
Hana keluar bersama Lina juga yang akan kembali ke kantor.
Hana membawa makanan dan buah-buahan sangat banyak, ditambah Tika yang berbisik kalau disana tidak ada apa pun.
" Nona muda saya sangat berterimakasih dengan semua yang nona berikan" Lina membungkuk di sela berjalan nya mengantar Hana untuk segera pergi.
" Lina kenapa disana sangat ramai? ada ambulance dan polisi juga ? ah aku akan kesana . Kenapa dengan suami ku, apa dia baik-baik saja ?" Hana benar-benar khawatir melihat di luar kantor suaminya ramai dengan polis berseragam ,dia juga melihat perawat membawa seseorang ke dalam ambulance.
Kenapa tuan muda baru membawa Kim
selama ini,mereka berantem dari tadi
kau habis hari ini mantan pengacara.
Lina tahu apapun yang terjadi dirumah Cakra ,karena Rey selalu memberi tahu info jika apel ke rumahnya, itu juga Lina harus sedikit memaksa.
" Lina kenapa kau diam ?" Hana menepuk bahu Lina keras sampai gadis itu terlonjak. " Maaf membuatmu kaget ".
" Tidak apa-apa nona , kau bisa pulang sekarang,di kantor hanya sedang ada pemeriksaan kesehatan semata untuk karyawan " Lina melirik Tika tajam
" Bawa nona pergi sedang ada masalah disana " Lina berbisik sangat-sangat pelan agar Hana tidak mendengar.
Tika mengangguk dan langsung mengajak Hana masuk.
" Lina aku belum selesai " Hana setengah berteriak tapi mobilnya sudah menjauh dikemudikan Tika secepat kilat,Lina hanya melambai padanya.
__ADS_1
" Cih menyebalkan" Hana mengumpat kesal ,terus berbalik menatap gedung Alaska group semakin jauh ditinggalkan kendaraannya.
* *
Pulang lebih awal .
Cakra keluar sesaat mobil Hana pergi .Dia berpapasan dengan Lina.
Lina pura-pura tidak melihatnya dan membungkuk berusaha buru-buru menghindar.
" Berhenti " Teriak Cakra menghentikan langkahnya.
Tuan pasti jelas-jelas akan bertanya.
" Iya tuan " Lina membungkuk kembali dan mendekat.
" Apa istriku benar ke rumah mu ?"
" Iya benar tuan ,nona baru pergi sekitar lima menit yang lalu " Lina mengucap dan berlalu pergi setelah Cakra menggerakkan tangannya.
" Lacak mobilnya dan susul dia " perintah Cakra pada Rey .
Rey langsung membuka ponsel dan menghubungi anak buah untuk mengikuti mobil Hana lebih cepat.
" Nona berhenti di taman kota tuan " Rey membunguk.
__ADS_1
" Kita lihat dia sedang apa disana " Cakra masuk ke dalam mobil di ikuti Rey langsung melajukan mobil kencang.
#Taman kota
Cakra turun dari mobil, melihat Hana tengah duduk bersama Tika berdua.
" Tik aku sangat lapar ,beli mie ayam tuh kayaknya enak " Hana menunjuk tukang mie ayam yang berada tidak jauh dari mereka berdua.
" Tapi jangan sampai suamiku tahu " Tambahnya membuat Tika berhenti dan malah kembali ke tempatnya duduk.
" Jika tuan tahu aku akan benar-benar di pecat nona , kasihanilah aku " Tika merengek
" Hemm ya sudahlah tidak jadi " Hana mendelik kesal menatap ke arah lain agar rasa inginnya memakan mie ayam terkendali .
" Maafkan saya nona " Tika berdiri di belakang Hana untuk menjaga nya karena taman semakin ramai .
Hana tidak menjawab Tika ,hanya diam membisu.
" Kenapa dia ada disini ?" Tika melihat Candra yang sedang memotret lumayan jauh dari mereka berada.
" Siapa ?" Tanya Hana penasaran melihat ke arah dimana Tika memandang.
" Bukan siapa-siapa nona " Tika menghalangi pandangan Hana dengan tubuh nya.
" Aku tidak buta , jelas-jelas aku melihat .Kau pikir aku akan bagaimana jika bertemu dengannya tik? kau berlebihan" Hana semakin kesal.
__ADS_1
" Bukan seperti itu nona,jika tuan tahu dan tiba-tiba Candra juga mendekat kemari bahaya. " Tambah Tika menyadarkan Hana .
Hana diam kembali melihat ke tempat tadi dia Lihat