
Motor terus melaju membawa Hana entah kemana.Hana diam saat Candra menanyakan alamat rumahnya,jelas dia tidak ingin pulang dan pasti jika pulang dan bertemu Cakra.
Bayangan pertengkaran membayang di pikiran Hana...
" Bicaralah dimana alamat mu,malam semakin larut " teriak Candra yang gelisah membawa istri orang malam-malam seperti ini.
Hana masih diam tidak mau menjawab.Dia mengencangkan pegangan nya di pingganh Candra ,saat pria itu liar mengendara motor nya.
Hana dibawa ke sebuah rumah besar ,motor terparkir dan Candra masuk dengan kunci yan dibawa .
apa ini rumah nya ?
lumayan besar.
hana menengadah memperhatikan semua lampu cantik yang menghiasi setiap sudut rumah tingkat dua dengan warna serba putih.
" Kau bisa berjalan?" Tanya candra berbalik melihat Hana yang masih menyender dimotornya.
" Iya tentu bisa " Hana melangkah tapi saat kaki kanannya memijak terasa ngilu yang teramat dalam .
Sampai Hana hampir saja terjatuh,dia berpegangan pada dinding putih itu.
" Ayo " Candra menghampirinya dan menggendong Hana.
" Turunkan aku ,kau berani menyentuh ku " Hana memukul dada Candra tapi pria itu tidak merasakan apapun.
Bugg
__ADS_1
Dia menjatuhkan Hana kasar diatas sofa
" Sakit " Ringis Hana memegang pinggang nya. " Kau bisa sedikit pelan "
" kau yang meminta aku turunkan tadi,tidak tahu diri menyusahkan saja.Berani memarahiku seperti itu " ketus Candra tidak terima dan pergi meninggalkan Hana.
" Kalian sudah datang rupanya?" Seorang pria dan wanita turun dari lantai dua,dan berpapasan dengan Candra .
" Kenapa dia ?" Tanya gadis itu tapi Candra tidak menggubris nya.
" Cih" Gadis itu mendesi kesal menatap punggung Candra yang pergi ke arah dapur.
Kedua nya menghampiri Hana.Hana yang malu hanya menunduk .
" Itu jas can kan kak?" Gadis itu bertnya kepada farel kakaknya.Melihat jas Candra melingkar ditubuh Hana.
" Aku lini namamu siapa?" Gadis itu mengulurkan tangannya.Hana diam sejenak dan berpikir.
" Aku Hana " Jawabnya menjabat tangan lini.
" Kakimu bengkah ? kenapa bisa seperti itu" lini mendekat dia kini duduk disebelah Hana.
" Tadi terjatuh , tapi tidak apa-apa" Hana menjawab dengan tersenyum mengelus elus lututnya yang sakit.
" Minggir " Candra menyuruh lini menyingkir dari samping Hana .
" Biasa aja keless " Lini menyingkir dan mendelik sebal pada Candra.
__ADS_1
Candra menuangkan teh hijau ke dalam cangkir mungil itu,dia mengisi dua cangkir.
" Aku juga mau can " lini tersenyum berharap
" Kau bisa kan membuat nya sendiri" ketus Candra menjawab. " Obati dia "
perintah nya menyerahkan kotak P3k pada lini.
" Aku bisa sendiri " Hana menolak tapi gadis itu tidak menggubri kata-katanya,dan memeriksa luka di kaki Hana .
" Kenapa kau membawa ku sampai sejauh ini?" tanya Hana melirik Candra yang tengah menyuruput teh nya.
" Maafkan aku.Tapi aku tidak bisa membawa mu ke apartemen ku,tidak baik juga membawa gadis ke rumah seorang pria " Tatapnya menatap Hana yang meringis saat lini memeriksa kakinya.
" Ini terkilir bukan lebam karena lukanya " lini menunjuk pergelangan kaki Hana yang mulai membiru.
" Benarkah?'' farel menatap kaki putih Hana .
Candra yang sigap mendorong wajah farel dengan tangannya.
" Kau ngapain sih , aku tidak bermaksud apa-apa" Ucap farel megusap kepalanya.
" Kau mulai mesum tadi ?" Kata Candra tanpa disaring membuat Hana kaget dan ketakutan melihat kedua pria itu.
" Mesum ?" Tanya Hana heran .
Lini tertawa melihat wajah Hana yang sudah pucat karena takut mendengar kalimat kasar itu.
__ADS_1