Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Takdir yang memecah belah Keluarga


__ADS_3

Cakra duduk di kursinya.Mengadah ke langit langit ruang kerjanya.Dia memeriksa ponsel nya berkali kali.Entah apa yang ditunggu Cakra.


" Tuan " Rey masuk wajah panik tidak bisa dia sembunyikan.


" Ada apa?" Cakra menatap lekat wajah Rey.Dia mengenggam kedua tangannya, seperti tahu siapa yang datang.


" Tuan besar memaksa masuk" Rey membungkuk.


" Biarkan dia masuk ,kau lakukan tugasmu "Rey mengerti dan membuka pintu lebar lebar.


Haryadi masuk dengan terengah-engah setelah bersitegang dengan pengawal diluar pintu.


" silahkan" Rey menarik kursi ,dan Haryadi duduk mengusap keringat nya.

__ADS_1


" Ada apa ayah , bagaimana kabar mu?" cakra masih duduk di kursinya, tidak mendekat untuk memeluk ayahnya itu.


" Ada apa ini?kenapa kau memecat Marie dia anak sahabat ku Cakra" Teriak Haryadi melempar sapu tangannya ke lantai.


" Aku tidak perduli,dia selalu masuk seenaknya ke ruangan ku.Apa ayah akan berpikir aku akan mempertahankan pegawai seperti itu?" Cakra ikut Berteriak,dan bangun dari kursinya.Dia tidak berani menatap Haryadi,dia memilih menatap keluar jendela dari lantai yang dia singgahi itu.


" Dia bukan pegawai biasa Nak,dia pernah ada di hati mu" Haryadi menarik tangan Cakra untuk dia genggam.Tapi anaknya itu menepis kasar dan menjauh.


" Itu bukan perasaan ayah ,itu hanya bagian dari cerita masa remaja ku berpacaran dengan siapa saja,tapi tidak pernah mencintai siapapun seperti aku mencintai Hana" Cakra duduk di sofa,memangku kakinya.


" Baiklah ,ayah memberi mu kesempatan untuk menceraikan Hana kapan saja, ayah sudah mengatur makan malam bersama keluarga Marie " Harapan besar Haryadi kepada Marie ,dia tahu gadis itu gadis baik baik dan memang ayah Marie sangat ingin Cakra menjadi menantunya.Tidak masalah jika status Cakra duda saat nanti menikah dengan Marie .


" Keluar " Teriak Cakra tidak bisa di tawar lagi, Haryadi mempertahankan pijakan kakinya.Rey merasa serba salah dengan ayah dan anak itu,dia terpaksa menarik Haryadi walaupun cacian terus menerus dia terima.Haryadi sampai meludahi mantan tangan kanannya itu.

__ADS_1


" Awas kau " Teriak Haryadi, suaranya tenggelam saat pintu tertutup.Rey masih memegang handle pintu.Cakra Mendekat dan menepuk bahu nya.


" Bersihkan wajah mu" Cakra menyuruh Rey untuk masuk ke toilet.Rey menurut tangannya terkepal,dia merasa rapuh tidak bisa menjaga ikatan anak dan ayah itu agar tetap aman dan tentram.


Rey masih terisak dikamar mandi,tapi saat suara benda jatuh dari luar dia langsung terperanjat dan lari keluar.Kursi sudah bengkok di banting Cakra.Vas bunga hancur berkeping-keping.


" Tenanglah tuan" Rey menahan tubuhnya, dihadapan Cakra . Pukulan demi pukulan dia terima saat Cakra berontak.


" Bagaimana ayah ku bisa sebejad itu Rey" Cakra duduk dilantai . Dia ingin melupakan siapa dia ,dan menangis sejadi-jadinya .Rey ikut duduk menepuk bahu Cakra berkali kali.


" Kau sudah merekam semuanya?" Tanya Cakra menyeka air matanya agar tidak menetes.Dia melihat darah dari jemarinya, pukulan nya keras mengenai tembok membuat nya terluka .


" Sudah tuan" Rey memberikan ponsel kepada Cakra.

__ADS_1


" Perlihatkan pada Hana, bagaimana kerennya aku membelanya tadi" Rey mengenyit .Jadi perintah merekam itu untuk ingin di puji nona muda.


__ADS_2