Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Usaha Hana


__ADS_3

Hana masih menunggu Cakra kembali ke kamar.Dia mendengar suara hentakan kaki ke arah kamar .


"Aku harus pura-pura tidur " Hana menyelimuti tubuhnya dan miring ke arah membelakangi Cakra.


dia sudah tidur?


Cakra mendekat mengusap wajah Hana yang basah karena air mata itu .


Dia marah tapi menyentuh dan menciumku seperti ini


" Tidur lah dan instrospeksi mulai dari sekarang.Berani sekali berselingkuh dengannya " Cakra berbalik dan tersenyum dia tahu Hana belum tidur .


" Apa kau bilang? aku selingkuh? aku tidak pernah selingkuh apalagi melirik pria lain." Hana melempar bantal ke punggung Cakra.


Cakra diam tidak berbalik.


" Sayang?" Teriak Hana ingin mendekat tapi Cakra menaikan tangan menahannya.


Cakra tidak perduli dengan apa yang di katakan Hana.Dia naik ke tempat tidur berbaring memejamkan matanya


Aaaa apa ini.Cakra


Cakra kaget saat Hana naik diatas tubuhnya


" Kau marah padaku dan diam seperti ini.Jika aku pergi meninggalkan mu karena tidak tahan bagaimana ?" Hana menusuk nusuk pipi Cakra agar membuka matanya.


" Tuan .Tuan tuan tuan tuan " Hana berbicara cepat dan berteriak.


" Tuan? " Cakra tidak terima dan membuka matanya melihat Hana tersenyum diatas tubuhnya. " Panggil aku sayang " .


Ketus Cakra tidak terima


" Apa! kau sendiri yang melarang ku kan ?"


Sitttttt aku lupa . Cakra


" Terserahlah sana turun !" Menjentikkan jari dikening Hana.Tapi gadis itu tidak turun dan memeluk kuat Cakra.


" Hana ?" Cakra merasakan nafas yang mulai teratur diatas dadanya.


Dia langsung tidur seperti ini .


Cakra membalas pelukan Hana erat di atas tubuhnya.Dia juga sangat ingin memeluk Hana dari tadi tapi kegalauan karena gambar itu terus melintas di pikirannya.

__ADS_1


Cakra mendesah kasar menatap langit langit kamar ikut memejamkan mata juga.


* * *


Pagi hari .Pelayan sudah merapihkan berapa sudut rumah sebelum majikanya bangun.


Hana masih menutup mata dan tersenyum


" Sayang " Hana mengusap usap lembut dada suaminya


Kenapa ini lembek ?


Hana memukul bantal yang berada di bawah tubuhnya .Mencari Cakra ke setiap sudut kamar.


Hana tidak menemukan Cakra di mana pun.


" Kemana dia sepagi ini " Hana kebingungan.Dia meraih ponsel nya diatas meja.


( Apa tuan bersama mu?) Pesan terkirim untuk Rey.


( Iya !) Jawaban dari Rey cepat membalas pesannya.


Hana bersyukur dan kembali tenang.Dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


* * *


" Bangun !" teriak Robi menggoyangkan kaki Kim yang tengah berbaring


" Kau kenapa disini?" Kim panik melihat wajah menyebalkan Robi pagi-pagi buta


" Ini rumah sakit tuanku .Aku bebas masuk untuk memeriksa pasien spesial seperti mu" Robi duduk dibibir tempat Kim berbaring.


Suci yang tidak pulang menjaga Kim semalaman.Dia masuk untuk memeriksa keadaan Kim,suci terlonjak melihat siapa yang duduk disamping Kim.


" Kenapa kau disini? " Tanya Suci


" Apa masalah mu! " Jawab Robi ketus


Suci hanya menggeleng kepala melihat Robi dan Kim saling menatap tajam.


" Pukul dia " Teriak suci memprovokasi


" Kau kenapa bodoh?" Robi mengernyit melihat suci jingkrak-jingkrak melihatnya.

__ADS_1


" Kalian akan bertinju kan disini? aku akan menjadi penonton pertama dan terakhir" Suci terus memperagakan pukulan² dengan tangannya diudara.


" Kau gila!" Kim mendesah


" Aku ingin melihat keadaannya .Jika dia mati aku repot nanti " Robi menjauhi Kim dan berdiri disamping Suci. " Diamlah bodoh ,aku geli melihat mu".


telunjuknya mendorong kepala suci kasar.


" Sakit tahu !" Suci mengusap usap kepalanya dan duduk.Dia terengah-engah merasa kelelahan.


" Sudah waktunya minum obat" Suci mengatur obat di nampan kecil . Meletakan di depan Kim dan pergi meninggalkan keduanya begitu saja


" Aaagjhh " Kim meringis saat perutnya berdenyut saat bergeser akan meraih gelas dimeja


" Hemm ini " Robi mengambilkannya untuk Kim . Kim menatapnya penuh curiga ." Apa ? kenapa menatapku seperti itu?".


" Tidak !" Kim beralih pada gelas air dan mengenggam nya


Robi menunggu sampai Kim selesai dengan obat-obatan itu .Kim terus menatap wajah Robi dihadapannya


" Katakan padaku apa maumu ?" Kim mengajukan pertanyaan dan membuat Robi duduk di sampingnya kembali.


" Aku harap kau tidak melakukan kesalahan lagi dengan mendekati nona muda " Robi meminta dengan baik ² berharap pria itu diam dan mengerti bahwa Hana sudah menjadi milik tuan muda.


" Kau tidak usah sibuk mengurus semua ini.Ini masalah hati kau tidak akan mampu berfikir dalam hal ini " Ucapan Kim meremehkan Robi sambil mendelik membuang muka.


" Jangan sembarangan aku mengerti semua ini .Asal kau tahu nona terluka karena mu !" Robi memukul dada Kim kuat karena kesal


" Apa ? kenapa dia ?" Kim memegang dadanya dan ingin tahu apa yang terjadi dengan Hana di rumah itu


" Dia terus melamun !" Robi menjawab cepat


" Apa mereka pisah ranjang?" Kim membuat Robi terlonjak dengan pertanyaannya


" Apa maksudmu?" Robi tidak terima ." Kau pikir mereka akan semudah itu di ganggu.Mereka berdua saling mencinta Kim berhenti lah bersikap seolah-olah nona satu²nya wanita dimuka bumi ini!" .


" Huff " Kim mendesah tidak terima dengan perkataan Robi ." Kau pikir aku bodoh.Jelas Hana terluka menikah dengannya ."


" Jangan memanggil nona muda sembarangan !" Robi berteriak melempar gelas yang ditangkap gelapan oleh Kim.


" Kau benar-benar gila jika berpikir aku akan diam melihat Hana terluka " Kim menatap wajah Robi yang mulai tersulut emosi karenanya. " Jangan memukul ku lagi , keluar sana ".


Kim berbaring menarik selimut sampai menutupi wajahnya.

__ADS_1


Robi Mendengus kesal dan keluar dari kamar rumah sakit tersebut.


__ADS_2