
Hana sudah bersiap untuk bekerja.Begitu juga Cakra yang memang hari ini sudah ada agenda khusus dikantor ataupun di luar kantor.
" Hana!" mendekat merangkul Hana .Tidak perduli istrinya sedang apa pun "Hana kau mau mati ya mendiamkan ku seperti ini".
" Apa sih sayang diam dulu " Hana mengikat rambutnya sampai ke atas . Cakra merangkul dan menciumi tungkak dan leher Hana. " Sayang jangan memberikan ku stempel merah aku harus bekerja".
Hana Melepas pelukan suaminya.Memasang kan dasi dan sepatu Cakra.Laki laki hanya diam dan tersenyum melihat kelihaian istrinya.Mereka berdua keluar kamar bersamaan untuk sarapan pagi bersama setiap hari.
Karan sudah menunggu Hana dari tadi.Dia melihat tangga beberap kali belum muncul juga ternyata.Sampai Hana dan Cakra sudah duduk dikursi meja makan Karan terus memperhatikan nya.
" Sayang makanlah" menyiapkan makanan di piring Cakra memasukan Tisu di kerah suaminya.
" Kakak kau seperti anak kecil " Celetuk Karan membuat Hana dan Cakra menoleh.Hana diam dan tersenyum tapi Cakra masih menatap dingin Karan masih ingat dengan hinaannya pada istrinya beberapa waktu lalu.
" Kau makan juga ya manis" Hana menoel dagu Karan . Membuat gadis itu terlonjak kaget dan tertawa.
" Terimakasih kakak ipar" Tersenyum memamerkan gigi yang sedikit berantakan dibibirnya.( Karehol)
Hana mengangguk mereka bertiga sarapan bersama.Marisa tidak terlihat sejak saat Cakra mengancamnya.Karan tahu ibunya pergi kemana dan hanya diam tidak mengkhawatirkan ibunya.
" Selamat pagi tuan dan Nona" Rey menyapa dan membungkuk.
" Selamat pagi juga sekertaris Rey" sapa Hana kembali.Membuat Cakra manatap nya dan melotot.
Apalgi ini apa salahku,aaa aku suka kesal dengan tatapannya seperti itu.Hana
__ADS_1
Anda membuat kesalahan Nona.Rey
" Haha sayang kenapa seperti itu,makan makan lagi" Menyuapi Cakra yang hanya diam menatap nya.
" Tuan Rey apa kau mau ikut sarapan,duduklah aku akan menyiapkan" Hana berdiri Tangan Cakra menariknya.Susi dan pelayan lain tersenyum begitu juga Rey...
" Tidak Nona terimakasih" Rey tersenyum menatap Hana.Cakra melihat dan dia tidak suka.
" Rey tunggulah diluar " Mengusir secara tidak langsung.Rey berbalik berjalan keluar dengan senyum merekah dibibirnya.
Nona apa kau tidak mengerti juga maunya Tuan muda.Rey
" Aku sudah selesai aku berangkat dulu " Mengusap dan mencium kepala Hana membuat Karan melotot.
Lihat anak kecil ini melotot dasar selalu saja tidak tahu situasi. Hana
" Kau mau nambah" Tanya Hana memecahkan keheningan.
" Tidak usah kakak ipar" Bibirnya berlumuran saos.Hana sigap mengusapnya dengan tangannya sendiri
apa ini kakak ipar?. Karan
" Aku mau berangkat ,aku pamit dulu ya" Hana menglap tangannya pada tisu.Dan Tersenyum pada Karan berjalan mejauhi meja makan diikuti Susi dari belakang.karan langsung minum gelapan dan meraih tasnya dikursi sebelah dia duduk berlari mengejar Hana yang sudah keluar.
" Mari Nona" Robi membuka pintu mobil
__ADS_1
" Tidak perlu,saya bisa menesan taksi online" Ketus Hana.
" Maaf tuan muda menyuruh saya menjaga Anda Nona" Kekeuh Robi yang tidak mau kena pukul lagi oleh tuan mudanya. " Mari Nona saya memaksa" .
menyebalkan sekali dia .Hana
" Mari Nona" Membuka pintu lebih lebar.Karan mendekat menghadang Hana Kimi Hana berada dibelakang tubuh Karan yang tinggi.
" Kakak ipar akan aku antar,masuk kembali urus pekerjaan mu" Ketus Karan menarik tangan Hana agar mengikuti nya.Susi berlari menarik tangan Hana
" Maaf saya disuruh menjaga Nona muda,biar tuan Robi yang mengantar Nona muda ke rumah sakit" Ketus Susi menimpali..
aaaa apa ini kenapa kedua tanganku ditarik tarik seperti ini si.
" Kakak ipar bagaimana pendapat mu" Tanya Karan yang masih memegang tangan Hana.Susi kini semakin geram dan mendekat pada Karan yang menatapnya sinis.
" Sudah sudah begini saja,aku ikut dimobil Karan tuan Robi bisa mengikuti dari belakang ini Adil " Karan walaupun masih kesal dengan Susi akhirnya dia senang Hana memilihnya.Susi berusaha Menahan, sorot mata Robi melerai.
Hana dan Karan sudah dimobil sport berwarna putih tersebut.
" Jaga dia,jika nona muda terluka seujung kuku saja kita berdua mati " Susi bicara
seraya berjalan ke dalam rumah Robi
mengelap keringat didahinya,dia juga takut semua itu terjadi.
__ADS_1
Bersambung