Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
SK 241


__ADS_3

Semua pengawal ,pelayan berkumpul di halaman rumah. Menunggu tamu agung yang akan datang.


Hana diam , bahkan dia memakai baju tidur setelah mandi sore nya, tidak perduli dengan tamu yang dimaksud Susi . " Nona setidaknya kau ganti pakaian, anggota keluarga baru akan datang" .Hana tidak menggubris apapun yang dikatakan Susi. Dia hanya sibuk menunggu suaminya.


Semua orang berdiri menyambut, Hana duduk karena dia meminta Tika sebuah kursi saat tadi Hana merasa sangat pusing.


" Berdiri dengan tegap " Pratt Robi menampar pelayan wanita yang tidak bisa diam saat berdiri.


Hana melirik nya tajam ,tapi Robi tidak menghiraukan.Hana mendesah kesal dan menghampiri pelayan wanita tersebut yang meringis kesakitan.


" Kau bisa ke belakang, kompres pipi mu" Perintah Hana melirik Robi yang sudah menjauh .


" Tidak apa-apa nona muda" Ucap pelayan wanita tersebut menjawab.


" Tika bawa dia ke belakang " Hana memerintah Tika.


Bodyguard nya langsung sigap ,membawa pelayan wanita tersebut ke belakang.


Hana kembali duduk di kursi ,memijat dahinya berkali-kali. Waktu memang sudah sore bahkan matahari sudah mulai turun dari tempatnya.


" Susi kita menunggu siapa ,apa aku bisa masuk ?" Tanya Hana kepada Susi yang berdiri di sebelah tempat duduknya.


" Tidak bisa nona,kita semua harus menyambut adik tuan muda .Nona muda bertugas menyambut adik tuan muda mewakili dirinya yang tidak bisa hadir " Susi membungkuk .


Hana menggeleng Kenapa dia tidak hadir,kemana dia ?? . Hana menyenderkan kepalanya di kursi yang dia duduki, walaupun itu sangat keras untuk menopang kepalanya


" Siappppp " Teriak Robi kepada semuanya agar menatap lurus ke arah gerbang yang masih tertutup rapat tersebut.


Mobil Rey masuk dikawal mobil yang lain ,mobil berhenti ditengah-tengah semua yang berdiri menunggu kedatangan mereka.


" Untuk apa mereka menyambut ku seperti ini !" Candra protes saat melihat semua pengawal dan pelayan berbari di luar mobil yang dia naiki.


" Abang mu yang menyiapkan semuanya " Ucap Rey seraya turun keluar dari mobil

__ADS_1


" Cih !" Candra mengumpat kesal.


Rey membuka pintu mobil dimana Candra sedang duduk,Rey membungkuk hormat


" Silahkan tuan candra " Rey tersenyum dibalas dengan delikan Candra padanya.


Candra turun, menatap semua orang yang terlihat terkejut melihatnya. Candra hanya mengenal beberapa orang .


Susi, Hana dan Rey yang sekarang berdiri disebelahnya.


* * *


Sebelum kesepakatan.


Rey mengajak Candra untuk bertemu disebuah Restauran,Rey harus menunggu lumayan lama sedangkan dirinya sudah memesan dua minuman di mejanya sekarang.


" Dia menuju kemari " Ucap pengawal membawa kabar setelah dirinya mengawal diluar Restauran.


Rey hanya ingin berbicara berdua saja dengan Candra untuk saat ini.


" Maaf aku telat !" Candra datang dan duduk dihadapan Rey setelah dia berucap .


" Tidak apa-apa !" Rey menjawab


Candra meminum jus yang sudah di sediakan Rey,dia sangat haus dan lelah . Melewati kemacetan dan juga didalam bus yang berdesakan.


Rey tersenyum tipis melepaskan kaca mata hitamnya,dan meletakan nya di meja.


" Kau serius sekali ?" Candra selesai menghabiskan satu gelas dengan cepat,dan menatap Rey yang melipat kedua tangannya terlihat sangat serius.


" Sudah waktunya kau tinggal di tempat yang seharusnya " ucap Rey membuat Candra kaget.


Dia sangat mengerti dengan maksud Rey,dia harus tinggal mengikuti dimana Cakra berada sekarang. Dan itu akan membuat nya sangat dekat dengan Hana, bagaimana gadis itu akan mengerti jika dia tiba-tiba ada dirumahnya.

__ADS_1


Candra menghela nafas panjang. " Aku tidak ingin berada disana, itu bukan tempat ku !!" Candra menolak dengan tegas dan wajah yang tak kalah serius dari Rey.


Rey berdiri dan memukul kepala Candra kasar ,Candra mengusap kepalanya pelan dan mendelik tajam . " Jangan membuat pekerjaan ku tambah sulit " . Rey menyeringai licik.


" Kau berani memukul ku!" Candra setengah berteriak sampai semua orang menatapnya heran. " Apa yang kalian lihat ! ". Bentakan Candra membuat mereka² yang menatap ke arahnya menunduk lesu.


" Kau lebih waras dan bisa di ajak bicara ketimbang Abang mu " Rey mendesah. " Dan makian yang aku ucapkan tadi adalah rahasia kita berdua saja ".


Rey bagaimana pun takut jika Candra mengadukan perkataan nya .


Candra tertawa kecil ." Kau masih takut pada nya ? kau lebih tua darinya , bersikap lah seperti saat sekarang kau bersama ku jika bersama nya nanti"


" Itu di luar sumpah ku Can , bagaimana kau siap untuk pergi ke rumah Abang mu ?" Tanya Rey


" Pendirian ku bulat,dan tidak bisa tergoyahkan begitu mudah oleh siapapun " Menyeringai licik juga dan berdiri melangkah meninggalkan Rey sendirian.


" Jika menyangkut keamanan Nona muda bagiamana?" Rey setengah berteriak .Candra diam ditempat nya , sedangkan Rey tertawa penuh kemenangan. " Kelemahan mu dan Abang mu adalah wanita yang sama , dan sekarang karena ulah mu nona muda terluka "


Rey mendekat menepuk-nepuk bahu candra kuat,Candra berpaling dan menatapnya.


" Apa maksudmu ?" Candra penasaran.


" Kejadian pagi tadi membuat tuan muda murka, dan dia meminta ku mencarikan seorang gadis untuknya di perusahaan. Gadis itu masuk ke dalam ruangan dan Abang mu mengusirku . Pikirkan apa yang terjadi didalam sana ?" Rey melangkah keluar dari restoran di ikuti Candra dari belakang.


" Aku tidak sengaja menyentuh kakak ipar !" Candra menarik bahu Rey agar diam mendengar kan kata-katanya. " Kenapa dia melampiaskan nya kepada Hana ,dan memilih gadis lain untuk membalas dendam kepadaku dan Hana itu tidak sebanding "


Candra kesal setengah mati. " Jika dia tidak suka dengan sentuhan ku tadi kepada kakak ipar ,dia bisa menghajar ku dengan tangannya sendiri. Jangan membalas Hana seperti itu ,bahkan gadis itu tidak tahu menahu saat kejadian tadi aku benar-benar tidak sengaja "


" Bukan itu saja ,Abang mu sudah melihat kalian berdua bersama-sama beberapa kali. Dan itu membuat nya kesal ,tapi mengehentikan ku saat akan memberi pelajaran kepada mu Can " Rey membuat Candra melihatnya tajam.


" Jika itu yang dia lakukan untuk menyakiti Hana ,aku akan datang untuk melindungi kakak ipar. Ayo pergi " Candra masuk ke dalam mobil, diikuti oeynan.


Mobil melaju ke sebuah pusat o tidak mungkin Candra datang ke rumah besar dengan penampilan asal-asalan.

__ADS_1


__ADS_2