Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Ijin Galuh .


__ADS_3

Pesta selesai


Hana sedang berbincang dengan Galuh dan Fatin . Perubahan sikap Fatin sangat menonjol , dan itu membuat Hana semakin bahagia.


Dari penampilan juga Fatin sudah banyak berubah , lebih banyak memakai pakaian yang sopan sekarang.


Dan Galuh tidak banyak mengeluhkan sikap Fatin sekarang. Hanya saja dia ingin berbicara serius malam ini.


" Kak , aku mau ngomong serius sama kakak. Masalah hubungan ku sama Karan selama ini " Galuh berbicara dengan wajah serius. Dan itu membuat Hana was-was.


Jangan bilang kamu mau nikah Luh. Gumam Hana dalam hati. " Mau ngomong apa , langsung aja " Ketus Hana tidak seperti biasanya membuat Galuh semakin gugup.


" Galuh sama Karan mau nikah secepatnya" Telak Galuh membuat Hana tersentak.


" Emang kamu udah benar-benar siap ? kok kakak ga yakin yah " Ucap Hana dengan mata melirik Karan yang sedang memperhatikan nya bersama Galuh sekarang.


Pasti sudan keduanya rencana kan .


" Udah yakin kak ,Galuh udah siapkan semuanya. Galuh sama Karan mau nikah biasa saja semampu Galuh ,Karan juga ga masalah kalau nikah biasa saja asal sah " Kata Galuh yakin


" Kenapa secepat ini sih, kamu emang udah kebelet apa Luh ? " Hana mendelik


" Bukan masalah kebelet gak kebelet kak, Galuh sayang sama Karan ,begitu juga Karan sayang sama Galuh. Kami ingin segera disatukan dalam ikatan pernikahan , Galuh ingin menjaga Karan sebagai suaminya yang berhak . " Galuh berbicara dengan satu tarikan nafas nya


Hana merasa bingung,dia saja masih belum bisa menerima sebagai istri dari seorang konglomerat. Apalagi di tambah Galuh yang ingin menjadi suami dari keponakan konglomerat tak lain tak mungkin adalah Cakra suaminya.


Hana belum yakin juga kalau Marisa akan menyetujui . Ketakutan Hana sekarang jika Marisa meminta sesuatu yang mustahil adiknya kabulkan,pasti Galuh sendiri yang akan merasa sakit hati.


" Kakak tidak punya wewenang, kamu bisa bicarakan ini sama suamiku kakak " Ucap Hana mencoba tersenyum


" Baik kak " Galuh dengan wajah ditekuk nya.


Hana berdiri sedari tadi di mencari ayah mertuanya. Dia lirik Cakra yang sedang ngobrol bersama Rey di pojokan.


Gak mungkin kan kalau dia

__ADS_1


menyakiti ayahnya sendiri.


Cakra yang merasa tatapan itu untuknya melambai kepada Hana , membuat Hana kaget sendiri.


*****


Kejadian


di


Ruangan kerja Cakra.


Haryadi gugup saat tatapan tajam anaknya seakan membuat darahnya berhenti mengalir.


Cakra yang menunggu kejujuran ayahnya tidak mau banyak bicara dan membuang waktu. Karena pasti Hana sudah menunggu .


Rey melirik Cakra dan Haryadi bergantian. Belum ada yang memulai pembicaraan.


Cakra berdiri dari duduknya dan berjalan mengitari meja,meraih dadu nya dia mainkan secepat kilat. Menatap kembali Haryadi yang belum mau bicara.


ke rumah ku kapan pun " Ucap Cakra dengan wajah menyeramkan.


Darahnya seakan mendidih ,aura seram menyelimuti tubuh kekarnya. Tapi tidak membuat kadar ketampanan Cakra hilang malah dia semakin terlihat keren sekarang.


" Apa maksudmu nak ? kau tidak bisa mengintimidasi ayah mu seperti ini " Haryadi dengan suara serak takutnya.


" Kau juga tidak berhenti memganggu istriku ayah ,Hana ku yang sangat aku cintai " Cakra mendekat ke arah haryadi berada. Tubuhnya kini berhadap-hadapan dengan ayahnya.


Ayahnya yang selalu membuat kesalahan. " Dokter berengsek itu sudah menceritakan semuanya."


Deg .... wajah Haryadi menjadi pucat saat mendengar penuturan anaknya.


Bagaimana sekarang dia harus membela diri,jika bukti sudah ditangan Cakra.


" Apa kau tahu ayah , Hana ku menangis jika mengingat perkataan dokter yang menyebutkan penyakit itu . Hana ku menangis ayah " Cakra dengan suara berat dia sangat ingat bagaimana kondisi Hana berusaha tegar , walaupun dia selalu menangis diam-diam di kamar mandi.

__ADS_1


" Aku anak mu kan ayah ? . Saat aku ingat bagaimana dokter memvonis istriku , hatiku sakit ayah kenapa ? kenapa harus ada penyakit seperti ini . Yang merusak kebahagiaan pasangan suami istri seperti aku dan Hana "


Haryadi merasa terusik. " Karena istri mu membuat anakku jauh dariku,membuat anakku melawan setiap kata-kata ku . Apa kau sudah lupa ? bagaimana kau membentak ku hanya karena gadis impian mu dulu. Saat kau remaja ,gadis yang membuat mu tergila-gila dan membuat anakku lupa kalau dia harus mematuhi semua perkataan ayahnya " Haryadi terisak.


" Heyyyy " Cakra berteriak menjentikkan jari ke arah ayahnya berdiri sekarang. " Aku selalu menuruti mu ayah ,.bahkan aku harus mempertaruhkan kebahagiaan ku saat itu hanya untuk menjalankan semua kekayaan mu ini ". berteriak


Pranggg..... Gelas bening dimejanya beradu dengan dinding tembok ruangan kerjanya,terbuarai kemana-mana .


" Kau sudah melupakan ayah mu setelah menikah dengan gadis impian mu, ditambah dia yang tidak bisa memberikan ku cucu . Apa kau pikir semua mertua akan bisa bertahan dengan permasalahan besar seperti itu nak ?"


" Jangan memanggilku nak mulai dari sekarang ayah , lupakan bahwa kau memiliki anak yang bernama Cakra. Saat anakku lahir dia akan menjadi pewaris semua kekayaan ini, anakku yang akan membuat mu malu nanti ayah . Atas apa yang kau lakukan kepada ibunya Hana istriku " Tangannnya bergerak mengusir.


Cakra tidak akan tahan lebih jauh untuk mendengarkan ocehan ayahnya. Jika itu orang lain mungkin Cakra sudah mengeksekusi orang tersebut dengan kedua tangan nya


Hati nurani nya masih berfungsi, dia ingat Haryadi adalah ayahnya.


Dia tidak akan bisa meyakiti ayahnya segores pun.


Rey menyeret tubuh Haryadi yang ingin menyentuh tuan muda.


" Kau akan menyesal mengusir ku seperti ini." Teriak Haryadi dibalik pintu yang tertutup.


Cakra duduk di lantai, dengan wajahnya yang di tekuk. Menyender pada meja kerjanya.


Air mata nya berlinang tanpa bisa dia tahan ,katun membasahi pipi.


Hanya air mata yang mampu mewakili rasa sedihnya sekarang. Tangis merasa kecewa tanpa isakan dari bibirnya.


Dia merasa rapuh. Orang yang seharusnya mendukungnya lenyap sekarang ,dengan pemikiran kalau dia akan meninggalkan ayahnya hanya karena istrinya .


Itu adalah salab , pemikiran yang sangat salah dari Haryadi. Cakra mencintai keluarganya seperti dia mencintai istrinya.


Hanya saja gadis yang membuatnya selalu bahagia itu adalah Istrinya yang harus dia sayangi dan cintai dengan berbeda .


Tapi kesalahan haryadi jelas tidak akan mudah di maafkan oleh manusia seperti Cakra walaupun di adalah ayahnya.

__ADS_1


Menyakiti istrinya karena cemburu itu tidak masuk di akal oleh Cakra


__ADS_2