemek,hanya melipat baju nya sampai siku.
Susi dan Rey menjadi penengah, takut-takut keduanya malah baku hantam nanti.
" Banyak sekali bahan nya ?" Protes Cakra menatap semua bahan-bahan kue diatas meja.
" Kau pikir gampang " Candra menimpali. Rasakan ,kau akan kesusahan nanti .
Kamu pikir membuat kue gampang apa . Candra yang masih kesal dengan insiden tadi pagi sengaja membuat red Velvet premium , dan bahan-bahannya sangat banyak dari yang dibuatnya semalaman.
Cakra memulai , sedangkan Candra menyiapkan bahan-bahan yang lain. Candra tersentak kaget saat melihat semua bahan bercampur tidak sesuai takaran.
" Astaga , tidak bisa seperti ini . Kau harus membuatnya sesuai takaran yang sudah aku tulis " Tunjuk Candra pada secarik kertas di sisi meja.
" Aku mempersingkat waktu , jika seperti ini akan lebih mudah dan selesai dalam waktu cepat " Sumbringah Cakra membayangkan wajah gembira Hana saat nanti melihat kue bikinannya.
" Apa katamu ? mempersingkat waktu . Kenapa kau bodoh sekali soal beginian " Cibir Candra menahan Cakra menuang sembarangan bahan ke dalam mangkuk adonan.
" Maaf saya menyela. Ini memang untuk pertama kali tuan muda membuat nya ,jadi wajar kalau tuan muda kesusahan " Susi menyela saat melihat wajah Cakra dengan amarah saat dibilang bodoh oleh adiknya sendiri.
" Aku mengerti . Dia hanya sibuk dalam usia bisnis " Ketus Candra meledek.
" aku melakukan nya untuk perusahaan " Tangan nya sudah menggantung akan meninjau Candra karena kesal.
" Ayo pukul , aku tidak mau lagi membantu mu " Candra melipat kedua tangannya didada.
Cakra mendesah kesal. " Apa aku harus bertekuk lutut kepadanya sekarang? Hana bangunlah dan lihat pengorbanan ku
untuk mu " .
" Jangan lancang Can " Rey setengah berteriak.
" Tidak masalah aku akan menuruti nya malam ini , ayo kita lanjutkan " bujuk Cakra menepuk bahu adik nya kasar.
Rey memgangguk walaupun dirinya dan Susi keheranan. Jika bukan untuk nona muda , tidak akan mau tuan muda seperti ini.
******
**1200 kata
Dukung author ya,biar semangat untuk update sesuai jadwal setiap hari nya.
ditunggu Vote,like dan komen sebanyak ²nya** .
__ADS_1