Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Membuatku mual ?


__ADS_3

Cakra masuk ke dalam rumah membawa buket bunga mawar seperti biasanya.


" Jam berapa istriku pulang ?" Cakra bertanya sambil duduk,dan Susi mendekat untuk melepaskan sepatunya.


Jas juga Cakra lepas dan Susi menerimanya


" Jam sebelas siang tuan" Susi membungkuk dan kembali membuka sepatu, Cakra meninggalkan semuanya dari setengah berlari menuju kamarnya.


Cakra masuk yang sudah disambut dengan pelukan hangat dari istrinya


" Kenapa?" tanya Cakra membalas pelukan Hana dia kecup kening dan pucuk kepala istrinya lembut..


" Aku sangat merindukan mu " Lirih Hana menikmati setiap kecupan yang di daratkan suaminya.


" Benarkah " Cakra mengeratkan pelukannya.


Hana menghirup aroma tubuh suaminya, sungguh sangat harum dan membuatnya tenang,tapi terkadang aroma tubuh suami tampannya itu membuatnya mual.


" Untuk mu " Cakra memberikan buket bunga dan merangkul istrinya agar duduk dibibir tempat tidur.


" Oaaaaekk " Hana mual saat menghirup aroma bunga mawar ditangannya


" Ayo ayo " Cakra menggendong istrinya ke kamar mandi,tungkak Istrinya dia tekan berkali-kali.


" Kau makan apa? " Tanya Cakra kaget sekaligus berteriak.


" Aku hanya ke cafe " Hana kembali muntah .


Cakra berhenti memijit tungkaknya ,sampai Hana pun sadar atas apa yang baru saja katakan!. Cakra diam masih menepuk-nepuk bahu istrinya tidak berbicara , berdiri dibelakang tubuh istrinya tanpa ekspresi.


" Huftt " Hana membuang nafas ke udara, belum juga berbalik Cakra sudah pergi meninggalkan nya sendiri . " Aku keceplosan"


Hana bahkan sudah mengancam seisi rumah agar tidak membeberkan kalau dia hari ini keluar .


" Sayang" Ucap Hana sedikit takut dan tertatih berjalan menuju ruangan kamarnya .


Cakra duduk di bibir ranjang ,dia menunduk dan Hana menghampirinya..


" Bertemu siapa kau tadi ?" Tanya Cakra dengan suara yang membuat Hana bergidik ngeri.


" A-ku ..." Hana terbata karena Cakra langsung menatapnya tajam.


" Kau bertemu siapa ? jawab dengan benar.Jika kau memperdayai ku rasakan saja nanti,akan aku kurung seumur hidup mu Hana " Cakra setengah berteriak,rasa cemburu dan curiga nya berkecamuk.

__ADS_1


" Aku ke cafe bertemu dengan Candra untuk menyerahkan brosur pendaftaran ku sayang " Lirih Hana mendekat ,merengkuh tubuh suaminya yang duduk sedangkan dia berdiri.


Dia jatuhkan kepala suaminya didada,berharap pria yang murka itu luluh dan berhenti menatapnya bengis.


" Siapa dia ?" Cakra tidak melepaskan pelukan istrinya dia hanya diam tidak membalas.


" Dia teman ku ,dia juga yang menolong ku .Dia orang baik sayang,dan dia akan menjadi mentor memasakku mulai besok " Cakra mendongak menatap wajah istrinya.


" Yang jelas dia laki-laki,mulai besok jika kau bertemu dengannya jangan berusaha mengambil situasi untuk kalian bisa berdua " Kata-kata Cakra berbentuk ancaman mutlak untuk istrinya.


Hana mengernyit biasanya Cakra akan marah lebih dari ini .


" Aku minta maaf,dan berjanji akan pura-pura tidak mengenalnya " Peluk cium kepada suaminya, Cakra ingin tertawa tapi dia tahan


Usana Hana membuatnya tidak mampu menahan sesuatu yang menegang dibawah sana, seketika Hana sudah terseret ke tempat tidur.


Hana membiarkan apapun yang dilakukan suaminya.


Siapa juga yang bisa menolak.


* * *


Kediaman Haryadi.


Rey masuk setelah semua pelayan membungkuk dan menyapanya, satu anak buah Haryadi mengantarkannya.


" Kau datang ?" Haryadi terlihat tidak bersahabat,dan Rey siap-siap untuk apapun hal terburuk untuk sekarang.


" Anda yang memberi perintah,jelas saya akan datang tuan besar " Rey membungkuk seketika tubuhnya kembali tegap berdiri.


Haryadi menunjuk kursi agar Rey duduk disana,tanpa basa-basi dia duduk melepaskan kancing jas nya.


" Kau tahu aku tidak suka basa-basi,apakah Cakra anakku bahagia dengan gadis itu ?" Haryadi menatap dengan wajah serius.


" Gadis itu? " Rey mengenyit " Nona muda mempunyai nama ,dan dia adalah menantu mu tuan besar "


Lirih Rey menatap wajah tuan yang dulu membawanya ke rumah itu sampai dia bisa seperti sekarang.


" Jawab saja ,tidak perlu menjelaskan hal yang tidak penting" Haryadi tegas


" Tentu tuan muda sangat bahagia !" singkat Rey masih menatap lekat Haryadi.


Adegan tatap menatap akan terjadi sepanjang pembicaraan seperti nya.

__ADS_1


" Tanpa anak ?" Pertanyaan nya yang mengganggunya akhirnya terlontar.


Dari lantai dua turun Candra yang ternyata berada di rumah ayahnya tersebut.


" Saya tahu maksud mu tuan besar,rumah tangga mereka baru berjalan satu tahun dan kurang beruntung nya Tuhan tidak segera memberikan anak ,tapi mereka saling mencintai saya mohon jangan lagi anda menganggu mereka " Rey berbicara dan menatap penuh Ancaman.


Candra duduk diantara keduanya, Rey tidak menghiraukan keberadaan Candra tapi tidak dengan Haryadi.


" Kau bisa pulang sekarang" Nadanya lemah lembut, tapi Candra tahu dengan niat dibalik perkataan ayahnya mengusir dirinya secara tidak langsung.


" Anggap saja aku tidak ada " Ucap Candra menyuruput teh milik Rey yang belum disentuh Rey sama sekali.


" Baiklah" Haryadi mendesah membiarkan anak bungsunya duduk mendengarkan . " Dengar Rey ,kau aku tugaskan untuk memisahkan jarak diantara keduanya ,dengan itu Cakra bisa meninggalkan gadis itu tanpa merasa kehilangan. Aku ingin kau membuat rencana agar anakku membenci gadis itu "


Ucapannya disertai seingai licik.


" Memangnya kenapa dengan kakak iparku?" Candra antusias sekaligus penasaran


Haryadi mengernyit atas apa yang ditanyakan Candra." Ada angin apa kau perduli dengan kehidupan kakak mu?" tatapannya penuh curiga.


" Tidak " Candra menatap Rey sebagai bentuk penyangkalan.


" Kau bisa merencanakan apapun tuan aku akan membiarkan mu dan bertindak sebisa mungkin" Rey tersenyum mengiyakan dan itu membuat Haryadi sumbringah senang.


Candra menatap tajam Rey di sebelah nya ,tidak percaya kalau Reynan pengkhianat diantara Hana dan Cakra.


Awas saja kau sialan .Candra menatap Rey


" Bagus jika kau tahu harus mendukung siapa ?" Bicaranya di lengkapi dengan gelak tawa.


" Anda salah tuan ,aku tidak mendukung mu.malah sebaliknya.Aku akan melakukan tindakan untuk melindungi keduanya ,dan membiarkan mu bertindak semau mu .Apapun itu " Rey menyeringai senang melihat wajah tegang Haryadi,di raihnya teh bekas Candra dan menegaknya sampai habis.


" Kau menantang ku Reynan, dasar tidak tahu diri " Haryadi berteriak melempar teh hijau miliknya sampai membasahi tubuh reynan.


" Anda kurang tepat tuan , harus nya di wajah ku " Ledek Rey .


Candra merasakan suasana sudah tidak bisa dibendung dan dia harus segera melerai perkelahian halus tersebut.


" Abang , antar aku pulang ayo " Candra meraih tas nya dan menarik Rey .


Rey membungkuk sebelum dia pergi meninggalkan Haryadi yang sedang murka,dia menoleh saat Candra menyeretnya.


Rey tersenyum licik dan Haryadi semakin kesal di buatnya

__ADS_1


__ADS_2