
Hana tersungkur keras .Tenaga laki laki itu tidak bisa dia lawan malah dia sendiri yang terpental dengan satu kali dorongan.
" Huuuuuuuu " Hana mengipas ngipas lukanya.Kiran berbalik dan masih melihat Hana tersungkur beberapa orang mendekat.
" Tidak usah ,biar aku saja terimakasih atas perhatiannya" Kiran menolak saat beberap laki laki ikut ingin memangku Hana.
Bisa beneran mati kalau sampai pengawal yang berkeliaran disini memotret.Kiran
" Kakak mana yang sakit" Memapah Hana duduk dikursi tidak jauh dari mereka.
" Aku tidak apa apa " Meringis kesakitan.
Kedua lututnya berdarah dan memar.Panjang Rok nya hanya selutut tidak mampu melindungi kulit Hana,jika panjang mungkin hanya memar tidak dengan berdarah juga pikir Hana kacau balau.
Kiran memapah Hana masuk ke rumah sakit.Dua pengawal mengikuti dari belakang.
Sial mati aku hari ini Rey dan kakak tidak akan melepaskan ku.Kiran
Dia gugup melihat kedua pengawal tanpa ekspresi mengikuti mereka.Sampai diruangan Hana berbaring masuklah Hanum mendekati nya.
" Hana kau kenapa?" Tanya hanum memeluk Hana.
" Maaf Nona jaga sikapmu,jangan berani menyentuh Nona muda" Telak satu pengawal membuat Hanum gemetar hebat.Dia hanya mengucapkan maaf tanpa bersuara dan mundur menjauh.
__ADS_1
Hana semakin pusing melihat drama dihadapanya.Ricko datang untuk memeriksa pasien yang sama sekali dia tidak tahu itu Hana.
" Maaf tuan jangan menyentuh Nona muda" Telak lagi pengawal membentangkan tangannya.
" Kalau saya tidak menyentuh bagaimana saya memeriksa" Teriak Ricko kesal sendiri melihat pengawal dihadapanya.
" Kau bisa memanggil dokter Ratna ,Jika kau menyentuhnya habis kau" Hanum meletakan tangan dilehernya menggesek kasar seperti menyembelih,Ricko mundur dia juga takut.
Tidak lama dokter wanita masuk pengawal dan semua laki laki keluar .Tinggal Kiran yang menemani Hana terus meremas ujung bajunya, membayangkan wajah Cakra menerkam nya hidup hidup,membuat kiran merinding.
" Dia tidak apa apa,hanya luka disikut lebih dalam saya sudah menjahitnya. Kulitnya tertarik besi pagar saya harap perban selalu diganti ya " Ujar dokter perempuan menjelaskan pada Kiran.Gadis itu manggut manggut dan dokter keluar.
Kiran duduk di sofa melihat Hana langsung tertidur karena suntikan obat bius tadi.Ruangan itu sangat nyaman tidak sembarang orang bisa memakainya,hanya pemilik dan saudara pemiliknya lah yang bisa menggunakan.
" Aku keluar lah,astaga mobilku" Kiran langsung berlari keluar menaiki Lift.
" Keluarlah"
" Baik tuan" Rey dan yang lain keluar menutup pintu tidak bersuara.
Cakra mendekat memeriksa Hana yang sama sekali tidak merespon sentuhannya.
" Kenapa ini apa dia pingsan?" mengusap usap dahi Hana dan menciumnya.
__ADS_1
" Hana bangunlah,kenapa seperti ini ?" menggenggam erat tangan Hana dan menciumnya berulang.
" Rey" Berteriak .Rey langsung masuk.
" Ada apa tuan?"
"Panggil dokter yang memeriksa istriku,kenapa Hana tidak sadar seperti ini"
Rey langsung pergi menarik dokter perempuan.Rey melihat kedukaan di wajah tuannya.Tanpa memikir perempuan atau laki-laki yang ditariknya.
" Masuklah" Rey mengatakan dengan berteriak membuat dokter itu ketakutan dan masuk.
" Anda memanggil saya tuan!" Dokter wanita tersebut diam mematung gemetar tak kuasa melihat tuan muda dihadapanya.
" Apa yang kau lakukan pada istriku" Tanya Cakra yang masih mengusap usap bibir Hana dan menciumnya.
" Saya hanya membiusnya tuan"
" kenapa,ada apa dengan istriku" Berbalik dan berteriak membuat dokter itu mundur menjauh.
" Nona mengalami robek disikutnya.Dan saya harus menjahitnya tuan" jawabnya terbata bata.Rey tiba tiba masuk bersama Kiran.
" Kakak cukuplah,kakak sedang istirahat jangan berteriak seperti ini" Kiran
__ADS_1
" Cih !"
Dokter pun keluar karena Rey manariknya.Kiran berusaha menjelaskan apapun yang terjadi dengan nyatanya tapi memang Cakra keras kepala tidak menghiraukan apapun dan memecat dokter tersebut.