Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Sebelum pergi


__ADS_3

Kejutan masih berlanjut untuk Hana sebelum meninggal kan tanah air.Ke negara Xxx .Cakra ingin istrinya bahagia,tidak merasa terbebani untuk berobat ke negara tetangga itu.


Persiapan keberangkatan.


Semua pengawal dan pelayan senior ikut serta ,tapi hanya Lina yang tidak hadir dalam apel khusus tersebut.


" Dimana dia?" Tanya Rey merasa cemas tidak seperti biasanya Lina tidak di siplin seperti hari itu.


" Dia sakit!" Sahut Kiran.


Rey pergi meninggalkan semuanya,Rey memasang headset biasanya.Ada yang berbeda dari Rey.Susi bahkan terus memuji ketampanan saudaranya itu,tidak seperti biasa .


Kamar Lina pintu tidak ditutup.


" Lina !" Rey melihat Lina berselimut dua lapis di atas kasurnya


" Kenapa kau kesini!" Lirih Lina suaranya berat ,dan tidak berbalik untuk melihat Rey.


" Satu jam lagi kita berangkat!" Rey memasukan ponsel ke saku jasnya.Masih menatap Lina

__ADS_1


" Aku tidak enak badan, seperti nya aku harus pulang dan mengundurkan diri dari sini"


" Kau gila! Ayo ke rumah sakit bersiap,aku siapkan mobil sekarang juga?" Rey sudah melangkah akan keluar.


" Tidak!" Teriak Lina menghentikan langkah nya.


" Kau kenapa?beberapa hari lagi kita harus pergi ke luar negeri?" Rey merasa aneh dengan tingkah Lina yang tidak profesional dalam bekerja,dia tahu itu bukan kebiasaan Lina.


" Aku ingin berhenti bekerja!" Lina mengeraskan suaranya.Tapi tidak berbalik.


" Jangan seperti ini ,nona sudah terikat padamu !" Rey mendekat , meletakan punggung tangannya di dahi Lina.Lina masih membelakangi nya.Terasa panas menerpa tangan Rey membuat nya semakin khawatir.


" Murahan?" Rey merasa tidak menerima apa yang di ucapkan Lina padanya.


" Kemari !" Rey berteriak menarik selimut dan melempar ke lantai.Lina masih meringkuk dan menangis.


" Kau kenapa? apa aku membuat kesalahan?" Teriak Rey menarik tangan Lina.Kedua bahu gadis itu dicengkram kuat,agar berhadapan dengannya.


" Urus saja pacar baru mu itu,kau sampai sukarela mengantarnya pulang sampai larut !" Teriak Lina tidak berani menatap Rey.

__ADS_1


" Masalah itu? Hah ! kau gila apa kau pikir,aku semudah itu berpaling dari wanita yang aku cintai "Teriak Rey melepas cengkraman nya.Lina duduk di bibir tempat tidur dan terus menunduk.


Rey berdiri menatap Lina .


" Pergi lah !" Lina mengarah kan tangan nya ,ke pintu kamar.


" Ayo ke rumah sakit,setidaknya cek kondisi mu dulu!" Rey duduk dihadapan Lina.Meraih kedua tangan gadis itu lembut.Lina menepis nya kasar sampai tangan Rey jatuh ke lantai.


" Lepaskan" Lina berontak saat dagunya sudah bersandar di bahu Rey.Rey memeluknya tanpa aba aba.Lina berusaha mundur.Kedua tangan Rey menekan punggung nya, mengeratkan pelukan.


" Jangan seperti ini,kau tahu aku sekeren dan setampan apa! jadi banyak gadis menggilai ku seperti Sisca !"


" Kau gila!" Lina Memukul punggung Rey kuat karena kesal dengan kepedean tingkat langit pria itu . " Berani sekali menyebutkan namanya di kamar ku!" . Berbicara dan memukul sekaligus menjadi satu.


" Aku mencintaimu Lina,jangan seperti ini apa kau menangis sampai pagi? kau demam sekarang?" Masih berpelukan Lina membalas pelukan Rey kuat.


" Kau bohong!" Lina berusaha melepas pelukannya.Tapi tenaga kapten pengawal sekaligus sekertaris itu tidak mampu dia lawan.


" Ayo ke rumah sakit !baru aku akan melepas pelukan ku ,tubuh mu sangat panas!" Rey mengusap-usap lembut punggung Lina.

__ADS_1


Lina luluh dan mereka mengucap kan janji melepas predikat jomblo satu sama lain hari itu juga.Mereka resmi membuat ikatan berpacaran.Dan saling mengungkapkan perasaan satu sama lain.


__ADS_2