
Semua orang menunggu Hana yang berada di dalam toilet dikamar bawah Karan dan Kiran.
Cakra lan yang paling cemas ,saat Hana bilang dia sudah tidak datang bulan selama dua bulan ini . Diberikannya tespek kepada Hana agar istrinya mengeceknya sekarang apapun hasilnya.
Hana masuk ke dalam kamar Karan dan Kiran bersama Kiran ,tika dan Susi
Hana yang sudah merencanakan agar diam-diam mengeceknya karena takut hasilnya negatif,malah kesal sendiri melihat semua orang antusias ingin melihat hasilnya rame-rame.
" Resiko kebanyakan penghuni rumah kaya gini nih " Umpat Hana kesal menatap cup kecil dan tespek yang sudah dia buka.
" Nona kau tidak apa-apa !" Teriak Tika dari luar kamar mandi.
" Iya !" jawab Hana singkat
Hana memulai .
*****
Cakra mondar-mandir begitu juga Maria dan Candra. Semua pelayan juga ikut khawatir dan cemas sendiri menunggu hasil cek nona muda.
" Kenala lama ,ku dobrak juga lama-lama nih kamar " Umpat Cakra berjalan menuju pintu kamar kedua saudaranya.
Candra menahan
" Sabar dong , baru cek udah kaya gini gimana nanti Hana melahirkan heboh pastinya seisi rumah sakit karena ulah mu !!" Cibir Candra mendorong tubuh Cakra kasar.
Maria menatapnya tajam tidak terima, andai sekarang bukan berada dirumah Cakra sudah dia tampar mungkin anak Gea tersebut.
****
Satu...dua..tiga .. empat.. Hana menghitung melihat tespek yang dia gunakan mulai bekerja.
Warna merah muda perlahan muncul,Hana tidak berani melihat dia tutup kedua matanya terserah apa hasilnya semua orang harus menerima.
" Kakak kau lama sekali " Teriak Kiran
Hana terkejut dan sontak membuka kedua matanya.
" Apa ini !" lirih Hana berkaca-kaca melihat dengan seksama tespek yang sudah dia celupkan pada urin nya.
Di angkat oleh Hana perlaha,dan mencipratkan air agar membersihkan air najisnya dari tespek.
__ADS_1
" Hemmmmm ... hemmm,,hiks hiks " Suara Hana menangis haru dan menutup mulutnya agar semua orang tidak mendengar.
Hana menjepit tespek dengan jemarinya. Dan membuka pintu untuk keluar perlahan.
" Bagiamana nona " Susi dan Tika kompak
" Kakak kenapa ?" Kiran memeluk Hana erat ikut menangis walaupun dia belum tahu apa hasilnya.
" Hiks... Aku ingin keluar sekarang " Lirih Hana dengan suara berat karena sesenggukan dirinya menangis.
Pintu terbuka menampilkan sosok suaminya terkasih disana, menunggunya untuk hasil apapun.
" Hana kau kenapa ?" Cakra membalas pelukan Hana yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu.
" Katakan ?" Ucap Cakra membelai rambut Hana , dicium nya pucuk kepala istrinya . " Katakan apa pun itu " Cakra menyemangati
" Kau harus kuat ya sayang " Ucap Hana terdengar putus asa.
semua yang menunggu menghela nafas panjang,dan ikut berkaca-kaca melihat kedukaan Hana.
" Tidak apa-apa " Cakra menciumi seluruh wajah istrinya hangat memenangkan Hana yang kecewa dengan dirinya sendiri.
" Kau harus kuat " Lirih Hana memeluk suaminya " Karena dari sekarang sampai anak kita lahir aku akan sangat manja pada mu "
Cakra mengusap wajahnya dengan telapak tangan ,berusana menguasai diri dari rasa haru dan bahagia yang menyelimuti nya.
" Katakan lagi padaku ,aku ingin mendengar nya " Cakra memegang kedua pipi Hana tidak percaya kalau apa yang dengar adalah benar-benar nyata dalam kehidupan nya sekarang
" Kau akan menjadi ayah hiks.. " Hana menangis harus , Maria mendekat memeluk menantu dan anaknya hangat.
Candra sudah berkaca-kaca melihat keharuan dipelupuk matanya.
" Jangan cengeng " Ucap Rey menyikut dada Candra ,Candra langsung mengusap wajahnya dan berlari ke arah dapur.
" Aku juga ikut terharu " Rey berbisik menatap keharuan yang selama ini dinanti semua orang.
" Aku akan menjadi ayah .. " Cakra setengah berteriak membopong tubuh Hana pelan ke atas sofa.
Maria medekati mencium kening dan pipi menantunya. " Jaga janin mu baik-baik ,ibu sangat senang hari ini " Maria menangis.
" Baik Bu !" Lirih Hana mengiyakan.
__ADS_1
Cakra menatap lekat wajah Hana yang terlihat bahagia sepuluh kali lipat disana ,di wajah istrinya yang tersenyum.
Semua orang tertawa senang dan Cakra mempersiapkan pesta kecil untuk malam ini.
" Sayang aku ingin ke rumah sakit, bertemu dokter kandungan untuk melihat buah hati kita berumur berapa minggu !" Hana yang lupa² ingat dengan kapan tepat tanggalnya dia terkahir datang bulan
Karena Hana mengalami menstruasi yang mengacak tanggal di tiap bulannya,tidak menentu.
" Baiklah " Cakra menurut dan memanggil Rey
" Siapkan semuanya dirumah sakit "
" Aku ingin ke rumah sakit dimana aku bekerja dulu !" Rengek Hana yang juga ingin bertemu kawan-kawan nya.
" Jangan aneh-aneh" Tolak Cakra mencium Hana membuat istrinya cemberut seketika.
" Permintaan ibu hamil harus di turuti nak.Jangan menolaknya seperti itu ,kalau anak mu nanti ileran bagaimana kamu mau?" Maria melirik Hana yang terlihat senang karena dirinya mengerti keadaan Hana sekarang.
" Apa benar begitu ?" Cakra sedikit berfikir san menatap kedua wanita di hadapannya.
Hana yang tengah mengandung anaknya
sedangkan Maria yang dulu pernah meregang nyawa melahirkannya.
" Baiklah ,Rey atur di rumah sakit tersebut
Persiapkan ruang VIP untuk istriku " Perintah Cakra dan Rey langsung pergi meninggalkan kediaman Cakra untuk melakukan perintah secepat mungkin.
" Ibu pulang dulu ya ,nanti malam kemari lagi . Ibu mau beli makanan untuk ibu hamil sekalian " Maria berdiri
" Terimakasih banyak Bu, sampai ketemu nanti malam " Ucap Hana memeluk Maria.
Maria pulang dan akan kembali untuk merayakan pesta kecil-kecilan nanti malam di rumah anaknya.
" Kau mau kemana ?" tanya Cakra menggendong Hana
" Wit....wiw " Goda Kiran tertawa melihat kedua nya.
" Mulai sekarang kau harus aku gendong ,kemana pun . " Perintah dari sang suami yang tidak bisa di bantah.
Cakra membawa Hana menaiki tangga dengan saling tertawa riang ,Hana yang sesekali menggesekan kepalanya didada Cakra membuat suaminya tertawa geli .
__ADS_1
Sedangkan di belakang dan halaman ,semua sedang dipersiapkan untuk pesta kecil merayakan kehamilan nona muda.