
Perjalanan menuju rumah.Hana yang memang sudah ingin pulang dari saat dia sadar merasa senang .Tidak harus menunggu lama di rumah sakit.
" Kenapa ?" Tanya Cakra mengusap lembut pucuk kepala istrinya yang melamun.
Hana menatap wajah suaminya lekat dan Tersenyum.
" Apa aku boleh membeli sesuatu?" Jari Menunjuk ke luar kaca , disana para pedagang berjejer menjual berbagai macam makanan.
Cakra menolak dengan gelengan sekaligus tersenyum.
" Astaga" Hana mendelek sebal.
" Sebutkan apa yang kamu mau .Para koki akan membuatkan nya " Cakra
" Benarkah." Hana antusias menghitung dengan jemari apa saja yang akan dia request kepada para koki berbakat dirumah nya.
" Satu saja jangan membuat para koki tersiksa" Cakra memejamkan matanya .Dia merasa lelah semalaman tidak tidur menunggu Hana .
Hana mendesah kesal
" Sayang harusnya kita berangkat hari ini kan ke sana " Hana melihat layar ponsel suaminya.
" Kau sakit jadi kita tunda dulu " Cakra mencium pipi Hana lembut .
" Tapi persiapan dan semuanya sudah beres kan? aku tidak apa-apa " Hana merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kesehatan diri sendiri semua yang sudah siap jadi batal
" Kita bisa mengatur jadwal ulang nanti " Cakra mengunci bibir istrinya dengan jari agar tidak terus bertanya dan berdebat dengannya.
Tika yang memperhatikan keduanya dari kaca spion merasa heran tidak percaya.
__ADS_1
Hana yang melihat dan risih dengan tatapan Tika mendesah dan berdehem.
" kau kenapa ?" Tanya Rey yang sadar dengan tingkah laku Tika .
" Tidak apa-apa" Tersenyum merekah dari balik bibir tebalnya.
*Rumah besar *
Hana duduk di kursi meja makan.Semua koki berbaris dihadapannya.
Cakra duduk disebelah Hana menatap semuanya begitu girang melihat Istrinya.
" Bagaimana makanan ini sudah tersaji?" Tanya Hana melihat aneka makanan tanah air di hadapannya.
" Saat kau meminta Rey diam-diam menghubungi Susi di rumah " Sahut Cakra mengaduk aduk satu mangkok dihadapannya.
" Astaga kau memang hebat sekertaris terimakasih" Hana heboh berterima kasih kepada Rey yang berdiri di samping suaminya.
" Puji terus dia " Cakra tidak terima istrinya bersikap berlebihan.
" hahaha tentu kau suamiku sayang yang paling berjasa dalam semuanya " mencium pipi suaminya lembut.Tapi dia tidak berhasil memenangkan Cakra.
Pria itu malah cemberut seperti anak kecil.Rey mengusir semua koki agar ke belakang meninggalkan pemandangan luar biasa di hadapan mereka.
" Kau yang paling sempurna dan keren.Kau kan yang punya wewenang untuk semua koki melakukan apapun yang aku mau " Hana bergelayut ditangan suaminya.Tersenyum manja agar laki-laki itu luluh.
" Benar kah?" Tertawa kecil melihat tingkah Hana memujinya .
" Iya sayang " Hana kembali tersenyum mencubit kedua pipi suaminya.
__ADS_1
Rey menunduk begitu juga dengan Tika.
Gadis itu terlonjak saat ponsel nya menggema.Semua Maya tertuju padanya.
" Apa kau tidak bisa menggunakan ringtone sedikit lembut " Cakra tidak menoleh padanya walaupun dia protes karena merasa terganggu.
" Maaf tuan " Tika langsung meraih ponsel dari saku celananya.Dia semakin terlonjak saat melihat layar ponsel menampilkan nama siapa yang menelpon nya itu.
" Ke belakang sana " Rey mendorong bahu Tika agar keluar saat melihat Cakra diam bersenda gurau bersama istrinya.
Suasana hatinya berubah seketika jika ada yang menganggu kesenangan nya.
Tika setengah berlari menuju luar.Rey hanya menatapnya sekilas.
Dia semakin aneh saja.
siapa yang menelfon Sampai
dia sepanik itu ?.Hana
" Ayo makan" Cakra tersenyum dan mencium ujung hidung Hana manja.Hana mengiyakan dia mencicip satu persatu.
Rey yang berdiri mendapatkan dua mangkok makanan dan Cakra menyuruh nya keluar dari sana.
" Kenapa dia tidak makan disini saja ?" Tanya Hana menatap punggung Rey berjalan menjauh.
" kau seperti nya menjadi penggemar sekertaris ku sekarang' Cakra meletakan sendoknya kasar.
" haha tidak aku hanya istrimu sayang xan dan aku mengagumi mu bukan yang lain " Hana meletakan makanan lagi dipiring suaminya.
__ADS_1
Cakra masih kecut tidak menyukai apa yang dilakukan Istrinya kepada pria selain dirinya sendiri